
Star terdiam dalam dekapan Zafa. Sesampainya di kamar mereka, Star langsung ke kamar mandi meninggalkan suaminya yang masih harus memberikan tips pada bellboy yang mengantarkan barang-barang mereka.
Star mencuci wajahnya. Dia menghembuskan napasnya kasar. Sesaat dia memang sempat dikuasai emosi, tapi tak lama kemudian dia sedikit bisa merasa tenang karena respon Zafa pada mantan kekasihnya terkesan dingin.
Zafa menyusul Star setelah menutup pintu kamarnya. Dia memeluk perut istrinya dengan erat.
"Maaf. Aku sungguh tidak tahu jika dia ada di sini."
"Lupakan, Honey. Aku tidak mau membahas dia di tempat ini. Aku hanya minta padamu jangan pernah menanggapinya," ujar Star sembari mengusap lengan Zafa yang melingkar di perutnya. Star dan Zafa saling menatap lewat cermin.
Zafa membalik tubuh Star dan lalu dia mengangkat tubuh Star agar duduk di atas meja marmer wastafel.
"Percayalah, sejak aku memintamu menjadi istriku, maka hanya kamu satu-satunya wanita yang akan bertahta di hatiku selain ibuku."
__ADS_1
Star tersenyum, dia membelai wajah suaminya. Netra coklat terang Zafa memperlihatkan semuanya. Tanpa ragu Star memagut bibir Zafa dengan rakus.
"Kau hanya milikku, aku tidak suka milikku di sentuh wanita lain," ujar Star setengah berbisik dengan bibir yang masih menempel di bibir suaminya.
"Aku milikmu, Star. Jika kau mau kau bisa mengikatku seharian di kamar," ucap Zafa sembari mengerling nakal. Star tak tahan untuk tidak mencium suaminya. Dia kembali memagut bibir Zafa dengan penuh kelembutan.
Sementara itu, Alexa masih berdiri mematung di loby. Air matanya masih terus menetes. Dia tak menyangka akan bertemu Zafa di sini, terlebih lagi saat ini Zafa sudah menggandeng seorang wanita muda yang mengklaim Zafa sebagai suaminya.
Hati Alexa terasa hancur. Ingatannya kembali melayang pada kejadian beberapa tahun silam saat mereka masih bersama.
Sekarang, melihat Zafa lagi dan tersenyum pada gadis lain membuat hati Alexa terasa sakit. Dia lama pergi dan tak kembali karena ayahnya terus mengawasi dirinya, bahkan Ayahnya juga menjodohkan dirinya dengan seorang laki-laki tua.
Namun 2 tahun yang lalu suaminya sudah meninggal. Alexa berniat mencari Zafa. Namun, lagi-lagi ayahnya selalu menghalangi. Dia selalu mengatakan jika Zafa hanya tampan saja, tapi secara finansial tidak bisa diharapkan. Alexa sudah berusaha menjelaskan pada ayahnya tentang Zafa. Namun, ayahnya seolah sangat membenci Zafa.
__ADS_1
"Kenapa kau lama sekali, Alexa." Seorang pria paruh baya menyentuh bahu Alexa.
Alexa buru-buru menghapus air matanya. Dia menoleh dan tersenyum terpaksa.
"Maaf, Dad. Aku bertemu dengan temanku."
"Siapa?"
"Aku juga lupa namanya. Dia sepertinya temanku saat junior high School karena aku tak mengingatnya."
Gorge ayah Alexa mengernyit. Wajah putrinya sembab. Dia tahu jika Alexa sedang berbohong padanya, tapi dia tak peduli. Yang penting sekarang dirinya akan menjodohkan Alexa dengan rekan bisnisnya.
Gorge jadi ketagihan menjodohkan Alexa dengan rekan bisnisnya, karena dia bisa ikut menikmati uang asuransi dari kematian suami Alexa yang terdahulu. Baginya Alexa adalah alat yang bisa dia pakai untuk tidak perlu bersusah payah bekerja.
__ADS_1
...****************...