
Hari ini hari terakhir ujian semester minggu besok akan diadakan PORAK (pekan olahraga antar kelas).
Terhitung sudah 3 minggu Yuda menghilang tanpa kabar. Mama Kania pun sering sekali bertanya kemana Yuda karena baru kali ini dia lama tak berkunjung biasa nya seminggu 2 sampai 3 kali Yuda kerumah Kania. Kania hanya bisa menjawab ga tahu karena memang itu kenyataan nya.
Malam minggu kemarin bahkan Deni ada ngapel kerumah Hana. Karena penasaran Kania memberanikan diri menemui Deni. "A...A Yuda kemana ko sekarang jarang kelihatan" tanya Kania pada Deni yang hanya dijawab Deni "emang dia udah berapa lama ga nemuin neng". Itu lah jawaban ambigu yang Kania dapat dari Deni.
Siang ini selepas menjadi penyemangan tim basket Kania dan Hana bersantai di cafe. Karena memang jam nya bis lewat masih lama.Mereka menikmati makanan pesanan dengan obrolan ringan. Kania merasa semua orang yang sering melihatnya di cafe itu memperhatikan nya.
Terdengar suara orang berbisik-bisi dibelakang kursi yang Kania duduki.
"kamu tahu ga sama Yuda yang sering datang ke cafe ini"
"tau yang suka jemput cewek anak SMK depan kan"
__ADS_1
"iya bener yang itu katanya dia mau nikah minggu besok"
"gila cewek nya kan masih sekolah baru mau kelas 3 tahun ini"
"ya elah bukan sama cewek yang itu ini ceweknya anak SMA 4 masih satu kampung sama Yuda"
deg.....
Kania merasa jatuh dari atas awas hati nya seakan ditusuk-tusuk benda tajam yang tak kasat mata. Setelah itu entah apalagi yang orang-orang itu bicarakan telinga Kania sudah tak dapat mendengarnya lagi.
Kania beranjak tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Matanya sudah memerah menahan air mata agar tak jatuh. Sesampai nya dibis Kania sudah tak bisa membendungnya lagi air mata itu jatuh deras dengan sendirinya tak dapat dicegah.
"Ka...udah jangan nangis belum tentu semua nya bener kita meski temuin Yuda dulu dan mastiin semuanya"
__ADS_1
"kamu bohong kan Han sebenernya kamu udah tahu dari Deni iya.."
"ga...Ka...sumpah gue juga shok banget dengernya tadi kalo gue udah tahu pasti gue cerita sama kamu Ka"
"aku mesti gimana Han sakit....Hati ini sakit banget"
"sabar kita belum tahu yang sebenernya itukan baru cerita orang besok kita meski temuin Yuda gimana pun cara nya kita cari dia ditempat dia biasa nongkrong kita mesti tau fakta yang terjadi sebenarnya"
"Han kamu lihatkan itu kan rumah Wewen kenapa ada tenda biru? berarti bener Han Yuda akan menikah dengan Wewen" Kania kembali menangis sampai sesegukan.
"udah-udah malu tuh orang pada ngeliatin kita. Kamu jamgan ngambil kesimpulan sendiri sebelum memdrngar langdung dari oranganya" Hana memcoba menenangkan Kania. Meski diri nya sama-sama merasa kecewa dan shok mendengar kabar itu.
Sampai dirumah Kania langsung menuju kamar mengabaikan pertamyaan Mama nya. Mama yang merasa heran dengan tingkah Kania langsung menemui Kania. Benar saja Kania sedang menangis dengan menyembunyilan wajahnya diatas banyal dengan badan tengkurap.
__ADS_1
"kamu kenapa Ka sakit?" mama Kania duduk disebelah Kania. Kania pun menggeleng sebagai jawaban. "ya...terud kenapa? berantem sama teman?" lagi2 dijawab drngan gelengan kepala."ya udah nanti kalo udah enakan mama tunggu ceritanya. Jamgan lupa solat keburu habis waktunya,kalo ada apa-apa mama didapur" mama Kania meninggalkan Kania sendiri mungkin Kania butuh waktu sendiri dulu pilir mama Kanis.