Ditinggal Menikah

Ditinggal Menikah
Tobat


__ADS_3

"Ka...bangun udah siang" mama menggoyang tubuh Kania agar bangun.


"masih ngantuk ma" Kania menjawab dengan malas.


"nanti ke siangan sekolah kamu"


"males sekolah"


"emang ujian nya udah selesai?"


"udah"


"ya tapi tetap aja meti bangun ingat solat ga ada hari liburnya" mama menarik kedua tangan Kania agar bangun. Dengan terpaksa Kania bangun menuju kamar mandi.


"lho kata nya ga mau kesekolah ini kenapa udah rapi begini?"


"ada yang mesti Kania selesaikan aku berangkat ya ma" Kania mencium tangan mama.


"sarapan dulu"


"nanati aja di kantin asalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Berubtung Kania tidak ditunggal Hana dan tak ketinggalan bis.Berbarengan dengan Kania sampai halte bis datang.


"mata kamu bengkak" ujar Hana saat mereka sudah duduk di bis"

__ADS_1


"iya...kelihatan banget ya"


"banget...udah ke bola bekel"


"gimna dong bakal malu aku kalo keluhatan orang-orang"


"pake kacamata aja biasa kamu suka bawa buat begaya haha..."


"bener bangat Han ide kamu bagus juga semoga kacamatanya ada ditas" Kania membuka isi tas nya kebetulan kacamata itu memang selalu Kania bawa untuk melundungi mata saat naik motor sama Yuda biar ga kenasukan debu.


Setelah 1 jam perjalanan mereka sampai didepan gerbang sekolah.


"mau langsung ke lapangan?" tanya Hana.


"ke kelas dulu tar barengan sama yang lain ke lapangnya"


"gue duluan"


"iya...iya...bawel...dada....h" Hana melambaikan tangan dibalas oleh Kania.


Kania menyusuri lorong aula sendiri untuk sampai ke kelas nya. Tapi ditengah perjalan dikejutkan dengan tepukan dipundaknya. Kania yang sedang melamun terlinjat kaget dan melihat siapa yang rese pagi-pagi.


"kaget ya...sory lagian pagi-pagi udah ngelamun tar kesambet lu" dugaan Kania benar siapa lagi kalo bukan Ima si biang rusuh.


"emang bener-bener rese lu Ma" Kania merangkul bahu Ima dan berjalan bersama menuju kelas.


Ayu yang sedang menghadap belakang karena sedang asik ngobrol sama yang duduk bangku belakang merasa ada orang disebelahnya menoleh kemudian melihat Kania dari ujung kepala samoai ujung kaki.

__ADS_1


"ini Kania bukan sih" tanya Ayu pura-pura bingung.


"paan sih biasa aja kali...gue pake kacamata karna lagi sakit mata"


"bukan itu masalah nya bentar-bentar...oh ini biasa nya kalo stelan preman kaya gini lu ga pake hujab Ka..sekarang tum..."


"gue tobat" sebelum Ayu selesai bicara Kania sudah memotongnya. Jawaban Kania membuat orang yang mendengarnya tertawa.


Semua siswa meninggalkan ruangan kelas menuju lapang basket tempat diadakan nya berbagai loba olahraga.


"Yu... kantin dulu yo beli minum sama cemilan biar nonton nya ga bete" ajak Kania pada Ayu.


"ide bagus tuh gas ken lah" Ayu dan Kania cekikikan menuju kantin dekat lapang basket.


Setelah acara selesai Kania menemui Hana diruang PMR untuk pulang bareng.


Kania meminta Hana menemani ke cape selain untuk makan dan nunggu bis kedatangan utamany adalah menunggu Yuda disana.


Namun sampai Kania dan Hana menghabiskan makanan mereke belum ada tanda-tanda Yuda akan datang keasana.


"gimana Ka masih mau nunggu sebentar lagi bis lewat" Hana melihat jam dipergelangan tangan nya.


"kita pulang aja mungkin udah ga mungkin lagi ketemu dia" Kania hendak berdiri.


"bentar Ka itu Yuda datang" Kania pun menoleh kearah pintu masuk benar saja terlihat Yuda memasuki cafe. Yuda yang hendak balik kanan untuk menghindari Kania mengurung kan niat nya dia masih bingung memikirkan bagaimana agar tak terlalu menyakiti Kania.


"neng..." sapa Yuda pada Kania setelah sampai dimeja yang Kania dan Hana tempati.

__ADS_1


----------------------


JANGAN BOSAN TERUS DUKUNG LEWAT LIKE KOMEN APALAGI KALO DIKASI VOTE BIAR AUTOR TAMBAH SEMANGAT NULIS NYA...TERIMA KASIH UNTUK SEMUA YANG SUDAH MAMPIR.


__ADS_2