Ditaklukkan Gadis Tengil

Ditaklukkan Gadis Tengil
Bab 48. Ayah?


__ADS_3

Malam ini akan menjadi malam yang mungkin tak akan Star lupakan. Star sudah memakai pakaian yang Zafa siapkan. Bahkan Zafa meminta Star untuk berhias. Meski tak tahu kejutan apa yang Zafa siapkan untuknya, tapi Star tetap menuruti apa perintah suaminya.


Star berdiri di depan cermin mematut dirinya. Sebuah gaun model Strapless berwarna hitam bergaya Gotic Glam membalut tubuhnya dengan cantik. Wajahnya memakai riasan natural yang tak terlalu mencolok. Rambut Star dibiarkan terurai begitu saja.


"Kau sudah siap, Baby."


"Tentu saja, Honey. Apa kita akan makan malam romantis kali ini?" tanya Star.


"Tidak, kita akan makan malam biasa dengan nenek dan paman Lionel."


"Jika begitu kenapa aku harus berdandan seperti ini? Ku kira kita akan makan malam romantis."


"Lain kali saja. Jika kita ke Valencia, aku akan mengajakmu makan malam romantis di tepi pantai."


"Oh ya?"


"Tentu saja nyonya Ardana. Sekarang ayo kita keluar. Nenek kedatangan tamu spesial."


"Dari mana kau tahu?"


"Itu rahasia." Zafa mengerling dan mengecup kening Star sesaat. Mereka bergandengan menuju ruang makan.


Di ruang makan sudah ada Cecilia, Lionel dan Adams. Cecilia mengundang pria itu dan memintanya datang sendirian. Meski sempat menolak, tapi Adams akhirnya datang memenuhi undangan.

__ADS_1


Saat Adams tiba di ruangan itu, ekspresi pertama yang Adams tunjukkan adalah ekspresi kaget melihat Lionel. Dia masih mengingat pria itu. Sesaat Adams terdiam dan terpaku.


"Hai, long time no see."


Lionel lalu memeluk Adams dengan erat. Melihat pria itu membuat Lionel teringat akan saudarinya. Adams membalas pelukan Lionel. Namun, matanya mengedar. Dia penasaran dimana saudari Lionel yang hampir membuatnya gila dulu.


"Ada apa ini aunty? Kenapa aunty mengundangku dan melarangku mengajak anak dan istriku?"


"Aku minta maaf sebelumnya, Adams, tapi aku ingin bicara denganmu terlebih dulu, aku tidak mau pembicaraan ini nanti merusak rumah tanggamu."


Alis Adams bertaut. Meski masih bingung, dia tetap duduk di kursinya saat Cecilia mempersilakannya. Adams masih tak mengalihkan pandangannya dari Lionel. Apa dia datang sendirian untuk mencarinya? Tapi dari mana Lionel mengenal aunty Cecilia?


Adams bahkan tak tahu harus memulai bicara dari mana, tapi saat dia masih memilih kata untuk memulai pembicaraan tiba-tiba Zafa dan Star masuk ke ruang makan.


Star belum menyadari siapa tamu neneknya. Dia duduk di sebelah neneknya, lalu saat mengangkat wajahnya, Star dibuat kembali mematung seperti tadi siang saat dia bertemu neneknya.


"Star, perkenalkan dia adalah Adams Felipe Gellardo."


Mendengar nama itu, Star semakin membeku. Dia sangat tahu nama itu, Nama yang selalu disebut oleh ibunya di dalam diari.


"Dia ini adalah ayah kandungmu, Star," lanjut Lionel. Dia pun juga menoleh menatap Adams. "Adams dia adalah Starlight, Putrimu, putri yang dilahirkan oleh adikku Arabella."


"Pu_putri? Kau jangan bercanda Lionel." Terkejut. Itulah respon Adams. Namun, ekspresi terkejut Adams menghancurkan hati Star. Entah mengapa Star melihat raut penolakan dari wajah itu.

__ADS_1


"Aku tidak bercanda, Adams. Aku tidak ada maksud apapun. Star hanya ingin bertemu denganmu."


"Ta_tapi bagaimana bisa?"


Star meremas jemarinya di bawah meja. Zafa menggenggam tangan Star hingga membuat Star seketika menoleh.


'Semua akan baik-baik saja. Tenanglah.' Zafa berbicara tanpa suara, tapi Star bisa melihat jelas apa yang suaminya katakan.


"Kenapa kau tampak tak percaya. Apa kau meragukan adikku? Adikku bukan gadis murahan Adams. Dia hampir mengatakan kehamilannya padamu, tapi kau sudah terlanjur pergi."


"Aku pergi karena ibumu menolakku," kata Adams.


Star tiba-tiba berdiri hingga kursinya berderit. Zafa dan Cecilia sampai dibuat terkejut.


"Baby ..."


"Maaf honey, Grandma. Aku sedang tidak enak badan. Aku rasa aku tidak bisa ikut acara makan malam ini."


Star langsung berbalik pergi. Entah apa yang dia rasakan saat ini. Dia hanya merasa sakit mendengar ayahnya berkata bagaimana bisa? Pertanyaan yang benar-benar konyol menurut Star. Pria yang diperkenalkan sebagai ayahnya seperti menolak kehadirannya.


Zafa langsung bergegas menyusul istrinya. Dia tak menyangka akan seperti ini jadinya. Seharusnya dia memastikan dulu sebelum mempertemukan Star dan ayahnya. Jika sudah seperti ini Zafa yakin Star pasti akan sakit hati.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2