
Kania ikut pulang bersama Hito. Kali ini Hito membawa motor.
"ada apa sih kok kaya penting banget" Kania tak bisa lagi menyimpan ke kepoannya.
"temenin aku nengok temen dirs"
"oh...kirain ada apa gitu kaya penting banget"
"ya emang penting,lagian kamu aku chat aku aku telepon ga ada jawaban"
"aku ga bawa hp tadi abis batre jadi dicas dirumah"
"berangkat dari abis asar baru nyampe mesjid magrib kayanya ga jauh-jauh amat dari rumah kemesjid"
"dibahas lagi aku kan udah bilang tadi dirumah Dewi ngerjain sesuatu"
"ngerjain apaan"
"ah itu urusan cewek,kenapa ga berangkat sendiri aja"
__ADS_1
"males ga ada temen dijalan,atau kamu keberatan aku ajak"
"ga gitu cuma ya kamu kan jadi lama nyari aku dulu,berangkatnya kapan?"
"taun depan"
"ih sewot ya kan maksudku sekarang udah waktu magrib gimana kalo sholat dulu aku juga mau ganti baju ga enak naik motor kaya gini apa lagi jauh"
"iya kita sholat dulu dirumah sama minta izin mama"
"kalo ga diizinin gimana? aku kayanya belum pernah keluar malam sama cowok deh ga berani juga minta izinnya"
"oh seperti itu jadi aku ga perlu minta izin lagi dong"
"ya haruslah ga sopan banget maen pergi nanti aku dikiranyulik anak orang"
Setelah shalat magrib Kania dan Hito meluncur menuju rumah sakit tempat temannya dirawat. Ternyata temannya itu kecelakaan saat pulang kerja dan yang bawa mobilnya Hito. Pantes aja Hito kelihatan khawatir banget.
Hito memarkirkan motornya diare parkir rumah sakit. Hito meminta pendapat Kania tentang isi amplop yang akan dia kasih ke temen nya Kania yang hanya seorang pelajar bingung bagi dia duit 100 ribu aja udah gede. Setelah adu pendapat akhir nya Hito memilih pertengahan antara ide Kania sama ide Hito. Belum selesai disana Hito juga meminta Kania mencari apa yang dia harus bawa sebagai buah tangan mereka mampir ke mini market rumah sakit. Kania kembali pusing karena dia belum tau apa yang biasa orang bawa untuk menjenguk orang sakit ide Kania muncul saat sering mendengar teman nya membawakan roti dan susu. Hito langsung setuju dengan ide Kania kali ini.
__ADS_1
Diruangan yang teman Hito tempati sudah ada keluarganya yang jaga. Hito mengutarakan ucapan maaf pada keluarga pasien dan akan bertanggung jawab untuk biaya rumah sakit dan perbaikan mobil. Tapi keluarga pasien menolak katanya musibah bukan kemauan seseorang juga kecelakaan itu terjadi karena kondisi mobil yang tidak terawat. Untung lah keluarga si pasien baik mereka juga malah meminta maaf pada Hito tentang kejadian ini.
Pulang dari rumah sakit Hito mengajak Kania ke warung bakso.
"makan disini apa dirumah"
"terserah" Kania yang masih canggung dengan Hito dia belum berani mengutarakan keinginan nya.
"kalo makan disini takut kemaleman"
"kata mama jangan lewat jam 10"
"masih ada waktu baru setengah sembilan makan disini aja"
Hito memesan 2 porsi dimakan ditempat dan 2 porsi dibungkus untuk mama papa Kania.
Hito tidak tinggal dengan orangtuanya disana dia menempati rumah perusahaan. Orang tuanya tinggal dikota yang berbeda.
-----------
__ADS_1
Terimakasih yang sudah like dan komen terus dukung aku ya teman-teman.