
"beneran nih kuat jalan" wajah Kania yang pucat dan sedikit meringis menahan sakit Hito tak yakin Kania bisa jalan pulang.
"pelan-pelan aja yu nanti kalo sakit banget aku berhenti dulu"
"ya udah yu naik aja ga tega aku liat kamu kaya gitu" Hito berjongkong dihadapan Kania.
"apaan ga mau aku malu nanti ada yang lihat"
"serius ga mau" Hito kembali berdiri
"iya lah masa iya aku pulang digendong nanti banyak orang jenguk ke rumah disangka sakit parah lagi"
"kamu duluan kalo gitu takut pingsan biar ada yang nahan"
"ih amit-amit kalo ngomong tuh suka ngasal deh"
"ya kan misal seandainya andaikata jikalau bukan mendoakan yu ah"
Kania berjalan didepan Hito dibelakang sesekali mereka berhenti jika rasa sakit perut Kania terasa dengan setia Hito mengusap usah punggung Kania berharap dapat mengurangi rasa sakitnya. Setelah beberapa kali berhenti mereka akhirnya sampai dirumah Kania.
"tadi ditaruh dimana obatnya" tanya Hito setelah mereka duduk diruang tv.
"itu dikejar sebelah tv" tunjuk Kanada.
"kenapa? sakit lagi?" mama menghadiri mereka.
__ADS_1
"iya dibeliin obat ga mau minun" Hito yang menjawab.
"emang anak itu paling susah kalo disuruh minum obat,bentar mama ambil minum nya dulu" mama kembali kedapur.
"kenapa ga mau minum obat? seneng ya kalo sakit gini ga usah sekolah" Hito mulai gemas dengan kelakuan Kania.
"itu tau hehe" Kania mencoba tersenyum.
"ga lucu" Hito menceburkan bibirnya.
"emang bukan komeng yang suka ngelucu" Kaniaya kembali meringis merasakan sakit perutnya.
"nih minum nya,obatnya minum biar cepet sembuh pegel tangan mama mikirin kamu terus" mama memberikan segelas air pada Kania.
Hito dengan sigap mengambilkan obat kemudian ia membukanya dan menyimpan obat pada telapak tangan Kania. Kania melihat dua orang dengan wajah tak bersahabat itu memaksakan diri meminum obat dengan susah payah hampir saja obatnya kembali keluar Hito menyanggah dagu Kania dengan telapak tangan nya hingga Kania menengadah dan obat pun dapat ditelan dengan selamat. Kania nyengir setelah obat tertelan melihat Hito dan Mama yang memperhatikannya minum obat.
"gimana masih sakit" Hito melihat wajah Kania sudah tak sepucat tadi.
"sekarang udah enakan tapi tiba-tiba ngantuk banget" Kania menutup mulutnya karena menguap.
"kalo ngantuk ya tidur"
"bener nih ga apa-apa aku tinggal tidur"
"beneran lah ngapain bohong"
__ADS_1
"terus kamu sendirian ga apa-apa "
"ya tinggal tidur apa susahnya sih"
"aku tidur disini" Kania merebahkan tubuhnya ditargetkan depan tv kemudian tidur miring dan menutup telinganya dengan bantal. itu lah posisi ternyaman Kania jika tidur siang.
Hito yang melihat Kania tertidur ia ikut rebana dikursi sambil nonton acara tv karena tidak ada acara yang menarik ia pun ikut tertidur.
Mendengar suara adzan keduanya terbangun.
"sholat dulu gih" ucap Kania pada Hito. "dikamar aa aja solatnya kalo ga mau kemesjid aku mau mandi dulu ga enak gerah"
"sama aku juga gerah mau ikut mandi"
"ya tinggal mandi nanti baju gantinya aku siapin dikamar aa"
"kirain mau diajak mandi bareng"
"emang mandi bareng kan tapi beda kamar mandi wew"
"aku ga usah ganti baju ini aja"
"kenapa jorok ih itukah bau matahari"
"ga enak kalo baju aa kamu nanti dia ga mau pake lagi bekas aku"
__ADS_1
"siapa bilang suruh pake baju aa ya baju aku lah" baju Kania memang kebanyakan kaos longgar sama jelas longgar model cowok jadi pasti muat dipake Hito.
"asik dong kalo gitu aku yoo mandi"