Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 65. Jangan Membuatku Khawatir


__ADS_3

Zafa tiba di rumah dengan terburu-buru. Dia khawatir Star akan merajuk karena ponselnya mati. Namun, begitu Zafa masuk ke dalam kamarnya, Zafa justru mendapati Star yang sudah terlelap. Zafa langsung masuk ke kamar mandi, dia tak mau menyentuh Star sebelum memastikan dirinya bersih dari debu dan kotran dari luar.


Selesai mandi, Zafa berbaring di samping Star. Dia memeluk perut Star dari belakang. Star yang merasakan kehadiran suaminya langsung membuka mata.


"Dari mana saja? Kenapa sulit dihubungi?" tanya Star tanpa membalikkan badannya.


"I'm sorry, Baby. Aku lupa mengisi daya ponselku. Tadi aku sedang ada urusan dengan Raiden dan Zico," ujar Zafa sembari mengusap perut Star hingga membuat Star kegelian.


"Lain kali kau bisa meminjam ponsel merea untuk menghubungiku, jangan membuatk mat penasaran."


"Hal ini tidak akan terulang lagi, Sayang. Aku benar-benar minta maaf padamu. Maaf sudah membuatmu khawatir."


Star akhirnya membalikkan tubuhnya. Matanya menatap netra suaminya yang meneduhkan. Star mengusap dagu Zafa yang ditumbuhi bulu.

__ADS_1


"I miss you. Jangan pernah meninggalkan aku tanpa kabar."


"Ya, aku janji." Zafa mengecup bibir Star dengan lembut.


"Apa kau sudah melihat persiapan makan malamnya, Honey?" tanya Star.


"Belum, tapi aku yakin mommy pasti sudah mngurusnya dengan baik. Prioritasku itu adalah kamu dan triplet"


"Jika begitu aku mau menemani momy saja di taman," kata Star.


Star kembali memejamkan matanya dengan tangan melingkar erat di tubuh suaminya. Zafa hanya membiarkannya saja. Dia meletakkan bantal kecil dibawah perut Star untuk menahan perut Star.


Zafa bersyukur, Star tidak merajuk. Padahal bayangannya tadi, dia perlu waktu untuk membujuk Star. Zafa ikut memejamkan matanya karena waktu masih menunjukkan pukul 4 sore. Mereka tidur berhadapan dan saling berpelukan.

__ADS_1


Malam harinya, semua anggota keluarga Star dan anggota keluarga Zafa berkumpul, minus keluarga Zayn dan Zayana. Karena Mereka kemarin hanya datang sebentar. Mereka tak bisa pergi lama-lama karena masih memiliki urusan.


Makan malam kali ini mengusung konsep seperti makan malam kerajaan. Meja panjang sudah tertata di tengah taman, mereka semua duduk mengelilingi meja itu. Hari ini mama Dian yang menjadi Chef untuk menu makan malam kali ini. Semua serba menu khas nusantara. Ini semua atas permintaan Star.


Mereka menikmai hidangan tanpa bersuara. Hanya denting suara sendok dan piring yng beradu yang terdengar. Cecilia nenek Star sangat menikmati hidangan yang disajikan. Dia memuji makanan masakan mama Dian adalah yang terbaik.


"Star, dimana kau ingin melahirkan nanti?" tanya Cecilia usai mereka makan.


"Aku juga belum tahu, Nek. Mau melahirkan dimana pun, aku tidak masalah. Asal dokternya berkompeten dan tentunya suamiku juga harus menemani."


"Nanti jika sudah dekat waktunya, kabari nenek. Nenek juga mau menunggui kelahiran cicit nenek."


"Tentu saja, Nek. Aku pasti akan mengabarimu."

__ADS_1


Mereka semua mengobrol dengan santai. Banyak hal yang mereka bicarakan. Bahkan Adams dan Zico sepakat akan melakukan kerja sama. Star bahagia, kini dia di kelilingi keluarga yang sangat menyayanginya. Star malam ini dikuasai oleh para iparnya yaitu Zafia dan Zafrina. Mereka membicarakan hal-hal seputar kehamilan dan bersalin.


...****************...


__ADS_2