
"Win coba lu baca nih" Kania memperlihatkan pesan yang dibuat Aris.
"steres kaya nya nih cowok" Wina mengembalikan hp pada Kania.
"bukan nya kebalik ya mestinya tuh gue yang nanya kek gitu,amnesia kali nih orang"
"terus teteh mau jawab apa?"
"kalo gue nih ya ngerasa kita udah ga ada hubungan lagi kalo dilihat dari gerak-gerik dia masa ketemu cuma nyapa doang 'Ka',terus mau nya dia gue gitu yang agresif kaya gini "eh Aa kapan datang aku kangen lho aa kmn aja ko ga ada kabar' najis banget gue mesti kaya gitu"
"kaya cewek murahan ga ada harga diri nya"
"Win punya cowok 2 ko ga ada yang bener ya...nasib-nasib"
"hahaha....." Wina malah tertawa makanya jangan serakah.
"gue bukan serakah tapi nyari cadangan tadinya ek ternyata sama aja" Kania ngedumel.
Wina berpisah dengan Kania karena ia lebih dulu sampai rumah.
Pagi ini tiba disekolah disabut dengan kehebohan Ayu.
__ADS_1
"Ka lu ngasih nomor gue ke cowok ya" Kania yang baru aja ingin duduk sudah mendapat serang pertanyaa.
"iya sory Yu...tapi lumayan lho dia jomlo temen kakak lu yang lu taksirkan dah punya cewek"
"iya...emang ga apa-apa...eh tapi ganteng ga?"
"ganteng dong maka nya gue kasih lu,mapan lagi"
"mapan? emang dia umur berapa?"
"sekitar 25 an lah"
"gue kira anak sekolahan ke kita"
Percakapan berahir dengan datang nya guru.Mereka bejar dengan tenang sampai mapel terahir.Kania dan Ayu keluar kelas menusuri koridor sekolah menuju gerbang.Ayu lebih dulu mendapatkan angkutan Kania yang hari ini pulang sendiri melajutkan berjalan menuju halte.Belum sampai Kania ketempat yang dituju sebuah mobil berhenti disebelah Kania membuat Kania menoleh.Ternyata itu mobil Yuda,Kania hendak masuk ke jok sebelah pengemudi namun diurngkan disana sudah ada yang mengisi ahirnya Kania masuk ke bagian penumpang dibelakang.
"sendiri neng? tumben ga bareng Hana" Yuda bertanya dengan melihat kania dari kaca depan.
"Hana ada eksta hari ini" Kania menjawab singkat hatinya masih tak karuan karena sosok disebelah Yuda.
'apa-apaan ini gue dibawa satu mobil sama rival gue' kania bocara dalam hati.
"Aa pinter ya neng pas banget kamu keluar Aa datang"
__ADS_1
"iya.."Kania menjawab singkat.
Yuda terus mengajak Kania berbincang seolah didalam mobil hanya ada mereka berdua entah lah apa maksudnya dengan keberadaan Wewen disana.Kania hanya menjawab singkat setiap kata-kata Yuda.
Terlihat seorang wanita paruh baya dipinggir jalan,mobil berhenti didepan wanita paruh baya itu Yuda keluar membuka pintu disebelah Kania.Wanita paruh baya itu masuk duduk disebelah Kania.Yuda memasukan barang belanjaan wanita itu ke bagasi kemudian masuk kembali kebagian kemudi dan melanjutkan perjalana.
"itu mama Aa neng" Yuda memberi tahu Kania.Kania melihat wanita itu tersenyum dan mengangguk tanda hormat.
"salam dong sayang" Yuda memerintah Kania.Kania mengikuti arahan Yuda mencium takjim tangan wanita yang kata nya mama nya Yuda Wanita itu tersenyum dan mengusap kepala Kania yang berbalut hijab.
"mama kok sendirian si ade keman kok ga nganter"
"ga tau dari pagi udah ga ada dirumah.Kalo anak laki semua tuh kaya gini persediaan dirumah udah pada abis juga ga ada yang peka mesti mama sendiri yang belanja" mama Yuda mengomel.
"bentar lagi ada mantu ma sabar dulu" Yuda tersenyum kepada Kania dari laca depan.
'maksudnya mantu siapa gue apa tu cewek secara gue sekolah aja belum kelar masih satu tahun lebih lagi' Kania membatin.
Mobil kembali berhenti Yuda keluar membuka pintu belakang kemudian membuka bagasi menurunkan barang belanjaan mama nya.
"duluan neng" mama Yuda pamit pada Kania.
"em...i..ya..." Kania bingung memanggil apa pada wanita itu.
__ADS_1
Mobil kembali melaju membelah jalanan desa melewati jejeran rumah dan sawan.
"mau turun disini" Yuda bertanya bukan pada Kania tapi pada wanita yang duduk disebelahnya yang dijawab dengan gelengan kepala.