
Pagi ini Hito sudah berada dirumah Kania. Sedangkan orang yang Hito kunjungi belum bangun dari tidurnya. Semalam Kania tak bisa tidur nyenyak dia baru bisa tidur setelah shalat subuh alhasil sudah jam 8 dia belum bangun. Mama Kania masuk ke kamar putri bungsunya dia akan memaksa Kania bangun karena pagi-pagi putrinya itu sudah ditunggu pria yang duduk santai diruang tv.
"hehehe. ..udah lama nunggu" Kania terpaksa bangun dan menemui Hito karena mama terlalu berisik.
"itu iler dipipi kamu jorok ih mandi sana" Hito malah menggoda Kania.
"masa sih perasaan aku ga ngiler deh" Kania mengelak tapi ia juga berusaha membersihkan pipinya dengan telapak tangan. Tawa Hito pecah dia berhasil mengerjai Kania. "ih nyebelin" Kania malah lari kembali ke kamarnya.
Selesai mandi ia masih berdiri didepan lemari bingung mau pake baju mana karena tak ada ide ia memanggil mama untuk memilihkan baju untuknya.
Pilihan mama jatuh kepada baju YANG sedikit feminim atasan kaos dengan lengan sesiku dengan kerutan dari bahu ke siku dengan warna hijau dengan jelana jeans putih longgar.
"nanti dijalan beli dulu sesuatu buat buah tangan malu masa mau nengok orang sakit ga bawa apa-apa " mama mulai dengan wejangan nya.
"terus beli apa yang cocok buat orang sakit aku ga tau"
"beli buah-buahan aja biar ga susah nyari" biasanya sepanjang jalan banyak pedagang buah yang dimobil.
"iya ma tapi aku punya uangnya segini cukup ga"
"nih mama tambahin jangan beli terlalu banyak kata Hito orang tuanya cuma tinggal berdua jadi sayang takut ga kemakan "
"udah cantik belum mandi aku" Kania memakai bedak tipis saja dia tak pernah berdandan.
"mayanlah" mama tak pernah memuji anak dihadapannya takut mereka terlalu percaya diri.
__ADS_1
Kania dan Mama keluar kamar menemui Hito yang sedang memanaskan motor diharamkan rumah.
"udah siap" tanya Hito saat melihat Kania.
"ayo...ma kita berangkat dulu" pamit Kania pada mama.
"iya hati-hati dijalan jangan pulang malem "
"baiklah mama" jawab Kania.
Hito memang tak sekarang Yuda dengan mama Kania. Hito masih terlihat canggung pada keluarga Kania.
Kania meminta Hito berhenti disebuah lapak buah dia mengutarakan maksudnya pada Hito. Hito pun setuju dengan ide Kania. Setelah Kania selesai milih Hito membayar semuanya meskipun Kania bilang dia aja yang bayar tapi Hito menolak.
"ayo turun"
"udah sampai"
"kaget ya rumah ku jelek"
"bukan gitu kaya sepi banget"
"ya disini ya kaya gini mana dirumahnya cuma berdua ga ada anak-anak "
"ayo masuk"
__ADS_1
"ga ngucapin salam"
"oh iya lupa" Hito nyengir "assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab bapak Hito. Kania menyalami bapak Hito. "mak mana pak katanya sakit"
"ada didapur duduk neng" bapak mempersilahkan Kania duduk.
"iya" jawab Kania malu.
"mak udah dua hari meriang"
"ga diperiksa"
"udah dikasih obat sekarang agak mendingan tuh didapur tau lagi bikin apa"
"Yu nemuin mama dulu" ajak Hito pada Kania.
Kania kembali berdiri dan mengikuti Hito kedapur. Didapur mama Hito sedang sibuk mengolah makanan.
"mak sehat" tanya Hito setelah berada disebelah mamanya.
"2 hari kepala pusing badan panas" mama Hito memeluk Hito.
Kania menyalami mama Hito setelah mereka melepas pelukan. Mama Hito tak mengucapkan sepatah katapun pada Kania sampai akhirnya Kania kembali kedepan dan berbincang dengan bapak Hito. Ternyata bapaknya lebih asik dia banyak bertanya tentang keluarga Kania.
__ADS_1