
Semenjak berbalas pesan dari situ setiap hari Hitachi tak pernah absen untuk mengirim pesan pada Kanada. Jika pesannya tak Kanada balas Hito dengan cepat mengisi pulsa Kania agar Kania membalas pesannya.
Hari ini Kania tak pergi sekolah karena sakit perut haid. Untung nya Kania tidak rutin haid setiap bulan jadi dia tak terlalu sering izin.
Kania sedang tiduran diruang tv setelah diurutkan mama rasa nyeri Kania sedikit berkurang karna bosan dia melihat siaran tv. Terdengar suara ketukan pintu,Kania tak beranjak karena sudah terdengar langkah kaki mama hendak membuka pintu. Kania merasa ada seseorang yang berjalan menghampirinya ia pun menoleh.
"ih ga kerja?" ternyata Hito yang datang.
"izin" Hito mendekat dan duduk sebelah Kania "kamu juga ga sekolah"
"tadi kan udah aku kasih tau dichat"
"nih aku beli obat buat kamu,minum dulu obatnya biar nyarinya ilang"
"ko bisa tau obat buat nyeri haid"
"ya nanya lah sama orang apoteknya"
"ga malu apa nanya ginian"
"ngapain malu orang aku beli bukan minta"
"ya nantikan disangkapnya yang enggak enggak "
"enggak - enggak apa? biarin ah ga bakal ketemu lagi sama pelayan apoteker juga,udah sana cepetan minum obatnya"
"nanti aja kalo nyeri lagi sekarang udah baikan habis diurut-urut sama mama"
"bener nih cium udah ga sakit lagi"
"serius aku udah enakan"
__ADS_1
"keluar yu cari angin lihat-lihat sekitar sini katanya ada mata air yang jernih banget"
"ok kesana ayo tapi jalannya terjal cuma jalan setapak"
"ga apa yu biar ga bosen dirumah terus"
"aku izin mama dulu"
"jauh ga tempatnya?"
"ga juga"
"kuat ga jalan kesana"
"kuat lah orang aku udah sembuh,eh bentar ga makan dulu kamu belum makankan"
"ga aku udah makan tadi determinan sambil nunggu angkot balik lagi kesini"
"ga modal kerja nanti kalo dipakainya malah berantakan kerjaan aku"
"ga modal kenapa pasti karna ga liat aku seharian ya" goda Kania.
"ih pede enak aja aku lagi malas aja" senyum licik Hito padahal didalam hati ia membenarkan kata-kata Kania. Tapi yang namanya cowok gengsinya tu selangit .
Setelah mendapat izin mama mereka pergi menyusuri jalan setapak melewati perkebunan warga. Jalan tanah yang menurun dan licin karena kurangnya cahaya matahari membuat Kania sedikit kesusahan untuk berjalan. Hito dengan sigap menggenggam tangan Kania membatu menuruni tangga demi tangga hingga sampai ditujuan.
Disana terdapat hamparan sawah luas,sungai,kolam-kolam ikan milik warga yang airnya langsung dari mata air yang keluar dari lubang tanah airnya jernih sehingga ikan-ikan yang ada disana terlihat jelas.
Hito dan Kania duduk diterima kolam setelah menemani Hito berkeliling melihat alam sekitar.
"air nya jernih banget" Hito memecah keheningan.
__ADS_1
"iya dulu sebelum ada PAM warga banyak yang ambil air untuk minum dari sini. Bukan cuma itu banyak yang mandi nyuci disini juga kadang kalo musim kemarau sampai magrib masih rame. Tapi sekarang sepi warga udah pada punya wa dirumah sama air PAM"
"kamu suka kesini juga dulu kalo mandi"
"ga...jarang banget kecuali kalo bareng temen-temen kalo sendiri ga berani aku...horor"
"kata siapa?"
"apanya?"
"disini horor"
"oh banyak orang sini yang udah lihat"
"eh kamu kenapa ko pucat gitu? sakit lagi"
"iya...pulang yu..."
"kuat jalan ga kalo ga kuat aku gendong"
"kuat ayo sedikit-sedikit aja jalan nya"
"tapi kalo ga kuat bilang ya" Hito berdiri iya mengulurkan tangan pada Kania untuk membantu Kania berdiri. Kania pun menerima uluran tangan Hito.
----------------------
Mohon maaf para pembaca terlove-love aku lama upaya nya. Aku kehilangan ide karena galau ditinggal si sulung ke pesantren. Ini baru sedikit mendingan meski belum move on sih. Mohon do'anya semoga anakku betah dipesantren.
Terima kasih yang udah setia dan mampir ke tulisan ku jangan lupa likenya.
Selamat membaca
__ADS_1