Ditinggal Menikah

Ditinggal Menikah
Amukan Bapak Hana


__ADS_3

Kania masih menenggelamkan wajahnya diatas lutut dengan tangisa. Entah sudah berapa ratus kata maaf yang Deni ucapkan tapi tak mengubah keadaan Kania.


Hp Kania berdering satu kali dua kali masih Kanua abaikan hingga dering ketiga.


"neng angkat dulu teleponnya siapa tau penting" dengan malas Kania merogok saku celana nya melihat panggilan mama. Kania pum menerima panggilan nya.


📱 Kania kamu dimama? cepet pulang bapaknya Hana ngamuk katanya dia liat kamu dijemput Deni dia teriak-teriak maki kamu sampai tetengga pada tau


📱 ya...ma aku pulang


📱 kamu kenapa suara kamu serak begitu


📱 ini lagi dijalan ma karena angin kencang mungkin suara aku jadi kedengeran aneh


📱 kalo sudah dipertigaan deket alfa kamu hubungin mama lagi biar Aa yang jemput kesana jangan dianterin sampai rumah nanti tambah kacau


📱 iya


📱 ya...udah kamu hati-hati dijalan


panggilan berahir terpaksa Kania bohong pada mamanya agar tak semakin menghawatirkan Kania.


"mama neng kenapa?"


"pulang sekarang bapak Hana ngamuk hebohin orang se erte dia maki-maki aku karna tau kamu tadi jemput aku" Kania mulai hilang kesabaran emosinya meluap.

__ADS_1


"iya Aa anter pulang tapi neng bersihin dulu mukanya masa pulang kacau kaya gitu" tanpa menjawab Kania beranjak ke kamar mandi membersihkan wajahnya. Dia tak pernah dandan pake bedak aja jarang-jarang apalagi listik jadi dia tak membawa apapun hanya domoet dan hp yang masuk ke saku celana jens nya.


Kania keluar kamar mandi sudah sedikit relihat fres Deni menghampiri Kania merapihkan rambit Kania dengan jari tangannya.


"ayo" ajak Kania dengan muka juteknya.


"maafin Aa dulu baru Aa anter pulang"


"oke aku balik sendiri" Kania menepis tangan Deni yang masih merapihkan rambut Kania yang sebahu.


"neng tolong maafin Aa. Aa janji ga akan lagi kaya tadi Aa mau nunggu sampai halal nanti tapi neng maafin Aa jangan jutek kaya gini neng hati Aa sakit"


"aku maafin ayo pulang" Kania menurunkan egonya karena kalo masih berdebat kapan dia akan sampai rumah.'kedepannya gimana nanti aja' batin Kania.


"neng jangan marah lagi ya telepon Aa jangan kamu abaikan" dalam perjalan Deni masih membujuk Kania.


Tak ada jawaban dari Kania. Kania sibuk dengan pikirannya sendiri mama sama Aa Kania pasti marah dan malu banget dengan para tetangga dengan amukan Bapak Hana.


"neng ko ga jawab kamu niat ninggalin Aa ya" Deni kembali bersuara.


"enggak"


"terus kenapa diem"


"aku lagi mikirin Bapaknya Hana yang ngamuk aku pasti kena marah mama"

__ADS_1


"semua salah Aa,Aa terlalu terburu-buru karena takut kamu diduluin orang neng"


tak ada jawaban dari Kania Deni pun tak lagi berbicara dia merasa bersalah dengan kejadian hari ini. 'Ya emang kamu salah' lagi Kania hanya bisa mengumpat dalam hati.


Hingga sampai dipertigaan dekat alfa disana sudah terlihat Kakak Kania duduk dimotor. Deni menghentikan motornya disebelah Kakak Kania. Kania bergegas turun dari motor terlihat Deni mengulurkan tangan pada Kakak Kania dan diterima.


"maaf A udah bawa neng lama" Deni meminta ijin pada Kakak Kania.


"iya....ayo neng pulang" Kakak terlihat kusut dia pun tak banyak bicara.


Dengan rasa takut Kania naik motor Kakak. Jantung Kania sudah maraton dia takut kakanya marah karena selama ini kakak tak pernah memarahi Kania bahkan setiap permintaan Kania selalu dituruti. Kania memeluk Kakak melingkarkan lengan diperut Kakak nya. Menenggelamkan wajahnya dipunggung Kakak.


"maafin aku A" dengan rasa takut itu Kania memilih meminta maaf duluan.


"maaf kenapa neng" suara halus Kaka menjawab.


"aku udah bikin malu mama sama Aa"


"masud kamu bikin malu kenapa?"


"ya itu Bapak Hana ngamuk sampai semua orang tau.


"mama sama Aa ga nyalahin kamu kita cuma khawatir sama kamu neng"


Hati Kania lega mendengar jawab Kakak tinggal mama harus persiapan dengan ceramah panjang lebar tanpa jeda iklan. Huh.... Kania menghembuskan napas kasar

__ADS_1


__ADS_2