
Hai ini hari minggu seperti yang sudah direncanankan semalam dipengajian Kania dengan teman satu genk nya akan buat olahan jajanan pinggiran.Sudah pasti dirumah Dewi yang merupakan markas mereka jika berkumpul.
Kata Dewi sih masih ada kakak nya,ya aris yang bersetatus pacar Kania ingat hanya status pada kenyataan nya Aris tek pernah bertegur sapa dengan Kania.'bodo amat lah ada si Aris ga ngaruh juga,ingat Kania biasa aja jangan canggung apalagi salti' Kania memperingatkan diri sendiri.
Sampai dirumah Dewi ternyata udah rame banget rupanya temen-temen Aris juga ngumpul disana.Kania dan Wina masuk lewat pintu belakang sengaja biar ga ngelewatin temen-temen Aris yang termasuk Malik dan Dani juga ada disana diruang tamu.
Dewi yang kebetulan sedang diruang makan jadi Kania tidak perlu mencari Dewi.Mereka langsung mengolah bahan yang dibelinya tadi sebelum ke rumah Dewi.Mereka membuat cimol cireng dan cilok.Ada kebanggaan sendiri dari hasil ngolah sendiri meski rasa nya beda dengan yang dibeli.
Fahmi yang awalnya ingin menemui Wina akhirnya ikut membantu didapur lain dengan Malik yang hanya mondar mandir antara ruang tamu dan dapur memcari tau makan sudah jadi atau belum.Sedangkan Dani lebih parah dia sama sekali tidak tertarik untuk melihat kedapur asik dengan yang lain terdengar suara tawa yang bersahutan.
"lama banget kapan mateng nya" Malik yang seperti orang kelaparan menanyakan kapan selesainya.
"maka nya bantuin,bukan cuma mondar mandir ga jelas bikin pusinng" Kania mencibir.
__ADS_1
"gue kan pengawas mana ada pengawas ikutan kerja"
"pake sepatu sana"
"ngapain ini kan dirumah"
"kan katanya pengawas,kalo pengawas biasa nya pake sepatu bukan pake sendal jepit kaya kita yang nguli" Dewi menjelaskan.
"bisa ae lu Ka"
"mari makan ayo silahkan jangan malu-malu anggap aja rumah sendiri selesai makan cuci piring jangan lupa" bukan Dewi ataupun Aris tapi Dani.
"lu kali yang nyuci piring...kaya ni rumah lu aja" Wina menoyor kepala Dani.
__ADS_1
"gue kan mewakili Dewi sama Aris,mereka pasti ngerasa ga enak kalo harus jujur kaya gitu" Dani si receh terus nengoceh.
"elu bener Dan gue setuju" Malik mendukung.
Mereka bercanda tawa sambil memakan cemilan.Saling adu candaan receh.Aris yang sesekali mencuri pandang pada Kania yang dilihat dari ujung mata Kania.
"oh iya sampai lupa ini tadi pagi ada pesan dari mamang Kamu Dew." Kania membuka pesan dan memberikan pada Dewi.
"Aa ini ada pesan dari mamang suruh berangkat dari semalam hp Aa gak bisa dihubungi katanya" Dewi memberikan hp Kania pada Aris.Karena memang dulu pas awal-awal mereka jadian Aris sempat mengirim pesan dari nomor yang kata paman Aris itu maka nya dia tau nomor Kania.
"boleh pinjem hp nya buat balas pesan Ka? Punya aku hp nya susah jaringan disini?" Aris minta ijin pada Kania.
"pake aja" Kania menjawab dengan canggung.Karena sudah lama dia tidak komunikasi dengan Aris kalo bukan karena hal itu juga mungkin Kania tak akan perna bertegur sapa.
__ADS_1
-----------------------
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR SEMOGA BERKENAN MEMBERIKAN LIKE KOMEN DAN VOTE NYA....