Ditinggal Menikah

Ditinggal Menikah
Nomor baru


__ADS_3

Kania menikmati liburan nya mencoba melupakan Yuda meski sangat sulit. Namun mama Kania terus memberikan dukungan pada Kania untuk melupakan Yuda. Tak jarang mama menemani Kania agar tak sendiri dan larut dalam kesedihan atau memngizinkan Kania berkumpul dengan teman-teman ngajinya.


Beruntung om gombal yang meminta bertemu dengan Kania tak pernah menghubunginya lagi setelah Kania menolak bertemu. Mungkin dia menyerah atau tau Kania berbohong yang pasti Kania sudah tak dipusingkan dengan om itu.


Tapi aneh nya setelah Kania tak bersama Yuda banyak sekali nomor baru yang masuk entahcitu teman Yuda atau teman Kakak nya Kania pun tak tau darimana orang-orang itu tau nomor nya. Mereka seakan tau kalau Kania sedang jomblo.


Hari ini Kania aedang nongrong dengan Malik tak ada hal penting yang mereka bicarakan hanya obrolan unfaedah tapi selalu membuat Kania tertawa.


"hp lu bunyi Ka" Malik memberitahu Kania disela-sela candaan receh nya.


"tau nih nomor baru lagi"


"angkat siapa tau pintu rezeki orang yang mau ngasih duit"


"otak lu cuma ada duit aja males ah tar juga berhenti sendiri" namun apa yang Kania ucapkan tak sesuai harapan hp nya terus menyala tanda panggilan masuk sudah ke 3 kalinya.


"angkat woy berisik tuh"


"iya...bawel lu" Kania menyerah dia menerima panggiln tersebut.


"hallo neng" dalam panggilan suara seorang laki-laki Kening Kania mengkerut seolah mengenal suara itu.


"hallo neng Kania kan ini" lagi orang itu berbicara karena tak ada jawaban dari Kania.


"neng dengerkan ini aku A Deni neng" Kania semakin bingung 'tumben nih orang hubungin aku' batin Kania.


"emh...iya A ada apa" akhirnya Kania bersuara.

__ADS_1


"bisa ketemu ga ada yang mau Aa omongin"


"tentsng? ada masalah sama Hana" ya dia Deni pacarnya Hana.


"pokoknya penting Aa ga bisa bicara di telepon dan soal Hana Aa udah putusin dia neng masa neng ga tau" demi apa pun Kania baru tau kalo Hana dan Deni putus.


"aku ga bisa mastiin kalo ketemu A aku mesti dapat izin mama" Kania tak berbohong mama tak pernah mengizinkan Kania pergi dengan cowok apalagi cuma berdua.


"neng ijin dulu sama mama kalo diizinin nanti Aa jemput,nanti abis dzuhur Aa telepon lagi sebelum jemput neng"


Kania mematikan sambungan telepon tanpa menjawab lagi.


"Mal gue balik ya"


"kenapa buru-buru ada yangvpenting?"


"siapa emang? pasti cowok kan?"


"iyalah cowok kalo cewek mamah dah pasti ngijinin lah"


"terus siapa kaya nya mangsa baru nih" Malik cengengesan.


"pacarnya Hana eh mantan katanya ngomong lu asal jeplak aja mangsa-mangsa emang gue cewek apaan" Kania merasa tersinggung dengan ucapan Malik dia berubah ketus tanda tak suka dengan ucapan Malik.


"candaa kali Ka biasa juga gitu kok sensi amat si lu,yu kalo mau pulang gue anter"


"ga usah gue bisa sendiri" ketus Kania.

__ADS_1


"ko marah si Ka maaf iya gue salah" Malik mengikuti Kania dari belakang dia tau kalo Kania tak suka jalan sendiri jadi meski ucapannya menolak tapi hati pasti tak begitu.


Malik terus mengikuti Kania sambil mengucapkan kata-kata maaf tapi Kania tak merespon dia seolah tak mendengar kata-kata Malik. Sampai dibelokan jalan menuju rumah Kania Malik sudah tak tahan dia menarik tangan Kania hingga mereka berhadapan.


"maaf Ka serius gue bercada ya" Malik memasang senyum terbaik nya.


"iya udah lepas" Kania masih jutek padahal dalam hati dia ingin sekali tertawa tapi dia tahan.


"yang iklas dong bilang nya biar dilepasin nih kalo enggak gue terus kaya gini"


"iya gue maafin"


"masih jutek sambil senyum dong bilang gini Malik ganteng gue udah maafin lu"


"idih ogoh males" Kania berpaling menyembunyikan senyuman nya.


"ya udah gini terus sampai besok"


"iya...iya...ehm... Malik gue udah maafin lu...puas"


"ga kata ganteng nya ketinggalan"


"bodo amat ah cepet lepas malu tar dilihat orang jadi fitnah lagi"


"ok gue ngalah kalo mau pergi hati-hati ada apa-apa hubungin gue"


"iya cerewet bye" Akhirnya Malik melepaskan Kania.

__ADS_1


__ADS_2