
"makasih A aku disini aja" tolak Kania tak mungkinkan kalo Kania bersikap seperti sebelumnya karena sekarang Yuda sudah jadi suami orang.
"kalo gitu Aa belikan minum ya apa jua alpukat? sama apa cwmilan lama lho neng 15 menitan lagi bus nya lewat" Yuda tak berubah dia masih seperti Yuda yang dulu sebelum jadi suamia orang.
"engga A aku ga haus juga"
"bentar ya tunggu Aa ga lama" Yuda pergi kewarung yang ada didekat sana. Tak lama dia kembali lagi "nih permen aja biar awet kalo ga mau makan sama minum Aa temenin biar ga bete sendirian"
Kania menerima permen dari Yuda "makasih...tapi...Aa ga usah temenin aku disini ga enak diliat orang"
"emang kenapa udah biasakan kita ngobrol kayankini"
"sekarangkan setatusnya beda A aku ga mau dibilang pelakor"
"siapa yang berani ngomong kaya gitu neng orang-orang disini ga ada yang berani ngatain kamu" Yuda memang orang yang disegani disana entah kenapa Kania juga tak tau alasan nya.
Sudah sepuluh menit Kania disana Yuda masih menemani dia juga sempat meminta nomor hp Kania. Kania bingung mencari alasan untuk tak memberikan nomornya pada Yuda pasalnya Yuda sudah tau sipat Kanua dia tak mungkin percaya dengan alasan Kania dengan berat hati akhirnya Kania terpaksa memberikan nomornya. Bus yang Kania tunggu pun akhirnya datang.
"Aa aku duluan ya" pamit Kania.
"iya hati-hati hubungi Aa kalo udah sampai ga sun tangan dulu" Yuda malah menggoda Kania. Dia hendak menyentuk kepala Kania tapi Kania menggindar dia buru naik bis.
__ADS_1
"ih apaan sih" Kania melenggang pergi tanpa melihat Yuda lagi.
Tapi hati tak bisa dibohongi cinta itu masih ada utuh dalam hati Kania hingga saat dia sudah duduk di bis dia terus memperhatikan Yuda sampai tak terlihat. Kania membuka tasnya mengambil permen dari Yuda dia memperhatikan bungkus permen itu isi dari permen itu dia simpan disaku bungkusnya ia simpan didalam lipatan buku "untuk kenangan" bisik Kania dalam hati. Entah lah walau hanya sebungkus permen Kania merasa senang selama ini Yuda tak pernah memberikan barang yang disimpan. Dia hanya mentraktir makan kalo kebetulan dicafe atau dia ngajak jalan saja. Kalo seandainya permen tak akan meleh jika disimpan mungkin Kania tak akan memakannya dia akan menyimpan sampai dia lupa dengan sosok Yuda.
Turun dari bus disana sudah ada malik yang sedang nongkrong diwarung dia menghampiri Kania.
"tumben sore baru pulang" tanya Malik.
"iya...habis perpisahan dikantor senin mulai sekolah biasa"
"bagi permen dong" Malik melihat Kania sedang ngemut permen.
"ih pelit lu...kenapa senyum senyum ga jelas kek gitu kesambet?"
"tau ga ini permen dari mana"
"mana gue tau lu kan ga bilang"
"ih ngegas lu ini tuh permen dari Yuda makanya gue ga mau bagi lu ini permen spesial permen rasa mantah hahaha" Kania tertawa.
"cuma dikasih permen aja sebahagia itu lebay amat lu permennya dari lakiborang lagi"
__ADS_1
"biarin lu ga bisa ngerasain sih gina dikasih sesuatu dari orang yang lu cinta tapi tak mungkin bersama ah pokonya rasanya ga bisa diungkapkan dengan kata-kata"
"bodo amat gue ga tertarik rasa kaya gitu"
"uh dasar buaya darat lu"
Setelah berbicang sambil jalan tak tersa Kania sudah sampai rumah dengan diantar Malik.
"mau mampir?" ajak Kania.
"ga ah langsung pulang aja,nanti ngjikan?"
"iya kalo sempet ini sembentar lagi udah mau magrib gue baru nyampe"
"wokeh tapi kalo keburu ngaji ya"
"siap bos makasih udah nganter" Malik hanya mengacungkan jempol.
------------------
AKU BAHAGIA TERIMA KASIH YANG MASIH SETIA DAN UDAH NGASIH LIKE BIAR AUTOR TAMBAH SEMANGAT NULIS DITUNGGU YA EPISODE SELANJUTNYA....
__ADS_1