Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 73. Merindukanmu


__ADS_3

Setelah 3 hari dirawat di rumah sakit, akhirnya Star dan ketiga bayinya diperbolehkan pulang. Kondisi baby Shierra juga sudah baik-baik saja. Dokter Minerva sudah memberikan banyak tips untuk merawat 3 bayi kembar itu.


Star dan ketiga bayinya pulang diantar oleh Lionel, Cecilia dan juga keluarga Adams. Meski berulang kali Star meyakinkan ayahnya. Namun, Adams benar-benar tampak sungkan pada keluarga Zafa terlebih mereka terlihat sangat menyayangi Star. Adams semakin minder untuk berdekatan dengan putri pertamanya itu.


"Ada apa lagi, Dad? Apa yang daddy pikirkan?"


"Tidak ada Star. Daddy hanya ingin mengatakan padamu bahwa daddy akan secepatnya kembali ke Jerman. Daddy harus melanjutkan usaha milik mendiang orang tua mommy Rosemary."


"Aku tidak akan melarang daddy untuk pulang ke Jerman, tapi tunggulah sebentar lagi. Suami dan ipar-iparku akan ikut daddy untuk menyelesakan masalah di perusahaan daddy nantinya."


"Tidak, Star. Jangan lakukan itu. Mereka semua orang-orang yang cukup berbahaya. Daddy yang memiliki kekuasaan besar di sana saja, dibuat tak berkutik oleh mereka," kata Admas dengan raut wajah cemas.


Saat ini Adams dan Star sedang berbicara empat mata. Ketiga bayi Star sedang dikuasai oleh Zafia, Gabriel, Bethani dan mama Dian juga mommy Rosemary. Sangking gemasnya mereka tak henti-hentinya mengerumuni 3 box bayi sekaligus.


"Daddy tenang saja. Aku sangat yakin suamiku dan para iparku bisa membantu mengatasi masalah perusahaan daddy dengan cepat." Star mengatakan hal itu sembari mengusap bahu ayahnya. Dia tahu keresahan ayahnya. Star sudah mendengar semua cerita keseluruhannya dari Zafia.

__ADS_1


Intinya daddy Star ditipu oleh saudara sekaligus orang kepercayaan daddynya dan yang lebih parahnya lagi, tak hanya ditipu tapi hampir seluruh anak buah dan bawahan Adams membeleyot menjadi pengikut si penipu itu. Mereka tak segan ikut menekan Adams agar meninggalkan perusahaan yang sudah dirintis Adams dari 0.


"Sementara, Daddy dan yang lainnya tinggal dulu di sini. Sampai suamiku dan yang lainnya selesai mengusut semuanya. Masalah para penghianat itu, Daddy serahkan saja pada Raiden suami Zafia. Dia pasti akan dengan senang hati membasmi orang-orang itu."


"Tapi, personil mereka cukup banyak, Star."


"Sudah, jangan dibahas lagi. Daddy harus percaya jika menantu daddy itu orang hebat. Begitu juga keluarga mereka."


"Daddy sangat percaya, Star. Hanya saja daddy malu jika harus merepotkan."


Dari ruang tengah terdengar suara tangis anak-anak Star. Mungkin mereka sudah sangat lapar. Star bangkit dari duduknya dan bergegas ke ruangan samping.


"Apa mereka lapar, Mom?"


"Sepertinya begitu, Star. "

__ADS_1


Star duduk di sofa. Mama Dian dan mommy Rosemary mendekatkan ketiga bayi Star pada Star. Bethani dan Gabriel menyingkir dari ruangan itu.


Star mulai menyusui, bayi yang pertama dis*sui adalah baby Shierra. Sedangkan Baby Max dan baby Gavin diberi dot yang berisi Asi yang sudah Star per*h kemarin. Beruntung ASI Star melimpah. Entah karena suasana hatinya senang hingga membuat produktifitas ASInya meningkat.


Setelah ketiga bayinya kembali tenang, Star mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.


"Honey, di mana kamu?"


"Aku masih di perusahaan. Ada rapat darurat. Raiden sudah berangkat ke sana bersama Zico. Secepatnya aku akan memberikan kabar padamu, Baby." "Aku masih di perusahaan. Ada rapat darurat. Raiden sudah berangkat ke sana bersama Zico. Secepatnya aku akan memberikan kabar padamu, Baby."


"Ya, terima kasih, Honey, tapi bukan iu yang ingin aku bicarakan. Aku meneleponmu karena aku merindukanmu, Honey."


"Jangan memancingku, Baby. Aku masih harus berpuasa 40 hari lamanya."


Star terkekeh. Dia mengakhiri panggilannya karena Zafa harus segera masuk ke ruang rapat.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2