
Star dan Zafa akhirnya landing di bandara El Prat Aeroport De Barcelona. Suhu di musim dingin di kota itu bisa mencapai 0° celcius. Zafa merapatkan coat yang dipakai oleh Star. Dia melilitkan Syal tebal agar istrinya tak kedinginan.
"Seharusnya kita landing di Barajaz Madrid, tapi setelah aku pikir-pikir aku ingin kau menikmati kota Barcelona dulu sebelum jalan-jalan ke Madrid," kata Zafa.
"Kemana pun asalkan ada dirimu, aku akan ikut. Tidak masalah mau itu di Madrid atau Barcelona atau Granada bahkan Valencia. Aku ingin mengukir hari indah bersamamu, dosen tampanku. Jika perlu kita mencetak keturunan kita di sini sebanyak mungkin," jawab Star random.
Zafa tersenyum dan mengacak rambut istrinya. "Kau membuatku kehabisan kata-kata."
"Lalu kita akan menginap di mana?"
"Kita akan menginap di hotel El Palace Barcelona. hotel itu berada di pusat kota. Dari sini mungkin kurang lebih setengah jam."
"Lalu paman Lionel menginap di mana?"
"Dia berada di tempat terbaik sepanjang hidupnya. Kau tidak usah memikirkannya. Yang jelas dia pasti bahagia menikmati hari-harinya di sini. Yang perlu kau pikirkan adalah busana apa yang akan kau kenakan untuk menyenangkanku."
"Kau sangat mesum, Honey."
"Tentu saja. Aku pria dewasa normal, Baby."
"Oke ayo, aku sudah tak sabar."
__ADS_1
Zafa menghentikan sebuah taksi. Dia ingin perjalanan honey moonnya berjalan natural apa adanya.
Setelah supir menaikkan kopernya ke bagasi. Mereka langsung menuju ke hotel yang sudah di reservasi oleh Zafa.
Star memandang ke luar jendela sembari menatap jalanan yang dilewatinya, dia sangat menikmati perjalanannya kali ini. Kota Barcelona memang sangat indah.
"Apa sebelumnya kau pernah ke sini, Honey?" tanya Star. Dia merasa suaminya sangat pandai berbicara dengan bahasa Spanyol.
"Aku beberapa kali mengunjungi negara ini bersama keluargaku."
"Liburan?"
"Liburan sekaligus bekerja," kata Zafa sembari mengecup pipi Star.
"Si, Senor. Nos acabamos de casar."
Supir itu melihat kemesraan Star dan Zafa lewat kaca tengah, ia lalu menanyakan apakah Zafa dan Star baru saja menikah dan Zafa mengiyakannya.
Taksi berhenti tepat di depan hotel. Zafa memberi tips lebih pada supir taksi yang ramah itu. Zafa mengandeng tangan Star dan memasuki lobi hotel.
"Tunggu di sini. Aku tidak akan lama," ujar Zafa sembari mendudukkan Star di sebuah sofa. Star mengangguk. Dia benar-benar bahagia diperlakukan baik oleh pria itu.
__ADS_1
"Zafa ...." Seseorang tiba-tiba memanggil nama Zafa. Star menoleh, dia melihat seorang wanita cantik berdiri menatap suaminya dengan tatapan penuh kerinduan.
Zafa menghela napas kasar. Dia berbalik dan menatap wanita yang memanggil namanya.
"Apa aku mengenalmu?" tanya Zafa dengan dingin dan datar.
"A_aku minta maaf, Zaf. Aku .... "
"Baby, ayo." Zafa sama sekali tak mempedulikan wanita itu. Baginya tidak perlu berbasa-basi dengan orang-orang dari masa lalunya.
Star berdiri dan memandang wanita itu sekilas. Namun, saat seorang bellboy mengambil koper Zafa dan Star. Wanita itu tiba-tiba memeluk pinggang Zafa.
Star langsung menghampiri wanita itu dan menariknya.
"Apa yang kau lakukan pada suamiku?" ujar Star dengan suara meninggi. Zafa menarik tangan Star dengan lembut dan memeluknya.
"Pergi dari hadapanku, Alexa. Mulai sejak kau pergi dari kehidupanku. Aku tidak mau mengenalmu lagi."
"I'm sorry, Zaf. Aku melakukan semuanya demi kamu," ujar Alexa dengan air mata yang sudah berlinang.
Zafa segera memerintahkan bellboy itu untuk membawa koper mereka dan Zafa juga langsung pergi dari sana tanpa mempedulikan tangisan Alexa.
__ADS_1
...****************...