
Kania akhirnya mengikuti ke inginan Deni untuk gabung dengan teman-temanya.
Sesampainya disalah satu teman Deni Kania merasa tidak nyaman dengan tatapan orang-orang disana tak ada satu orang pun yang menyapa Kania.
"Aa aku mau pulang" bisik Kania pada Deni yang tengah asik ngobrol dengan teman-temanya.
"bentar lagi kita berangkat ninggu satu pasangan lagi" Deni membisikan pada Kania.
"Aa aku ga nyaman aku ga mau ikut anterin pulang"
"kita duluan aja ya bentar Aa pamit dulu sama yang lain"
"bro gue duluan ya tar nunggu disimpangan depan lewat situ kan" kata Deni pada teman-teman nya.
"kenapa ga barengan aja bentar lagi dia udah mau nyampe"
"gue nunggu disana aja ni ayang gue lagi ada yang mau dibeli duku" Deni memberi alasan pada temen-temen nya.
"ok lu nunggu disana aja dasar bucin lu"
Deni menggenggam tangan Kania membantu berdiri dan menaiki motornya.
"Aa serius aku mau pulang aja"
__ADS_1
"emang apa yang bikin neng ga nyaman"
"Aa ga liat apa tatapan mereka sama aku apa lagi cewek-cewek nya kaya benci banget liat aku"
"emang neng ga tau itu yang dipojokan cowok yang pernah dihajar sama A Yuda yang waktu salah paham disangkanya dia yang neror neng pake sms"
"masa sih A? aku aja baru liat temen-tenen a yang barusan ngumpul. trus kenapa mereka benci sama aku"
"ya dikiranya neng yang ngadu domba bikin fintah gitu nanti Aa jelasin sama mereka biar ga salah paham lagi ya...udah dong bete nya kita kan mau refresing masa muka nya masam kaya gitu...kita nunggu disini ya" Deni mematikan mesin motor didepan warung Kania turun karena mungkin nunggunya agak lama."duduk sini neng pegel lho berdiri terus" Deni menepuk bangku didepan warung itu. Dia pun membeli minuman untuk Kanua.
Cukup lama mereka menunggu tapi teman-teman Deni tak kunjung tiba.
"A...ko lama keburu sore nanti aku dikasih ceramah sama mama"
"kita salah jalan kali A udah ater aku pulang aja yu"
"kita ketempat lain aja yu mereka mungkin ga lewat sini"
Kania dan Deni kembali menaiki motor.
"lho A ngapain kesini?" Jantung Kania berpacu kencang pikiran-pikiran buruk sudah terlintas dikepala nya. Deni membawanya kehotel. Kania bingung didaerah sini tak ada angkutan lewat. Wajah Kania pucat. Deni menggandeng Kania dia menyuruh Kania duduk dilobi sedangkan dia menuju resepsionis. Tak lama dia kembali membawa kunci.
"ayo neng" Deni kembali menggandeng tangan Kania tapi Kanua melepaskannya.
__ADS_1
"ngapain kesini A aku ga mau aku pulang sendiri aja" Kania berbalik berjalan menuju pintu.
"neng Aa cuma mau kamu istirahat dulu biar ga cape kamu seharian Aa bawa kesana kemari pasti cape" Deni mengejar Kania dan menarik tangan Kania.
"aku bisa istirahat dirumah"
"neng disini ga ada angkutan lewat Aa janji setelah ini Aa anterin neng pulang yu...malu neng dilihat banyak orang" Kania tak perduli dia terus mencoba melepas tangan Denu tapi tenaga Deni lebih kuat. Deni terus mengucapkan kata-kata rayuan nya. Kania merasa orang-orang sudah memoerhatikannya hingga may tidak mau dia mengikuri Deni karena takut menjadi keributan disana.
Sampai dikamar hotel Kania memilih duduk disopa dengan cemberut.
"minum neng" Deni menuangkan minum digelas Kania. "disana rebahan dulu neng kalo mau tidur juga ga apa-apa nanti jam setengah 5 Aa bangunin Aa kemar mandi dulu neng kebelet" Deni masuk ke kamar mandi.
Kania bingung dia mengotak-atik hp nya dia berpikir menelon kakak nya untuk jemput dia tapi kalo tau Kania dihotel dengan cowok pasti Kania dapat amukan. Sibuk dengan pikirannya hingga dia takmenyafari kalo Deni sudah duduk disebelahnya.
cup dengan tiba-tiba Deni mengecup bibir Kania. Kania merasa shok dengan serangan tiba-tiba dia mematung dan itu menjadi kesempatan Deni yang mengulang kecupan nya dan berubah menjadi ******* dia menggendong Kania menuju ranjang Kania berontak dan memekul dada Deni tapi dengan badan yang tinggi besar Deni seolah tak merasakan pukulan Kania. Kania tak mampu berteriak karena mulutnya terbungkam dengan mulut Deni. Deni membaringkan Kania tanpa melepas pangutannya di mengangka tangan Kania dan menguncinya dengan sebelah tangan Kania memberontak memalingkan mukanya agar dapat melepaskan pangutan Deni tapi sayang itu tak berhasil sedangkan satu tangan Deni sudah berkeliaran ketubuh Kania. Deni mencoba membuka reseleting celana Kania. Tapi Deni menyadari kalo Kania mulai kehabusan napas dia pun melepaskan pangutannta.
"Aa udah ga kuat neng tiap liat kamu"
"Aa aku mohon jangan lakuin ini"Kania sudah dibanjiri air mata.
"bukan nya dengan A Yuda neng sudah sering lakuin ini" Deni dengan wajah kebingungan melihat Kania berderai air mata.
"aku ga sekotor itu A Yuda ga pernah ngelakuin diluar batas minta aja dia ga pernah A aku mohon Aa lepasin aku"
__ADS_1
"maaf neng maaf banget Aa ga tau kalo kamu belum pernah ngelakuin itu karena yang aa tau A Yuda sudah sangat pengalaman neng" Deni melepaskan Kania dia menjambak rambutnya sendiri. Sedangkan Kanua bangun dia menenggelamkan wajahnya dilutut dengan tangisan.