
Kania sampai didepan rumah dipekarangan rumah Kania ada banyak motor 'pasti temen-temen Aa' kata Kania pada diri sendiri. Kaka Kania memang sedang ada dirumah tadi malam ia baru saja pulang dari perantauan nya. Setiap Aa Kania pulang rumah Kania lah yang jadi tempat ngumpul mereka.
Kania masuk diruang tivi penuh dengan para pemuda teman Aa. Kania hanya melewatinya tanpa menyapa karena banyak orang hingga enggal kalau mesti menyapa satu persatu yang Kania tuju hanya Aa.
"mama dimana A" tanya Kania setelah duduk didekat Aa yang disebelah lagi Nana teman Aa yang setiap malam menelepon Kania dengan gombalan-gaombalan receh nya tapi saat berdekatan seperti ini dia terlihat cuek seolah tak pernah terjadi apapun.
"ada didapur,Neng dari mana?" Aa balik bertanya.
"main sama temen aku ke mama dulu A"
"hmmm" Aa memang sedang asik dengan teman-teman hingga tak begitu memperhatikan Kania.
Kania pergi kedapur mencari mama nya terlihat mama sedang membuat cemilan mungkin untuk disuguhkan pada teman-teman Aa.
"mama bikin apa?" tanya Kania setelah berada dibelakang mama.
"ngagetin kamu mah,ini bikin gorengan tuh buat para pemuda yang didepan"
"ma…tadi Deni nelpon aku minta ketemu katanya ada yang mau dia omongin ke aku"
"oh iya mama belum cerita ya katanya Deni mutusin Hana sampai Hana sama keluarganya nyamperin Deni kerumahnya buat nanyain penyebab mutusin Hana"
"masa si ma sampai segitu nya apalagi kalo kaya aku tiba-tiba ditinggal nikah,terus keluarganya Deni jawab apa"
__ADS_1
"mama juga ga tau orang yang ceritanya cuma sampai sana mama ga tanya takut dikira kepo" ya begitu lah ibu-ibu selalu dapat berita terkini.
"terus aku harus gimana ma sekarang aku udah nolak buat ketemu suruh dia bicara ditelepon aja tapi dia bilang harus ketemu langsung"
"emang dia minta ditemuin dimana?"
"ga tau tapi katanya kalo aku diijinin mama dia mau jemput,kan aku tadi bilang kalo ngajak keluar aku mesti dapat ijin mama dulu"
"kaya penting yang sampai ga bisa ngomong lewat telepon apa itu ada hubungan nya sama Yuda?"
"aku juga mikirnya kaya gitu ma…tapi sekarang Yuda udah bahagia mana mungkin inget aku"
"mama ijin pergi asal kamu bisa jaga diri jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan kamu itu cewek kamu harus jaga baik-baik kehormatan kamu"
"oh ya jangan sampai dia jemput kamu kerumah nanti keluarga Hana bisa salah paham disangka nya kamu ngerebut cowok nya lagi"
"bukan dia yang jemput katanya tapi temen nya ma"
"ya sama aja kalo orang-orang yang sering kesini yang jemput kamu nanti timbul fitnah"
"ya terus gimana"
"minta anter Aa aja trus janjian dimana yang jauh dari sini yang ga ketauan sama orang sini"
__ADS_1
"ok mama aku minta Aa nganterin deh"
Kania meninggalkan mama kembali menemui Aa. Kania duduk dengan posisi seperti tadi.
"Aa bisa anterin aku ga"
"mau kemana lagi neng baru aja pulang kamu udah mau pergi lagi"
"bukan sekarang nanti abis dzuhur ketemu temen mau ya"
"ga bisa abis dzuhur Aa mau pertandingan persahabatan" Aa memang hobi nya voly setiap pulang pasti sibuk dengan hoby nya.
"ini disuruh mama lho A"
"bodo amat Aa emang ga bisa udah janji ya udah janjian nya ditunda aja besok kalo mau Aa anter"
"tau ah aku cuma minta dianter lho A...Aa ga mesti nungguin"
"pokok nya ga bisa kalo hari ini mending kamu ikut Aa aja yu"
"ga mau ah udah ah aku kekamar Aa ga seru"
Kania pergi kekamar bukan marah sama Aa tapi Kania merasa risi saat Kanua berbincang dengan Aa orang yang disebelahnya terus melihat Kania dengan inten Kania bisa melihat dari ujung mata karena jarak Kania dan Nana beritu dekat. Tapi Nana tak berani menyapa Kania.
__ADS_1
'aku sekarang tau Nana cuma iseng aja tiap malam nelpon kaya nya tak ada niat dia untuk serius hubungan untung aku ga baper dengan gombalan-gombalan nya' pikir Kania saat sudah merebahkan tubuhnya dikasur.