
Adams masih menerka-nerka apa yang akan dilakukan oleh suami dari putri pertamanya itu. Ingin pura-pura tak mempedulikannya, tapi Adams justru semakin kepikiran. Rosemary datang dengan segelas air putih di tangannya. Sejak berbicara dengan Star tadi, Adams terus saja gelisah.
"Minumlah air putih ini dulu. Sebenarnya ada apa denganmu? Ku lihat kau terus gelisah." Rosemary mengangsurkan gelas yang dibawanya tadi pada suaminya.
"Star berkata padaku, para iparnya akan mengurus masalah perusahaan kita. Aku bukannya tak menghargai bantuan mereka. Akan tetapi kau tahu bagaimana Bastian, kan? Dia itu memiliki organisasi dunia bawah. Aku saja tidak bisa membuat Bastian mundur. Sedangkan yang ku lihat para ipar Star sepertinya masih terlalu muda untuk melawan sepupuku itu. Terlebih Bastian bisa mempengaruhi para dewan direksi."
"Star sudah memintamu untuk tenang, jadi ikuti saja maunya. Jikalau pun nanti mereka gagal membantu kita, tapi setidaknya kita harus menghargai niat baik mereka dengan cara mempercayai mereka."
"Kau benar, mungkin aku hanya terlalu khawatir. Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka."
***
Sementara itu, di pesawat pribadi milik Rian Al Farez. Pria paruh baya itu saat ini sedang bersama Zafrina, Raiden dan juga Zicco. Mereka berempat akan bertandang ke Jerman untuk mengambil apa yang sepatutnya menjadi milik Adams, ayah mertua Zafa.
Rian akhirnya memilih ikut karena ternyata ada orang yang berani membawa nama kelompok mafianya King Devils. Dia tak terima nama organisasinya dirusak oleh orang tak bertanggung jawab.
__ADS_1
Rian merasa terhina karena kelompok mafianya tidak pernah merampas hak milik orang lain. Dan saat ini orang itu memakai nama King Devils untuk menekan dan merampas harta Adams. Itu merupakan penghinaan untuknya.
"Apa papi akan menghajar orang itu?"
"Tentu saja, Inna. Mereka sudah menjual nama King Devils untuk tujuan tidak baik. Itu merusak reputasi papi. Papi akan memberi pelajaran pada mereka."
Zafrina hanya tersenyum. Raiden dan Zicco sedang mempelajari berkas dan surat asli kepemilikan perusahaan milik Adams. Jika dari mana Raiden dan Zico mendapatkannya berkas dan surat itu, tentu saja jawabannya adalah semua itu berkat usaha Zafia dan kenalannya yang kebetulan memang tinggal di Jerman.
Kenalan Zafia adalah seorang hacker yang pandai menyamar. Zafia meminta kenalannya itu untuk menyusup ke perusahaan Adams dan membobol sistem pertahanan dan data rahasia perusahaan itu. Dua hari berselang setelahnya, semua berkas milik Adams sudah dikirim pada Zafia dan langsung Zafia serahkan pada Raiden untuk diselesaikan.
Pesawat pribadi Al Fares baru saja mendarat di bandar udara Frankfurt. Rian sudah dijemput oleh orang-orang kepercayaannya yang bernaung dibawah organisasi King Devils.
"Kita ke markas dulu. Aku ingin mengumpulkan semua orang, tanpa terkecuali," ujar Rian dingin pada pria berbadan tegap di depannya.
"Baik, Tuan."
__ADS_1
Zafrina memasang wajah datar begitu juga dengan Raiden dan Zicco. Aura mereka benar-benar mampu membuat siapapun akan merinding jika berhadapan dengan mereka.
Zafa menghubungi Zafrina. Dia mengatakan belum bisa menyusul, tapi jawaban Zafrina justru membuat Zafa tertawa.
"Kehadiranmu tidak di perlukan lagi disini, Kak. Kau hanya tinggal terima beres. Semua masalah uncle Adams akan diselesaikan oleh papiku."
"Kenapa jadi melibatkan uncle Rian?" tanya Zafa keheranan.
"Itu karena yang merampas harta uncle Adams memakai nama King Devils."
"Apa kau serius, Inna?"
"Tentu saja. Sudah sebaiknya kakak luangkan banyak waktu untuk triplet. Biar di sini kami yang urus."
Setelah Zafrina mengatakan itu, sambungan telepon mereka langsung terputus. Zafa menghela napas lega. Dengan begini dia tak perlu meninggalkan Star dan triplet.
__ADS_1
...****************...