
Star dan Zafa benar-benar menikmati harinya di Barcelona. Zafa sudah mengajak Star mengunjungi beberapa tempat yang menurut Zafa sangat recommended untuk didatangi.
Selain kejadian di lobi hotel, tidak ada satu pun hal yang bisa merusak momen honeymoon mereka. Star terlihat sangat bahagia dan menikmati perjalanannya bersama Zafa.
"Apa kau senang?" tanya Zafa sembari memeluk bahu sang istri.
"Sangat. Aku seperti habis mendapatkan lotre."
"Setelah ini aku akan mengajakmu ke Palma di kepulauan Balearic, kita temui pamanmu di sana."
"Uncle Lionel ada di sana?"
"Ya, pamanmu ada di sana."
"Aku sudah tidak sabar bertemu dengan mereka."
Zafa dan Star akhirnya kembali bersiap untuk pergi ke Palma. Mereka akan ke pulau itu menaiki kapal Ferry. Star sangat senang. Dia tidak pernah liburan Jauh karena saat itu Star terlalu malas berpergian, tapi sekarang dia sedikit menyesal karena tidak pernah datang ke negara itu.
Tiba di Palma atau Palma de Mallorca, Zafa sudah di jemput oleh Arion. Pria itu menunduk sekilas memberi salam pada Zafa.
"Tuan Lionel dan Nyonya Cecilia sudah menunggu anda, Tuan."
"Nyonya Cecilia? Siapa dia, Honey? Apa dia kekasih uncle Lionel?"
__ADS_1
"Kau akan tahu nanti. Bersabarlah," jawab Zafa sembari mengusap pipi Star yang terasa dingin.
Mereka masuk ke mobil dan mulai meninggalkan dermaga. Star menatap takjub semua bangunan yang ada di kota itu.
"Tempat ini indah."
"Nanti aku akan membawamu ke tempat yang indah lainnya."
"Terima kasih suamiku," kata Star mengecup pipi Zafa. Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, Star dan Zafa tiba di depan sebuah mansion yang menyerupai kastil.
Star dan Zafa sudah turun dari mobil, Star mendongak menatap bangunan itu. Entah mengapa tiba-tiba jantungnya terasa berdebar.
"Apa uncle Lionel ada di dalam?" tanya Star memastikan, Zafa mengangguk sebagai jawaban.
"Ini benar-benar amazing, Honey."
"Selamat datang." Tiba-tiba suara seorang perempuan tua mengagetkan Star. Star menoleh ke sumber suara. Star menatap wanita tua yang duduk dengan elegan di atas kursi rodanya. Hatinya tiba-tiba bergetar. Mata Star berkaca-kaca.
Star terkejut dengan reaksi dirinya sendiri, dia bahkan mengusap air mata yang tiba-tiba mengalir saat melihat wanita tua itu.
"Kau sudah sampai Star." Lionel mendorong kursi roda ibunya untuk mendekat ke arah Star.
"Uncle .... " Star tak tahu kenapa dia merasa seperti memiliki kedekatan secara emosian dengan wanita tua itu.
__ADS_1
"Halo, Star. Selamat datang di kediaman grandma."
Star langsung menoleh ke arah Zafa dan menatap pamannya secara bergantian. Dia tak tahu siapa wanita itu, tapi Star merasa hatinya berdesir hanya dengan menatapnya.
"Star, dia adalah ibuku. Ibu kandungku dan Arabella. Dia nenekmu. Ternyata selama ini aku dan ibumu sudah ditipu oleh Bertha dan ayahku."
"G_grandma?"
"Ya, Star. Aku adalah nenekmu," ucap Cecilia. Tanpa menunggu lagi, Star langsung menghambur memeluk neneknya. Star berjongkok di depan kursi roda sang nenek dan menangis.
Cecilia tersenyum, begitu juga dengan Lionel dan Zafa. Mereka senang melihat reaksi Star.
"Kenapa grandma baru muncul? Mereka menyiksa ibuku, mereka menghancurkan masa mudaku. Kenapa grandma baru hadir?"
"Maafkan Grandma, Sayang. Jika saja suamimu tidak menghubungi Grandma, mungkin saat ini Grandma masih kesulitan mencari kalian."
"Suami?" Star mengurai pelukannya dan menoleh menatap Zafa. Zafa hanya memberi senyum tipis.
"Ya, Suamimu yang menghubungi grandma dan memberitahu jika anak grandma ada bersama dengannya. Grandma pikir ibumu juga masih hidup. Maafkan grandma, Sayang."
Star berdiri dan masih dengan berurai air mata. Dia langsung mendekati suaminya dan memeluk nya dengan erat.
"Gracias, Honey and I love you."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...