
Malam pun tiba saat Kania dan Novi sedang asik becanda tiba-tiba ada yang mengetuk jendela kamar. Kania dan Novi saling melirik dan menghentikan tawa mereka. Hening...
tok…tok…tok…
"Vi buka pintu dong masa jam segini udah tidur" suara orang diluar memanggil.
"siapa teh?" tanya Kanai.
"kaya nya suara si Kadir deh" Novi sama-sama berbisik.
"Vi...bangun" lagi orang itu memanggil kemudian terdengar bisik-bisik diluar.
"kaya nya ga sendiri ya tah" tanya Kania.
"iya udah biasa kalo aku pulang pasti pada ngumpul sini apa lagi tadi ada yang lihat aku sama kamu jalan-jalan,kamu ga apa kan kalo gabung sama mereka?" Novi meminta pendapat Kania untuk menerima teman-teman nya masuk.
"ya teh ga apa-apa"
"sip deh"
Novi membuka jendela kamar nya sebelum mempersilahkan teman-temannya masuk. Sedangkan Kania meringkuk membelakangi Novi yang membuka jendela lebar karena malu.
"ngapain?" tanya Novi pada cowok yang berambut cepak tapi lumayan ganteng kulitnya putih yang katanya namanya Kadir.
"judes amat Vi biasa juga kita ngumpul.Ini pulang aja malah ga kasih kabar itu siapa Vi?"
__ADS_1
"temen gue"
"siapa namanya"
"Kania ngapain sih tanya-tanya"
"elah lu Vi pelit amat orang pengen kenalan doang,Kania ngadep sini dong boleh kenalan ga" Kadir menyapa Kania mau tidak mau Kania akhir nya bangun Karena tidak enak nyuekin temen Novi.
"Kania..."Kania mengulurkan tangan lewat jendela.
"Kadir...duh si neng bening amat neng orang mana neng" Kadir tak melepaskan jabatan tangan nya.
"gantian dong gue juga mau kenalan bukan lu aja" teman dibelakang Kadir menepuk pundak nya.
"elah sirik aja lu" Akhirnya Kadir melepaskan tangan Kania.
Rupanya teman-teman Novi asik juga mereka bercada dan cepat akrab dengan Kania. Kadir malah mengajak foto bareng Kania.Sejenak Kania melupakan sakit hatinya. Tidak buruk ide untuk mengunjungi rumah Novi teryata. Mereka saling bertukar kontak. Jam 11 malam mereka baru pulang itu pun karena melihat Kania yang sudah mengantuk.
Esok pagi nya persiapan untuk acara adat dipertemuan antara 2 sungai dan merupakan batas antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Semua warga sibuk ada yang bikin ketupat tumpeng dan berbagai makanan has disana untuk mereka bawa kesungai setelah dzuhur.
Setelah dzuhur warga berkumpul kemudian berjalan beriringan menuju sungai yang melewati hutan. Rupanya bukan hanya warga disana saja yang mengikuti acara adat ada juga wisatawan domestik dan wisatawan asing disana. Acara cukup sederhana kepala adat memberikan sambutan kemudian do'a berasama setelah itu memberikan persembahan dan yang terakhir makan bersama sengan bekal yang dibawa masing-masing.
"Vi…Vi… tunggu" Kadir memanggil Novi. Novi menghentikan langkahnya begitu juga Kania.
"apa Dir" tanya Novi.
__ADS_1
"kita kerumah Rina yu abis dari sini"
"ngapain"
"ada acara dangdutan"
"Ka kamu mau ga ikut kesana?" tanya Novi pada Kania.
"ga teh teteh aja aku dirumah aja sama mama Teteh"
"Kania nya ga mau Dir lain kali aja"
"yah Ka ayo lah seru lho yu mumpung kesini"
"nanti aja nyusul A. Kalo teteh mau kesana aku ga paapa kok teh"
"enggak ah aku juga males bye Kadir kita duluan" Novi megandeng tangan Kania untuk melanjutkan perjalanan nya.
"teteh aku jadi ga enak beneran aku ga apa sama mama teteh dirumah kalo teteh mau kesana" Kania merasa tak enak hati pada Novi.
"sebenernya teteh juga males mesti ketemu si Rina Ka" ya Novi sempat cerita pada Kania kalo pacarnya direbut Rina.
"beneran nih" Kania menggoda Novi.
"bener lah ngapain bohong"
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya kembali kerumah Novi untuk beristirahat.