
Bel tanda istirahat pertama berbunyi setelah guru menubggalkan kelas semua siswa mulai ricuh.Termasuk Kania yang sedang membereskan peralatan kedalam tas nya.
"Kania ada yang mau gue omongin sama lu nih" Tita teman satu kelas Kania menghampiri meja Kania.
"ada apa Ta ngomong aja" Tita duduk dimeja dihadapan Kania.
"lu tau Wewen ga Ka?"
"yang anak SMA 4,setau gue dia kakak kelas kita kan"
"iya yang,yang orang semangka sama sama gue"
"dia sering nongrong dicafe sebelah kan,emang kenapa sama dia,persaan gue ga kenal deh cuma tau orang nya aja" Kania mengerutkan kening tanda bingung.Kania memang tau orang yang dibicarakan Tita tapi dia tidak pernah kenal atau saling menyapa.
"lu pacaran sama Yuda?"
"iya...kenapa si Ta jadi ke Yuda lagi,bikin gue nambah bingung"
"Wewen nyuruh gue bilangin ke lu kalo nanti pulang sekolah Wewen pengen ngobrol sama lu dicafe sebelah"
"ngobrol apaan Ta gue ngerasa ga punya urusan sama tu orang"
"yang gue denger sih kalo Wewen tuh pacaran sama Yuda,tapi ga tau bener apa enggak gue juga ga sedeker itu sama Wewen,ya lu temuin aja dulu siapa tau ada hal lain,ga usah terlalu dipikirin liat aja dulu nanti"
"iya Ta..." Kania mematung merasa sesak didadanya.
"ya udah Ka gue kekantin dulu haus,inget santai aja jangan kebawa emosi" Tita turun dari meja berdiri tegak kemudian membalikan tubuhnya berjalan menuju pintu keluar.
__ADS_1
"Ta makasih info sama saran nya" Kania masih tetap diam dibangkunya kata -kata Tita masih terngiang ditelinganya 'Wewen pacar Yuda' trus dia apa...
Sampai bel masuk pun berbunyi Kania tidak berniat meninggalkan Kelas.
"lu dari mana gue tungguin dikantin belakang ga nongol nongol" Ayu yang baru datang dan mendudukan dirinya disebelah Kania.
"ga kemana-mana tadi ngobrol sama Tita disini"
"ngapain tumben ngobrol sama dia emang dia ga sama geng nya" Kania pun menceritakan apa yang ia bicarakan Dengan Tita pada Ayu.
"anjirrrr jadi ceritanya lu diselingkuhin,kejam bener tu orang gatel tangan gue pengen bejek-bejek tu orang" Kania menyenggol lengan Ayu dan menujukan kedepan dengan dagunya guru mapel datang dengan setumpuk buku.Ayu pun mengerti dan berhenti mengomel mereka mengikuti pelajaran hingga bel pulang berbunyi.
Kania dan Ayu bejalan dikoridor sekolah melewati aula.
"lu yakin mau nemuin tu cewek?" Ayu yang masih terlihat emosi melebihi Kania.
"iya gue juga pengen tau yang sebenernya Yu"
"enggak ada Hana yang nemenin"
"goodluck gue doain semoga lu yang menang"
"kaya ikutan lomba aja ada yang menang segala"
"ya kan emang lomba,lomba dapetin cowok hahaha..." Ayu tertawa membuat ketegangan Kania sedikit berkurang.
Ayu pun pamit lebih dulu karna anggkutan yang menuju rumah nya banyak jadi tak perlu menunggu.Kania yang sedang berdiri telonjak kaget saat ada yang menepuk pundaknya dari belakang.
__ADS_1
"kaget woy" Kania memegang dada nya jantungnya terasa berdetak kencang karna kaget.
"sorry sorry habisnya kamu ngelamun sih"
"temenin aku ketemu Wewen dicafet"
"what...ngapain nemuin tu orang?" Kania pun mencetitakan apa yang Tita bilang tadi dikelas.
"is't ok santai,jangan tegang aku dukung kamu tapi ingat jangan mau ngalah janji?" Hana yang sudah mengetahui sipat Kania lebih baik mengalah dari pada pusing dan bikin ribet.
"gimana nanti aja situasinya Han aku ga bisa janji"
"yah kamu kebiasaan deh ayo lah Ka kamu sayangkan sama A Yuda" Hana dan Kania berjalan menuju cafe yang bersebelahan dengan sekolah.
"aku ga tau Han gimana yang sebenarnya kalo masih bisa dipertahankan kenapa enggak,sayang sih sayang kalo bikin pusing mah ngapain dipertahanin" mereka sampai dipintu cafe terlihat Wewen dengan teman nya duduk dimeja pojok,melihat kedatangan mereka Wewen melambaikan tangan.
Kania mendatangi meja Wewen dengan Hana kemudian duduk dihadapan Wewen dengan Hana disampingnya.
"maaf ada apa ya Kak" merasa Wewen lebih tua darinya maka Kania memanggilnya Kakak.
"to the point aja yah lu udah berapa lama hubungan sama Yuda?"
"3 bulan" Kania menjawab jujur dan tidak banyak bicara.
"denger ya Kania lu emang lebih lama sama dia tapi lu ga da apa-apa nya dibandingkan pengorbanan gue buat Yuda.Jadi lu jangan terlalu berharap.Gua ga bisa kalo harus kehilangan dia,gue berharap banget lu bisa ngertiin gue" Wewen terlihat sangat terpuruk.Kania hanya diam mendengarkan tanpa ingin menjawab karna bingung apa yang mesti dia katakan.
Yuda berdiri disebelah Kania memegang pergelangan Kania dan sedikit mengangkat nya.
__ADS_1
"ayo pulang" Kania berdiri melirik Hana dan ikut berdiri.Yuda sedikit menarik tangan Kania sampai Kania mengikuti langkahnya dengan Hana mengekor dibelakang tanpa permisi mereka meninggalkan Wewen.
Yuda membawa Kania keparkiran mobil dia membukakan pintu bagian depan sebelah kiri Kania pun masuk duduk disana.Hana yang mengikuti Kania ikut naik di bagian belakang.Yuda menghidupkan mobil keluar meninggalkan cafe.