
Star dan Cecilia saling berpelukan. Star terlihat nyaman bersandar di pelukan neneknya. Cecilia sangat senang melihat cucunya. Dari foto yang dibawa Lionel, menurut Cecilia wajah Star tidak mirip dengan Arabella.
"Aku senang sekali bisa bertemu denganmu, Grandma."
"Grandma juga senang bertemu denganmu, Sayang. Kau sangat beruntung memiliki suami seperti suamimu. Kau harus menjaganya baik-baik."
Star menoleh dan menatap ke arah Zafa, Ya dia akui memang suaminya benar-benar pria extraordinary.
"Aku pasti akan menjaganya dan mengawasinya," kata Star sembari terus menatap ke arah Zafa.
Cecilia tertawa. Dia menyuruh Zafa dan Star ke kamar untuk beristirahat. Karena setelah itu, nanti malam akan ada kejutan kedua untuk Star. Namun, hanya Lionel dan Cecilia yang tahu, karena untuk kejutan kedua ini, Lionel tidak melibatkan Zafa.
Bagi Lionel, Zafa sudah cukup banyak melakukan banyak hal untuknya dan Star. Jadi dia tak ingin terus merepotkan suami Star itu.
Di dalam kamar, Star kembali menghambur memeluk Zafa. Pria itu tak segan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
"Thankyou, thankyou very much. Aku tidak salah menerima lamaranmu. Kau benar-benar melebihi ekspektasiku. Aku benar-benar beruntung. Terima kasih," kata Star.
__ADS_1
Gadis itu sudah menangis lagi. Namun, tangisan kali ini adalah tangis bahagia. Zafa mengusap punggung Star dengan lembut.
"Kenapa sekarang kau sangat cengeng, Baby."
"Itu karena dirimu."
Star mengurai pelukannya. Dia menangkup wajah Zafa dengan kedua tangannya.
"Kau harus ingat ini. Aku tidak akan menyerahkan dirimu pada wanita mana pun. Meski semua masa lalumu berkumpul dan berkonspirasi untuk merebutmu, Aku akan memperjuangkanmu hingga titik darah penghabisanku."
"Kau berlebihan, Baby, tapi aku suka." Zafa langsung menyesap bibir Star. Dia tak kepikiran untuk melirik wanita mana pun. Baginya Star adalah dunianya. Namun, dia tak mau mengatakannya karena tak ingin membuat istrinya besar kepala.
"Apa kau mau menemaniku mandi, Baby?"
"Of course, Honey."
Zafa berjalan masih dengan Star berada di gendongannya. Dia menyalakan air di bathtub dan mengisinya. Star turun dari gendongan suaminya. Dia melepas coatnya dan mengambil sabun aroma therapi. Star menuangnya di atas bathtub. Zafa juga mulai melucuti pakaiannya.
__ADS_1
Star melirik suaminya lewat ekor matanya. Meski sudah pernah melihat tubuh telan*jang Zafa. Namun, Star tetap berdebar tiap Zafa membuka bajunya.
"Kau tidak melepas bajumu?" tanya Zafa sembari mematikan kran air. "Atau kau mau aku yang melepaskannya?" godanya.
"Ti_tidak. Aku bisa melakukannya sendiri."
"Kau sudah melihat seluruh bagian tubuhku, Star sayang. Kenapa kau terlihat gugup." Zafa mendekat di belakang tubuh Star dan berbisik di telinga Star. Bibirnya menyentuh cuping telinga Star, hingga membuat wajah Star memerah.
Zafa membalik tubuh istrinya, Star memejamkan matanya. "Open your eyes baby."
Star membuka matanya. Jujur sekarang jantungnya sedang berdebar tak santai melihat senyum Zafa. Zafa menyentuh dagu Star. Kedua netra mereka saling mengunci. Senyum Zafa semakin lebar. Dia menunduk dan mengecup bibir Star.
Star mengalungkan tangannya di leher Zafa. Dia mulai membalas ciuman suaminya. Tangan Zafa bergerak melepas baju yang dipakai oleh istrinya. Namun, bibir keduanya masih saling *******.
Desa*han lirih terdengar dari bibir Star, saat tangan Zafa mulai memijat dadanya. Zafa menuntun tubuh Star bersandar di tembok. Zafa menarik turun celana Star hingga membuat Star memekik.
Desa*han dan erangan sepasang suami istri itu mulai menggema di kamar mandi. Zafa bergerak menghentak tubuh Star dengan posisi berdiri.
__ADS_1
"Aakh, honey." Lengan Star bertumpu dibahu Zafa. Tubuhnya terhentak mengikuti gerakan Zafa. Keduanya masih saling menatap. Zafa kembali melu*mat bibir Star saat dia merasakan inti tubuhnya semakin mengetat dan lalu tak lama Zafa mengerang. Pusakanya memuntahkan benih di rahim Star.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...