Ditinggal Menikah

Ditinggal Menikah
Ganti Angkutan


__ADS_3

Hari ini terakhir libur sekolah. Kania duduk dibelakang rumah melihat ikan peliharan papa. Kakak Kania sudah kembali ke tempat kerja jadi dirumah sepi hanya tinggal Kania dan Mama.


"ma besok aku gimana sekolah" mana Kania duduk disebelah Kania.


"katanya besok mulai praktek kerja ga kesekolah?"


"iya...maksudnya berangkatnya gimana aku males ketemu Hana mukanya nyeremin dia tuh kalau lihat aku kaya yang mau nerkam hidup-hidup"


"is tuman kamu kalo ngomong suka bener" Kania dan mama tertawa. "gimana kalo kamu naik angkot aja biasanya jam 6 kurang angkot udah nungguin anak SMP disini sama teh Santi yang mau ke RS" teh Santi pegawai rumah sakit yang suka naik angkot bersama anak-anak SMP.


"iya juga ya enakan naik itu ga apa ah mesti muter dulu nganter anak SMP"


"nanti mama bilang sama teh Santi biar kamu ada temen"


"ma aku takut nanti dikantor pegawainya judes-judes trus aku ga bisa ngerjain pekerjaan disana"

__ADS_1


"makanya sholat jangan bolong-bolong terus abis sholat itu do'a biar segala urusan dimudahkan,disana kamu jangan males kalo ada yang ga bisa tanya sama pegawai disana nurut sama pegawai disana biar mereka suka sama pekerjaan kamu" mama mulai ceramah.


"iya ma...aku mau ngaji ah biar bilang sama Malik besok mau berangkat bareng biar ada temen"


Kania sudah mengganti nomor hp jadi Deni tak lagi bisa menghubunginya dia tak mungkin mau kerumah Kania karena takut dengan orang tua Hana yang marah besar padanya.


Kania juga sudah tak pernah bertemu dengan Yuda karena memang semenjak libur Kania tak pernah melewati tempat biasanya Yuda nongkrong. Mungkin juga Yuda sedang menikmati peran sebagai seorang suami dan calon ayah.


Pagi ini Kania benar-benar berangkat dengan Malik,teh Santi dan anak SMP yang tetangga Kania. Angkot harus mengantar dulu anak SMP dan kemudian putar balik menuju pusat kota. Sampai diterminal Kania harus naik lagi angkot yang melewati kantor tempat dia praktek.


Di kantor itu ada 6 orang siswa yang ditempatkan disana. Dari kelas Kania hanya 2 orang dia dan Cici karena Ayu memilih kota lain yang dekat dengan tempat tinggalnya.


Jam istirahat tiba Kania dipersilahkan istirahat terlebih dahulu. Kania berkumpul dengan teman-temannya dikantin.


"musolanya dimana?" tanya Nunung.

__ADS_1


"aku juga ga tau belum nanya" jawab Kania.


"coba tanya Ka tuh Bapak itu satu ruang sama kamu kan" Ade bertanya pada Kania.


"bukan engga" jawab Kania.


"itu Pak Budi satu ruangan sama aku " Cici menujuk Bapak-Bapak yang tinggi besar wajahnya juga ganteng kulit putih. "pak mau nanya mushola nya dimna"


"itu mushola" tunjuk pak Budi pada bangunan yang disebelah mereka."cuma airnya kadang suka kering ada masjid dibawah kalo disana airnya banya ga perlu ngirit" jawab Pak Budi.


"kita ke mesjid aja yu...makasih pak infonya" Kania memberi ide. Pak Budi menjawab dengan anggukan dan senyuman.


"yu ah biar bisa ngadem juga disana" Ade setuju dengan usul Kania.


"gimana Nung mau ikut ga?" tanya Cici.

__ADS_1


"ayo tapi beli baso dulu yu tuh ada tukang baso kayanya enak deh" tunjuk Nunung pada gerobak baso.


Mereka berempat turun ke pemukiman warga menghampiri gerobak baso. Karena 2 lagi laki-laki mereka tidak mau gabung dengan perempuan.


__ADS_2