Ditinggal Menikah

Ditinggal Menikah
galau membawa berkah


__ADS_3

Didalam mobil hanya ada keheningan tidak ada yang berani memulai pembicaraan semua orang sibuk dengan pemikiran sendiri.


Kania yang merasa sesak didadanya mengingat apa yang dibicarakan Wewen padanya hanya memalingkan wajahnya menghadap ke jendela dengan tatapan kosong.Sedangkan Yuda dia tidak menunjukan wajah kesal atau pun marah dia seperri Yuda yang selalu cool sesekali jika bertatapan dengan Kania menunjukan senyumnya.Lain dengan Kania yang enggan bertanya menunggu penjelasan Yuda tapi rupanya lelaki itu tidak terlihat ingin menjelaskan sesuatu.


Hingga mobil yang mereka tumpangi bertemu dengan bis yang menuju tempat tinggal Kania entah dengan isaray apa yang Yuda berikan pada sang sopir hingga bis itu menepi dan berhenti diiringi mobil yang Yuda kemudi pun ikut berhenti dibelakang nya.Rupanya Yuda tidak berniat mengantarkan Kania sampai rumah.


"maaf ya neng Aa ga bisa nganter sampai rumah masih ada kerja yang harus diselesain" Yuda mengelus kepala Kania yang berbalut hijab.


Kania yang masih merasakan sakit hati tak berniat menjawab kata -kata Yuda,Kania membuka salbet dan Yuda sudah keluar dari mobil berbarengan dengan Hana yang keluar dipintu belakang.Yuda membukakan pintu pada Kania.Kania keluar dengan tangan digenggaman Yuda yang mengantarnya sampai pintu bis.


"hati-hati ya" Yuda melepaskan genggaman tangan nya yang hanya dijawab dengan anggukn kepala oleh Kania.


"makasi A" Hana yang mengucapkan karna melihat Kania yang hanya diam.


"sama-sama titip Kania Han" yang dijawab dengan acungan jempol oleh Hana.


"pir titip bini gue ya"teriak Yuda pada si sopir yang dijawab dengan senyuman dan mengangkat tangan.


Setelah mereka duduk dibis Hana yang geram dengan diam nya Kania merasa jengah.


"Ka kenapa kamu ga nanyain aja langsung sama Yuda bener ga nya yang diomongin Wewen"


"orang yang salah ga mungkin ngaku Han males aja aku nungguin dia ngomong tapi dia ga ada niat sama sekali buat mengklaripikasi semuanya"


"terus sekarang kamu ngapain Ka,jangan bilang kamu mau mundur aku ga setuju kita lawan aja tu manusia nyebelin"


"kita jalanin aja Han aku cukup mengikuti kemana Yuda bawa hubungan ini aku juga ga mau putus sama Yuda dan jika aku bertanya dan ternyata Yuda milih dia aku belum sanggup kehilangan Han"


"aku dukung kamu Ka apapun itu"


"makasih Han tetep temenin aku biar aku ga sendiri"

__ADS_1


"kita teman apapun itu aku mendukung kamu selagi masih dijalan yang bener"


---------------------------------------------------------------------------


Esok harinya Kania beraktipitas seperti biasa meski masih dengan kegalauan nya durumah sebisa mungkin dia tidak menunjukan kesedihan Kania tidak agar sang mama tidak bertanya.


Sampai disekolah Kania melihat teman teman dikelas nya sibuk ada yang membuka buku ada yang mengomel ada juga yang diskusi soal matematika yang tidak dipahami.Kaniabduduk dibangku nya diujung dekat pintu meja ke tiga dari depan disebelahnya sudah ada Ayu duduk.


"ada apa si Yu ko kaya nya pada tegang gitu?"


"tadi ada gosip dari anak-anak perhotelan katanya Bu Elis ngadain ulangan dadakan mana gue ga bejar lagi semalam"


"kirain apaan"


"emang lu dah tau?dah bejar juga dong?"


"ga juga sejak kapan gue belar Yu kaya ga tau gue aza"


"eh Yu tar kasih gue nyontek ya" Ima yang duduk didepan menghampiri Ayu.


"tuketan ya kalo gue yang ga bisa gue nyontek ma lu"


"beres"


Ayu memang terkenal jago matematika hingga banyak yang reques minta contekan sama dia.Bu elis datang kelas yang tadinya ribut jadi hening.Gimana ga ribut, kelas Kania isi nya perempuan semua.


"assalamualaikum,selamat pagi"


"waalaikumsalam,selam pagi bu" jawab siswi serempak.Dimulai dengan doa sebelumbelajar.


"ayo semuanya sediakan kertas satu lembar,buku catatan sama buku paket matematikanya kumpulkan dimeja ibu"

__ADS_1


"jangan sekarang dong bu"


"kodadakan bu"


"besok aja bu kita belum siap" siswi mulai protes.


"tidak ada penolakan waktunya 30 menit bagi yang tidak ingin mengikuti silahkan tunggu diluar" jika sudah keluar kata-kata tak ada penolakan semua siswi pasrah.


Terdengar kasak kusuk bisik-bisik saat mengerjakan soal begitu pula Ayu dan Ima yang sudah memasang muka masam.


"waktunya 10 menit lagi bagi yang sudah selesai silahkan kumpulkan"


Terlihat ada dua orang maju diikuti Kania yang berdiri berjalan menuju meja guru.


"Ka lu tega ya ga ngasih contekan" bisik Ima saat Kania melewati mejanya untuk pergi keluar.


"lu ga nama" Kania ikut berbisik.


Setelah sepuluh menit semua siswa mengumpulkan jawaban meskipun yang belum selesai.


Jam isturahat pun tiba Kania dan Ayu yang malas kekantin hanya diam dikelas sambil ngemil yang dibeli dari Ima yang selalu membawa dagangan.


"eh Ka gimana kemarin ketemu rival" Kaniapun menceritakan semua yang Wewen bicarakan.


"ko bisa ya Ka otak lu mendadak encer kalo lagi galau"


"maksudnya"


"ya lu tadi ulangan matematika duluan selesai nilainya bagus lagi ga masuk remidial"


"rese lu ya itu mah kebetulan aja rezeki orang yang teraniaya hahaha" Kania dan Ayu terlawa.

__ADS_1


"sa ae lu"


__ADS_2