
Pagi ini Hito mengirimkan pesan pada Kania kalau angkot yang biasa jemput hari ini ga narik. Terpaksa Kania harus naik bus dengan jam berangkat lebih pagi dibanding naik angkot.
Entah kenapa perasaan Kania tak enak semenjak duduk dibus. Bus berhenti untuk menaikkan penumpang Kania yang sedang menatap keluar jendela tidak terlalu menghiraukan orang yang duduk disebelahnya. Dan wow Kania mendengar suara yang sangat tak asing yang membuat jantungnya dangdutan koplo.
"tumben sendirian neng" sapa seorang yang baru saja duduk disebelah Kania.
"em. ..I. .ya..." Kania terpaksa harus melihat sang lawan bicaranya. Orang yang selalu ada dalam otak Kania. Orang yang tak mungkin lagi bersama.
"kemana temen neng yang selalu ngantil itu?" Sikap Yuda seperti biasa seperti tak pernah menyakiti Kania watados.
"sibuk dia nya jadi jarang bisa bareng"
"aa bisa pinjem hp bentar ga?"
Tanpa menjawab Kania memberikan hp nya pada Yuda. Kania masih tak percaya bisa bertemu sedekat ini dengan Yuda. Setelah sadar Kania pun bertanya.
"tumben naik bis a"
"iya mobil aa dibengkel motor dipinjam adek terpasa naik bus tapi sekarang malah bersyukur karena berkat naik bis bisa ketemu neng" Dasar Yuda si raja gombal tapi entah kenapa Kania suka.
"jangan sekate-kate nanti didengar orang berabe"
"ya emang iya kan kita ketemu ga sengaja,coba sengaja janjian makin seru kayanya" Yuda mengembalikan hp Kania.
"siapa aku janjian enggak deh maaf" entah kenapa setiap dekat dengan Yuda jantung Kania berdetak tak beraturan padahal Yuda sudah jelas ninggalin Kania.
__ADS_1
"sekarang justru ya"
"iya lah sama suami orang harus judes biar ga dikatakan pelakor"
"masa sih"
"iya lah eh a aku dah nyampe tuh duluan ya"
"biar aa yang berhentiin kamu jalan aja kepintu hati-hati "
"iya"
'sadar Kania berhenti mencintai Yuda dia suami orang' sepanjang jalan dari gerbang menuju kelas Kania tak henti-hentinya mengucapkan kata itu. Kania sadar rasa senang nya bertemu Yuda bukanlah hal yang baik.
"sudah sampai kelas" isi pesan Yuda.
"udah" Jawab Kania singkat rupanya Yuda meminjam hp untuk menyimpan no nya.
"selamat belajar semoga banyak kebetulan yang mempertemukan kita"
Kania tak membalas pesan Yuda tak mungkin juga ia mengiyakan keinginan Yuda yang sama dengan keinginannya tapi sesuatu yang harus dia hindari.
Rupanya ke hadiran Hito tak mampu melupakan Yuda sepenuhnya. Meskipun Kania menerima kedekatannya dengan Hito dengan baik bukan sebagai bentuk pelarian. Tapi hati tak mampu dibohongi.
"muka lu aneh Ka" tanya Ayu.
__ADS_1
"aneh...oh ni laki orang ngirim pesan sama gue" Kania memperlihatkan isi pesan pada Ayu.
"laki g*bl*k tu bini nya lagi hamil kan ini dia masih ngerayu mantan lu jangan seneng Ka harusnya lu bersyukur dia bukan jodoh lu"
"iya gue juga tau posisi gue"
"sukur deh otak lu masih waras"
"ya lah gue ga gila Yu"
"eh iya Ka lu kapan mau ngerjain proposal PKL"
"masih bingung konsep udah beres tinggal prin tapi ga tau harus ke warnet mana"
"aku lagi diprint didekat pasar disana minggu depankan harus udah direvisi"
"iya tau nanti deh cari tau ke Hito biar ditemenin ke warnet"
"asik ya ada yang nemenin"
"terus gimana lagi gue gak punya temen masa iya ngikut tempat lu bedah arah pulang Yu gue mau cari yang searah ke rumah gue lah biar ga ribet bolak-balik.
---------???---------
Mohon maaf teman baru bisa up hari ini. Aku rada susah cari waktu buat nulis.
__ADS_1