Ditinggal Menikah

Ditinggal Menikah
dirimu dan dirinya


__ADS_3

'jadi rumah tuh cewek sekitar sini' batin Kania.


Yuda menyalakan radio memecah keheningan.Terdengar alunan lagu...


Aku yang tak pernah bisa


lupakan dirinya


yang kini hadir


diantara kita


dirimu dan dirinya kini


ada dihati ku


membawa aku


dalam kehancuran


maafkan aku menduakan cintamu


berat rasa hatiku tinggalkan dirinya


dan demi waktu yang bergulir disampingmu


maafkan kan lah diriku sepenuh hatimu


(ungu-demi waktu)

__ADS_1


'pas banget tu lagu' batin Kania.


Sampai dipertigaan mobil berhenti.Yuda turun membuka pintu untuk Kania.Tanpa disuruh Kania keluar karna untuk samapi keruhnya tidak begitu jauh dari sana.


"maaf ya A ngaternya sampai sini" Yuda menutup pintu mobil menghadap Kania.


"iya...makasih" Kania menjawab dengan datar.Yuda mengusap kepala Kania.


"Aa sayang kamu" bisik Yuda pada Kania.


Sebelum Yuda menghidupkan kembali mobilnya Kania sudah terlebih dulu pergi.Sekuat tenaga Kania menahan sesak dihatinya sakit yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.


Sebuah tangangan bersandar dibahu Kania.Kanua mendongak karna orang itu lebih tinggi darinya.


"kenapa ga diantar sampai rumah" Malik selalu datang diwaktu yang tepat.Memang seorang sahabat yang paling Kania andalkan.Entah dari mana dia datang.


"lu kenapa ada disini" Kania balik bertanya.


"sakit Mal" Kania tak bisa lagi menahan air mata nya.


"ko mewek sih,mampir dulu ke warung kopi ya gue takut dituduh bikin anak orang nangis kalo nganter lu kaya gini" Kania tidak menjawab hanya mengikuti kemana Malik membawanya.


Kania dam Malik duduk berhadapan diwarung kopi sederhana.


"mau makan?" Kania yang sedang menyembunyikan wajahnya diatas tangan bertumpu pada meja menggeleng.


"padahal gue lagi berbaik hati mau neraktir lu" Malik memesan kopi dan jus alpukat kesukaan Kania.


20 menit berlalu Kania masih dengan posisi yang sama setelah merasa sedikit tenang ia mengangkat wajahnya.

__ADS_1


"udah kenyang meweknya? cuci muka dulu sana tar asin rasa tuh jus camur ingus lu" Kania yang sudah memegang gelas jus menyimpan kembali.Berdiri melangkan menuju toilet.


"pulang sekarang?" Tanya Malik setelah Kania meminum jus nya.


"iya udah sore nanti mama aku khawatir"


"siap bos" Malik mengambil minuman Kania yang masih bersisa kemudian menyedot nya karena kopi yang dia pesan sudah habis 10 menit yang lalu.


"jorok itukan bekas gue" Kania menegur Malik.


"mubadjir buang-buang makanan"


Setelah membayar pesanan Malik mengantar Kania kerumahnya.


"makasih Mal lu emang sahabat is the beast"


"baru nyadar bu...istirat jangan terlalu baper jalanin aja seperti air mengalir jangan terlalu dipikirin,gue pulang dulu kalo ada apa-apa chat aja" Kania mengangguk.


Kania masuk kedalam rumah sambil mengucap salam.


"dianter siapa ko ga masuk" tanya mama yang mendengar suara Kania didapan sebelum masuk rumah


"Malik tadi ketemu didepan warung ceu edoh trus neraktir minum diwarung"


"ko turun disana emang bis nya ga nyampai sini"


"tadi dianter Yuda tapi dia buru-buru jadi ga bisa nganter sampai sini ma" Kania tidak berbohong memang Yuda terlihat buru-buru entah akan kemana dengan itu cewek.


"oh...ya udah sana bersih-bersih jangan lupa makan"

__ADS_1


"iya ma aku kekamar dulu"


__ADS_2