
Setelah mandi dan shalat Kania merebahkan badan nya dikasur,menatap langit-langit kamar terbesit hari-harinya bersama Yuda.Sakit hatinya terkubur dengan rasa cinta nya pada Yuda sosok yang humoris dan lembut saat bersama Kania.
Kania ingin sekali bertanya pada Yuda tentang siapa sosok Wewen sebenarnya tapi takut dengan kenyataan jika Yuda lebih memilih wanita itu dari pada dirinya.Belum rela kalau harus melepas Yuda.
Terbesit Aris dipikirannya,tak ada harapan sudah tak ada cinta hanya terbentang jarak diantara mereka.Mereka berdua sama-sama gengsi sama-sama egois untuk memutuskan atau memperbaiki srmuanya.
"Ka,makan dulu" teriak mama dari ruang tv.
"iya ma" Kania beranjak mengganti pakaian dan siap-siap mengaji.
"udah mau ngaji?makan dulu neng dari pulang sekolah belum makan apa-apa"
"udah sore ma nanti ditinggal Wina males jalan sendiri,nanti pulang ngaji aku makan"
"kebiasaan susah makan kamu nanti mag kamu kambuh lagi"
"is doa nya jahat banget mama udah ah aku berangkat,assalamualaikum" Kania mencium tangan mama.
"waalaikumsalam"
Setelah shalat magrib semua siswa ngaji berkumpul membentuk setengah lingkaran menhadap ustadzah yang dipanggil ceuceu.
"hapalan wiridan nya udah tamat ya sekarang tes seorang-seorang siapa yang udah hapal sini maju ke depan ceuceu" Ustadzah memulai pembelajaran.
__ADS_1
Semua saling melirik karena tidak ada yang maju akhirnya Kania yang pertama maju.
"teh pinjem catatan nya takut ada yang lupa mau hapalin dulu" bisik Wina sebelum Kania berdiri.
"cari aja ditas" memang hanya Kania yang rajin menuliskan setiap hapan yang lain hanya menghapal dan tak pernah mencatat.
Semua sudah kebagian stor hapalan bersamaan dengan suara adzan isya,semua beriringan menuju mesjid untuk slat isya berjamaah.
Kania,Wina,Dewi,Dani dan Fahmi keluar dari mesjid.Kania merasa ada yang kurang dari mereka,terlihat digelap nya malan ada cahaya disebrang mesjid semakin sekat dengan cahaya samar terlihat seorang yang memain kan hp,ya cahaya dari hp.
"kebiasaan kalo dites ngilang kaya batu ali" Kania menepuk pundak malik yang sedang memai kan hp.
"ga kuat gue tadi pengen boker" malik cengengesan.
"alasan" cibir Kania.Mereka berjalan menerobos gelap malam.Kania Malik dan Dani didepan Dewi beda arah pulang ia lebih dulu berpisah sedangkan Wina dan Fahmi dibelakang.
"kemana aja Ka?" Aris bertanya.
"ada aja" Kania mengutip kata-kata Yuda.
"udah baca yang aku tulis dihp kamu?"
"udah" Kania menjawab singkat.
__ADS_1
"jadi gimana?"
"Aa aku cuma cewek kaya nya yang harus nua bisa menentukan sikap tuh kamu deh,ga enak banget kalau aku sebagai wanita yang mengambil keputusan yang pasti apa yang kamu pikir itu terbaik aku terima" Kania enggal kalau ia harus mengatakap putus lebih dulu karena semya yang memulai nya Aris Kania hanya ingin ketegasan Aris sebagai laki-laki.
"aku juga ga tau Ka jujur aku sulit untuk melepas kamu"
"dari sikap kamu sama aku apa yang bikin kamu sukit?"
"aku ga rela kalau kamu jadi milik orang lain Ka"
"disayang orang lain ga rela tapi kamu aendiri nyuekin aku gitu ga ada rasa bersalah"
"itulah aku mencoba menjauh dari kamu ternyata aku ga rela Ka liat kamu deket sama orang lain"
"tapi kamu juga punya yang lain" Kania mwngungkapkan kecurigaan nya.
"aku ga pernah jadian sama yang lain Ka cuma sama kamu kalau deket-deket doang sih ada"
"jadi gimana?"
"aku belum bisa ngambil keputusan besok aku mau berangkat kerja lagi kamu baik-baik disini ya"
"aku masuk kamu mau mampir?" tanya Kania setelah sampai rumah.
__ADS_1
"aku pulang aja besok pagi-pagi berangkat"
Kania masuk kedalam rumah Aris berbalik meninggalkan pwkarangan rumah Kania.