
Seminggu berlalu setelah kejadian dimana Wewen mengajak ketemuan dengan Kania Yuda tak pernah menemui Kania.Kania pun merasa sudah terbiasa"mungkin Yuda telah memutuskan memilih dia" pikir Kania.
Siang ini Kania pulang sekolah sendiri karena Hana sedang mengikuti kegiatan extra kulikuler sekolah.Kania memilih menunggu bis dihalte dari pada nunggu dicafe sendirian bagai mana nanti saat dia sendiri Wewen datang melabraknya pikir Kania. Kebetulan bis yang Kania naiki tidak begitu padat hingga Kania tidak perlu sesak se sesak hati nya.Kania yang kebetukan duduk dekat jendela memilih melihat pinggiran jalan yang dilewati ditengahbperjalanan bis berhenti terlihat di luar Yuda memarkirkan mitornya dan masuk kedalam bis.Jantung Kania berdebat merasa senang juga merasa belum siap bertemu Yuda Kania yang masih dengan pemikiran nya Yuda sudah berdiri disebelah kursi yang diduduki nya.
"neng turun yu pulang bareng Aa" Kania yang merasa bingung antara ikut atau tidak tapi karna takut dimarahi penumpang lain yang menunggu lama bis berhenti Kania pun menurut mengikuti Yuda tanpa sepatah kata pun.
"makasih bro" Yuda menepuk sang sopir.
"sama-sama" si sopir mengacungkan jari jempol pada Yuda.
Sampai didepan motor yang Yuda parkirkan Kania masih berdiri Yuda memasang helm dikepala Kania.Yuda menuntun Kania kejok bagian motornya Yuda yang telah duduk memegang stang motor melirik ke arah Kania yang masih berdiri.
"ayo neng nunggu apa lagi" Yuda menarik tangan Kania menuntunnya duduk dibagian belakang,menempatkan tangan Kania keperutnya untuk berpegangan.
Entahlah Kania hanya diam menurut,Yuda yang kelihatan seperti tidak terjadi apa -apa wajah tak berdosa dengan senyum mempesona yang selalu meluluhkan hati Kania.Yuda memarkirkan motornya dirumah makan sederhana.Tidak ada lestoran mewah diperkampungan.
"Aa laper neng kita makan dulu ya" yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Kania.
"mau makan apa neng" mereka duduk lesehan bersebelahan.
"apa aja samain aja sama Aa" Yuda pun memesan makanan.
__ADS_1
"neng besok Aa mau pergi ke Pangandaran sama temen-temen neng ikut ya".
"ga tau aku mesti ijin dulu sama mama"
"kalau mau Aa besok jemput neng jam 7"
"Aa minta ijin sama mama aja" makanan pun datang mereka makan dengan keheningan.
Setelah selesai makan Yuda mengajak Kania melanjutkan perjalanan pulang.
Sampai dirumah Kania Yuda pun ikut masuk ke rumah Kania.
"ia sok mangga Aa disini setia menunggumu"
"bohong banget tu kata-kata" Kania berlalu menuju kamarnya.
Dari dalam Kamar Kania terdengar Yuda yang berbincang dengan mama nya.
"semoga A Yuda berani minta ijin sama mama akunpengen banget liburan" Kania berbicara sendiri dikamarnya.
Selesai mandi Kania keluar kamar menemui Yuda diruang tamu dengan stelan kebanggaan Kania kaos oblong dengan celana longgar selutut.
__ADS_1
"kemirin dia bilang gini mama uang jajan mesti ditambahin sekarang harga gorengan aja naik apalagi ongkos naik bis" mama Kania curhat pada Yuda.
"mama ngomong apa sih,malu-maluin deh" Kania cemberut dengan wajah memerah.
"udah ah mama mau lanjut masak dulu" mama berlalu membiarkan Kania dan Yuda diruang tamu.
"papa kemana neng?"
"ada kerjaan diluar kota"
"kaya dah lama ya Aa ga jetemu"
"baru dua hari yang lalu berangkatnya,Aa nya yang kemana aja"
"ada aja lagi banyak kerjaan jadi ka bisa kemana-mana"
"kerjaan apa kerjaan"
"ih serius kerjaan banyak terus semua nya diburu-buru lagi"
Ingin sekali rasanya Kania bertanya masalah Wewen tapi Kania tak berani.Setelah salat isya Yuda pun pamit.
__ADS_1