Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 61. Kunjungan Tak Terduga


__ADS_3

Sementara itu, di rumah sakit. Obat bius Star mulai habis. Wanita itu meringis kesakitan. Padahal dokter sudah memberikan obat yang terbaik untuk Star.


"Aku akan panggilkan dokter dulu, Baby."


"No, don't go any where."


"Tapi aku tidak tega melihatmu kesakitan begini," ucap Zafa.


"Maaf lagi-lagi aku membuatmu khawatir."


Star mendesis, Lengannya seperti akan lepas dari tubuhnya. Matanya tampak berkaca-kaca. Zafa memeluknya.


"Katakan apa yang harus aku lakukan agar kau tidak kesakitan seperti ini?"


"Ini sudah jauh lebih baik, Honey. Aku hanya perlu pelukan darimu," kata Star. Ucapan wanita itu terdengar seperti sebuah rayuan bagi Zafa.


"Kau yakin?"


"Hmm .... " Star memejamkan matanya. Ia berharap rasa sakitnya segera sirna. Ketiga bayi dalam kandungannya pun seakan bisa merasakan rasa sakit ibunya. Star merasakan gerakan di dalam perutnya.


"Ku rasa mereka sedang menghiburku." Star menarik lembut tangan Zafa dan meletakkannya di atas perutnya.


"Kau bisa merasakannya? Mereka bergerak, Honey," ujar Star lagi. Zafa tersenyum, dia bersyukur ketiga bayi Star di dalam perut baik-baik saja."

__ADS_1


Waktu beranjak malam, Star sudah terlelap dipelukan Zafa. Tadi dokter visit dan memberikan obat penghilang rasa sakit pada Star.


Zafa mengirimkan pesan pada adik iparnya untuk menanyakan Robert. Raiden mengatakan jika Zafa tidak perlu mencemaskan pria tua itu. Dia bisa menghajar Robert nanti setelah Star pulang dari rumah sakit.


Sesaat Zafa menatap Star, dia bersyukur Star dan triplet baik-baik saja. Jika saja terjadi hal yang buruk saat itu salah satu diantara mereka. Zafa pasti akan menggila.


Keesokan harinya, Saat membuka mata, Star dikejutkan dengan kehadiran nenek, paman dan Ayahnya. Wajah Star terlihat datar saat melihat Adams.


Lionel mendekati Star dan memeluk keponakannya itu dengan hati-hati. Star membalas pelukan Lionel. Pamannya pasti sangat kaget mendengar kabar dirinya tertembak.


"Maaf uncle meninggalkanmu. Kamu jadi tidak ada yang mengawasi."


"Siapa yang bilang, suamiku menyiapkan banyak bodyguard untukku, tapi memang aku sedang mengalami nasib sial saja waktu itu, Uncle. Lagi pula aku sudah baik-baik saja."


Star menepuk bahu pamannya. Candaan itu memang selalu Star lontarkan saat pamannya tidak mau menuruti kemauannya atau saat pamannya tidak mendukung apa yang dia lakukan.


"Mommy pasti akan bingung mencari uncle karena uncle pindah sangat jauh."


Lionel tertawa. Dia mengurai pelukannya dan mengusap kepala Star. Cecilia pun kini ikut mendekat. Star kaget luar biasa melihat neneknya berjalan."


"Nenek kau bisa berjalan?"


"Tentu saja, sangking kagetnya nenek mendengar kau tertembak, pada akhirnya malah membuat nenek bisa berjalan, Star.".

__ADS_1


"Aku senang nenek akhirnya berjalan. Kelak nenek bisa menggendong cicit nenek."


"Bagaimana keadaanmu?"


"Sudah jauh lebih baik, Nek."


"Star, ada yang ingin ayahmu bicarakan denganmu. Maukah kau bicara dengannya?"


Star melirik Adams yang sejak tadi diam memandanginya. Star menoleh ke samping dimana suaminya berada.


"Tapi aku mau suamiku tetap di sini."


"Ya, Zafa akan menemanimu. Nenek dan pamanmu akan keluar sebentar untuk mencari sarapan. Kalian bicaralah dulu."


Setelah itu, Cecilia dan Lionel keluar dari ruang perawatan Star. Menyisakan Adams, Zafa dan Star. Adams terdiam sesaat. Namun tak lama dia mendekati ranjang Star.


"Star, maafkan Daddy. Daddy tidak bermaksud menyinggungmu waktu itu. Daddy hanya syok karena sejak awal aku dan ibumu berhubungan kami tidak berencana memiliki anak dalam waktu itu. Saat itu aku dan ibumu masih sama-sama muda, hubungan kami berjalan begitu saja meski berulangkali nenekmu melarang."


"Dia bukan nenekku," desis Star. Zafa mengusap punggung Star agar Star tidak emosi.


"Saat itu tidak hanya ibumu yang menderita, tapi daddy juga sama seperti ibumu. Bahkan Daddy tidak mau dekat dengan siapapun dalam waktu yang cukup lama setelah dipisahkan dari ibumu. Daddy minta maaf atas sikap daddy. Jika Star mau memaafkan Daddy. Daddy janji akan membawa Star ke Spanyol. Daddy akan perkenalkan Star dengan adik-adik Star."


Star tidak menjawab apapun. Dia tetap diam dan hanya menatap ayahnya. Dia tak tahu dengan perasaan rumit yang sedang dia rasakan saat ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2