Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 41. I love you


__ADS_3

Hari ini Star dan Zafa mengantar mama Dian dan papa Gerry menuju bandara. Pesawat pribadi mereka telah siap sejak setengah jam yang lalu.


"Mama titip Zafa. Jika kalian ada waktu datanglah ke Indonesia."


"Pasti, Mah." Star memeluk mama mertuanya erat. Rasanya berat melepas mama mertua yang kelewat baik itu. Star seperti merasakan lagi kasih sayang seorang ibu yang telah lama hilang darinya.


Star memeluk papa Gerry sesaat. Meski tak terlalu dekat dengan papa mertua, tapi Star tahu jika papa Gerry adalah sosok pria penyayang. Karena suaminya pun juga seperti itu. Setelah pesawat mama Dian dan papa Gerry lepas landas, Star dan Zafa menunggu pesawat mereka yang akan berangkat ke Spanyol. Beruntung Paspor Star baru saja diperbarui. Sedangkan Visanya sudah diurus oleh Zafa beberapa waktu lalu sekalian visa milik pamannya.


"Kenapa kau memilih tempat untuk bulan madu di Spanyol, Honey?"


"Karena kejutan untukmu ada di sana semua."


"Kejutan apa?"


"Kau pernah bilang pada mama kau mau bertemu ayahmu kan?" Star yang semula duduk bersandar di bahu Zafa seketika menegakkan tubuhnya.


"Kau tahu dimana ayahku?" tanya Star menatap wajah suaminya setengah tak percaya.


Zafa hanya tersenyum sembari mengusap wajah istrinya. Dia tidak berniat menjawab pertanyaan istrinya. Biarlah nanti dia menebak sendiri. Paman Star sudah memberikan kabar jika ayah Star benar ada di sana. Bahkan pria itu juga sudah bertemu dengan ibunya. Namun, dia belum ada keberanian untuk mengatakan semuanya pada mereka sebelum Star datang.

__ADS_1


"Jawab aku, Honey. Kenapa kau malah justru tersenyum menyebalkan begitu."


"Ini kejutan, Baby. kau tahu kan apa itu artinya?"


"Artinya kau menyebalkan," kata Star cemberut.


Mereka akhirnya memasuki pesawat setelah mendengar panggilan jika pesawat tujuan Spanyol akan diberangkatkan. Star benar-benar berdebar menunggu kejutan apa yang akan diberikan oleh suaminya.


Tidak mungkin kan jika suaminya menemukan keberadaan ayahnya? Padahal selama ini dirinya dan sang paman sudah mencoba mencari petunjuk keberadaan ayahnya.


"Kenapa kau gelisah, Baby?"


Zafa menegakkan tubuhnya dan menatap Star dengan raut wajah serius. "Apa kau sakit?"


"Ti_tidak."


"Lalu?"


"Entahlah, kau mengatakan soal ayahku dan kejutan. Aku tidak mau berekspektasi tinggi, tapi pikiranku tidak bisa ku kendalikan."

__ADS_1


Zafa tersenyum dan menarik kepala Star. "Kebahagiaanmu adalah prioritasku sekarang, Baby. Jadi jika ada hal yang kau inginkan katakan saja padaku."


"Hmm, baiklah. Jadi sekarang jika aku mengatakan ingin menciummu, apa kau ak .... "


CUP


Zafa mengecup sekilas bibir Star. "Aku akan melakukannya meski itu di tempat umum sekalipun."


Wajah Star langsung memerah. Dia menggigit bibir bawahnya. Ingin rasanya dia kembali bercinta dengan suaminya.


"Oh, seharusnya kita pakai pesawat pribadi saja. Jadi kita bisa bercinta selama dalam perjalanan," kata Star, Zafa tersenyum dan mengusap wajah istrinya.


"Dasar mesum."


"Aku mesum sejak mengenalmu dan asal kau tahu, kau adalah pria pertamaku. Kau adalah pengalaman pertama untukku dan ku harap selamanya kau hanya akan menjadi milikku," ujar Star.


"Sesuai keinginanmu, Nyonya. Aku akan selalu menjadi milikmu. Hanya milikmu."


Star akhirnya tertidur dengan bersandar di lengan Zafa. "I love you my wife," bisik Zafa. Ya dia akui dia jatuh cinta pada istrinya itu sekarang. Namun, untuk mengatakanya di depan Star langsung, dia perlu moment yang tepat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2