Ditinggal Menikah

Ditinggal Menikah
Menembus Hujan


__ADS_3

Sudah kebiasaan Hito selama beberapa bulan ini setelah mengenal Kania setiap malam minggu ia selalu kerumah Kania. Tapi sabtu ini dari sore hujan tak kunjung reda malah tambah deras disertai petir. Hito mengurungkan niatnya pergi kerumah Kania mungkin malam ini seperti malam biasanya beristirahat sambil rebahan Hito memainkan hp hendak mengirimkan pesan pada Kania jika malam ini ia tak akan berkunjung mungkin esok pagi ia baru bisa menemui Kania karena jika sehari saja tak bertemu rasanya segudang rindu aye aye. ..


"hujannya gede banget " pesan pertama yang Hito kirim pada Kania.


"sama disini juga hujan deras " tak menunggu lama Kania langsung membalas pesannya karena sama-sama sedang bermain ponsel. Kania tidak pergi ngaji karena hujan deras sore ini.


"kita bobo cantik aja pake selimut biar anget"


"ia ke aku bilangnya bobo cantik padahal mah lagi ngapel kerumah pacar" iseng Kania menggoda Hito. Kania sebenarnya tau tak mungkin Hito maksa ujan-ujanan ke rumahnya.


Hito yang mendapat balasan dari Kania seperti itu menjadi tak enak hati dia takut Kania benar-benar berpikir negatif tentangnya. Hito bangun dari tidurnya dia mengganti celana dengan jeans panjang mengambil jaket dan memakainya.


"kemana lu ujan-ujan begini udah keren wangi" tanya teman serumah Hito.


"keluar minjem motor ya lu ga ngapelkan sekarang"


"ia lah hujan gini mana bisa pergi"


"mana kuncinya"


"lu mau maksa ih dasar bucin tuh kunci dimeja"


"berisik lu gue pergi ya"


"besok pagi gue mau pergi bensin fulus ya"


"oke siap lah seperti biasa"

__ADS_1


Malam ini menembus hujan Hito menuju rumah Kania demi apa coba memaksakan diri hujan-hujanan hanya pake helm karena anak muda tak pernah punya mantel.


Hito mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Kania yang membukakan pintu.


"ih katanya mau bobo" pertanyaan konyol Kania dengan cengir has nya.


"niatnya sih gitu tapi takut ada yang negatif tingking"


Kania mengambilkan handuk dan baju ganti untuk Hito.


"nih ganti baju dulu gih dikamar aa ajah"


"siap nyonya terimakasih"


Hito pergi kekamar mengganti baju. Kania kedapur membuatkan copas panas untuk Hito.


"nih minum kopi biar anget"


"kopi aja ga bikin anget"


"trus apa dong yang bisa bikin anget" pertanyaan polos Kania "


"meluk kamu hehe"


"ish...mesum"


Hito masih asik dengan hp nya Kania malah dicuekin. Kania yang bosan akhirnya mencoba mencairkan suasana.

__ADS_1


"asik bener sama hp"


"oh maaf ini kakak aku ngasih tau katanya mama aku sakit"


"emang dimana sih rumah kamu"


"didaerah x tau ga"


"engga jauh ya"


"lumayan eh besok ikut aku pulang ya"


"malu ah nanti ditanya ini siapa kok ikut-ikutan kesini ngapain"


"malu sama siapa udah pokoknya besok kita kerumah ku nengok mama ku,eh tapi aku ga ada motor yang ini mau dipake sama yang punya"


"pake motor aa aku aja nanti aku ijin ke mama"


"siap kalo gitu besok aku jemput kamu"


Setelah puas adu mulut sama saling bercanda hujan pun sudah reda Hito pamit pulang sudah biasa dia pulang tengah malam dari rumah Kania.


Malam ini Kania tak bisa tidur nyenyak dia kepikiran bagaimana besok bertemu orang tua Hito apa mereka ramah atau sebaliknya.


----------------------


Tak bosan autor berterimakasih pada semua yang sudah bersedia membaca tulisan aku juga yang sudah memberikan like dan komentarnya.

__ADS_1


Autor usahakan bisa up dateng tiap hari setelah shalat magrib. Ditunggu ya cerita selanjutnya.


__ADS_2