
Star dan Zafa menginap di sebuah hotel di dekat pantai. Tempat itu dipilih langsung oleh nyonya Ardana dan Zafa selalu menuruti apapun keinginan istri kecilnya itu.
Hotel yang bernama Balneari Les Arenes terletak di dekat pantai Malvarrosa. Star memandangi lautan lepas dengan tatapan kosong. Meski pun bibir berkata tak apa, tapi Zafa tahu bagaimana sakitnya hati Star saat ini.
Zafa mendatangi Star dan memeluk Star dari belakang. "Apa yang kau lihat?" tanya Zafa sembari mencium pipi Star.
"Hanya melihat pemandangan saja."
"Kau mau melakukan apa hari ini?"
"Aku tidak tahu, mungkin kita bisa seharian bermalas-malasan di kamar." Star tersenyum dan mengusap tangan Zafa yang melingkari perutnya.
"Kau tidak mau keluar untuk jalan-jalan?"
"Kurasa tidak. Aku malas."
"Bukankah kau ingin honeymoon?"
"Ya tadinya begitu, tapi setelah melihat pemandangan ini, aku jadi tidak ingin kemana pun."
"Baiklah, maka kita akan di kamar terus seharian sesuai dengan keinginanmu."
"Thanks. Kau sudah mau mengerti aku."
__ADS_1
"Kau istriku jadi wajar jika aku begitu."
Star membalikkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya di pinggang Zafa. Wanita itu menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Cintai aku sebanyak yang kau bisa hingga aku lupa jika ada seorang pria yang menolak kehadiranku," ucap Star lirih.
"Kau tidak perlu memintanya. Aku akan memberikan segalanya untukmu. Jangankan hanya cinta, tubuhku, hartaku, nyawaku semuanya akan ku berikan padamu."
"Kau sedang membual?" tanya Star, mendongak menatap Zafa.
"Aku tidak membual, aku benar-benar mencintaimu."
"Kau belum lama mengenalku, Prof."
"Cinta tidak butuh waktu, Baby."
Star dan Zafa menikmati pemandangan di sana hingga siang. Saat makan siang, Zafa mengajak Staf pergi ke sebuah restoran di dekat pantai.
Meski cuaca sedang mendung, tapi Zafa dan Star sama sekali tak mempedulikannya. Mereka berdua tampak menikmati makan siang sembari banyak bercerita.
***
Sementara itu, Cecilia dan Lionel dibuat terkejut dengan kedatangan Adams. Pria paruh baya itu tampak kusut. Namun, karena Lionel terlanjur kecewa dengan respon Adams semalam, Lionel memilih mengabaikan kedatangan pria itu.
__ADS_1
"Aunty, di mana Star?"
"Dia sudah pergi, Adams. Ada apa kau mencarinya?" tanya Cecilia.
"Pergi kemana?" tanya Adams terkejut.
"Aku tidak tahu, Star hanya bilang jika dia akan melanjutkan honeymoon-nya. Ada apa kau mencarinya?"
Adams terdiam. Dia tampak resah. Cecilia menatapnya seraya menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak usah khawatir, Star tidak akan mengganggu keluargamu. Aku akan menjamin itu."
"Ti_tidak bukan begitu maksudnya. Aku hanya .... "
"Tidak perlu mengelak, Adams. Kau boleh kembali pada keluargamu dan aku janji Star tidak akan mengganggumu."
Adams terdiam, semalam dia tidak pulang ke rumah karena dia membawa kotak harta karun milik Arabella. Adams tak mau keluarganya sampai ada yang tahu masa lalunya.
"Aku minta maaf Aunty."
"Apa kau bersalah padaku? Kenapa kau justru meminta maaf padaku, padahal jelas-jelas orang yang paling sakit dari kejadian kemarin adalah Star, putrimu."
Adams lagi-lagi hanya bisa diam. Dia akui memang dia salah bersikap seperti itu kemarin, tapi dia memang benar-benar Syok saat itu. Setelah dulu dirinya sempat hampir dibuat celaka oleh Damian dan Bertha bahkan memberinya sebuah undangan pernikahan Arabella dan Larry. Hal itu benar-benar menghancurkan dirinya. Hingga akhirnya dia memilih pulang ke negaranya. Tanpa berniat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Arabella.
__ADS_1
Sekarang hanya ada penyesalan di hati Adams. Bahkan dia baru tahu apa yang Arabella alami dari diari yang Arabella tulis.
...****************...