
Adzan dzuhur berkumandang. Kania masih santai rebahan diatas tempat tidur nya. Suara canda tawa diruang tivi sudah tak terdengar saat suara motor yang berjejer dihalaman rumah Kania terdengar meninggalkan halam.Pasti Aa dan teman-teman nya sudah pada pergi kelapangan.
"Ka solat dulu sudah adzan" suara teriakan mama diluar kamar Kania.
"iya mah" Kania menjawab.
Kania bangkit hendak menuju kamar mandi namun langkahnya terhenti karena mendengar suara ponsel tanda panggilan masuk.
"assalamualaikum" Deni kembali menelepon Kanua.
"waalaikumsalam"
"gimana neng mama ngijinin"
"iya.."
"yes Aa jemput sekarang ya"
"jangan..." Kania meninggikan suaranya karena kaget dengan ucapan Deni.
"kenap? Kan mama udah ngijinin ini penting neng"
"maksudnya Aa jangan jempur kerumah kita janjian aja ketemu dimana tapi jangan terlalu jauh soalnya aku ga ada yang nganter"
"maksudnya gimana neng Aa ga ngerti ko ga boleh kerumah"
"Aa kalo kerumah aku keluarga nya Hana bisa salah paham disangkanya aku rebut Aa dari dia aku ga mau jadi bahan omongan orang"
"terus Aa nunggu dimana"
__ADS_1
"Aa jangan lewat jalur bis yang biasa aku naik lawan arah nya nanti aku jalan ke dekat posyandu disana tau kan?"
"poyandu yang deket rumah sepupung ya"
"iya disana"
"ok Aa berangkat sekarang sama Moy nanti Moy yang kesana Aa nunggu diujung jalan deket alfamart"
"jangan sekarang tar nunggunya kelamaan aku belum sholat"
"ga apa nunggu dari pada neng yang nunggu kasian"
"serah Aa deh"
Kania mematikan panggilan meneruskan lahkahnya ke kamar mandi.
Selesai shalat dan berganti pakaian Kania pamit pada mama dan pergi ke tempat yang sudah dijanjikan dengan Deni. Saat Kania sedang bejalan sendirian Kania berpapasan dengan motor yang dikendarai papa Hana.
"mau kemana?" papa Hana bertanya dan tersenyum pada Kania.
"ke rumah mbak Yul" jawab Kania berbohong.
Setelah papa Hana pergi satu motor lagi berhenti didepan Kania.
"kok nyusul kesini A" Kania takut papa Hana mebgetahuinya karena motornya belum lama pergi.
"lama aku nunggu neng ya aku nyusul aja kesini" bukan Deni tapi teman nya Moy.
"tadi ketemu sama papa nya Hana A" tanya Kania setelah menaiku motor yang dibawa Moy.
__ADS_1
"iya sama Deni juga"
Dibelakang terdengar suara motor lain menyalip motor yang Kabia dan Moy kendarain.
deg....lagi...papa Hana. Wajah Kania pias seperti orang yang tertangkap selingkuh.
"Aa aku turun disi aja ga jadi ketemuan nya ya"
"lho kenapa?"
"itu papa Hana kaya nya ngikutin kita deh"
"terus apa hubungan nya Hana sama Deni kan udahan. Udah tenang aja kasian tu si Deni udah nunggu kamu 2 jam masa ga jadi"
Kania pasrah terlanjur janji dia akhirnya mengalah menemui Deni. Di depan alfa terlihat Deni tersenyum lebar pada Kania. Kania turun dari motor yang dibawa Moy.
"pidah sini neng kita langsung aja yu" ajak Deni.
"aku mau dibawa kemana si A" tanya Kania masih enggan naik ke motor Deni.
"bertemu seseorang udah yu cepet panas neng nanti kamu item lagi"
Kania kembali menurut pada Deni biar semuanya cepet selesai pikir Kania.
Sepanjang perjalan pikiran Kabua tak menentu siapa orang yang akan Deni temui apa mungkin Yuda. Hingga motor itu berhenti disebuah pekarangan rumah.
TERIMA KASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERI DUKUNGAN LEWAT LIKE,KOMEN DAN VOTE. ITU SEMUA JADI BIKIN AUTOR SEMANGAT NULIS.
__ADS_1
Happy ready semoga dapat menghubur.
Penasaran kan siapa yang akan dipertemukan oleh Deni dengan Kania tunggu ya diepisode selanjutnya.