
Di ruangannya,Rizal kesal dengan sikap Rasya yang selalu tenang mengikuti keadaan. Rizal memilih untuk bermain bersama kura² peliharaannya. Kemudian Nabila masuk dan bingung melihat Rizal yang kesal di depan aquarium besar miliknya.
"Buruan kejar bodoh, dia sudah ada didepan mu,kalau kamu lebih cepat kalian bisa buat anak dan penuhin akuarium ini"omel Rizal dengan sepasang kura² nya.
Nabila berdehem memecah keheningan,"dokter?apa dokter sibuk?"
"Eh Nabila sini sini kamu lihat"ajak Rizal membuat Nabila berjalan mendekati nya. "Lihat ini udah jelas² ada betina di depannya,kenapa pejantan ini sangat lambat?"
"Dokter bercanda ya?seumur hidup, saya gak pernah lihat kura² maratonan"
Rizal tertawa," iya juga ya,kalau rumahnya saya buang kira² dia bisa berlari nggak ya"
"Hmm"
"Becanda Nab,kamu kenapa kemari?"
Nabila menyodorkan dokumen ke tangan Rizal dan memintanya untuk di tanda tangani," ada dokumen yang butuh tanda tangan dokter"
Rizal mengangguk dan langsung menanda tangani dokumennya. Rizal tersenyum melihat Nabila yang terus mengamati nya.
"Oh iya nab saya mau minta pendapat mu,kalau seandainya kamu mencintai seseorang tapi dia terlihat sudah bersama orang lain ,lalu apa yang akan kamu lakukan?"
"Emmm....saya akan ikhlaskan dia"jawab Nabila membuat Rizal mengernyitkan dahinya. Benar-benar tidak bisa diandalkan!.
"Kenapa?"
"Emm karena semuanya sudah ditakdirkan masing² dan kita hanya perlu menunggu lalu menerima nya"
Rizal menghembus nafasnya kasar," kamu terlalu lama bekerja dengan Rasya sampai tidak tahu arti cinta yang harus diperjuangkan,apa dirimu ini tidak pernah jatuh cinta hah?"ucap Rizal kesal.
Nabila terdiam sembari menatap Rizal yang terus menggelengkan kepalanya" pernah" lirih Nabila. "..tapi dia sangat jauh walaupun sebenarnya kita sangat dekat" lirihnya lagi yang terbawa suasana.
"Kamu bilang sesuatu?"
Nabila menggeleng.
"Kamu dengerin saya kalau mencintai itu harus punya keberanian untuk mengungkapkan, walaupun itu di terima atau tidak tapi itu sudah termasuk perjuangan cinta"jelas Rizal sambil menyodorkan dokumen nya." nih"
Nabila menerimanya lalu pergi. Belum saja keluar, langkah Nabila terhenti lalu memutar badannya langsung ke arah Rizal.
"Saya mau bilang sesuatu sama dokter"ucap Nabila setelah memikirkan matang².
"Oh apa lagi?katakan saja jangan sungkan"
"SAYA CINTA DOKTER"ucap Nabila to the point membuat Rizal terkejut dan menjatuhkan pulpen nya.
"Maaf,kamu bilang apa?"tanya Rizal yang masih terkejut. "Apa saya tidak salah dengar?apa kamu sedang membuat pengakuan sama saya?"
Nabila menatap Rizal dalam," walaupun dokter gak ingat sama saya,tapi kita adalah teman dari SD,SMP,SMA, MAHASISWA....saat itu dokter selalu bantu saya dan terus perhatian sama saya dan...disaat itulah saya menyimpan perasaan dengan dokter sampai sekarang"
__ADS_1
Rizal terdiam dan meneguk Saliva nya kuat kuat.
"Maaf jika saya membuat Anda terkejut,saya hanya melakukan kebenaran yang kamu katakan"ucap Nabila. "Saya permisi" sambungnya lalu pergi membuat Rizal refleks duduk di kursi nya.
"Apa ini tuhan?apa aku..sudah gila?"ucap Rizal bingung dengan kejadian semua ini.
🌿🌿🌿
Tidak cukup di rumah sakit,kata² Rizal cukup menganggu pikiran Rasya. Bayangan Rafka yang menggandeng tangan Mila membuat Rasya benar benar-benar gelisah memikirkan nya. Ia melempar tubuhnya ke kursi sofa sambil mengingat wajah Rizal yang sangat kesal padanya.
"Jika aku diam aku hanya ingin menghargai pilihannya,apa aku salah?" Lirih Rasya pada dirinya sendiri. "Bagaimanapun juga Mila adalah wanita yang sudah bersuami,harga dirinya jauh lebih penting dari apapun termasuk perasaanku padanya"ucap Rasya lalu memejamkan matanya.
🌿🌿🌿
Keesokan harinya Rafka sudah berniat untuk membawa Mila pergi makan bersama nya. Rafka terus berjalan sambil berfikir kalau Mila akan menjadi gadis yang hangat dan menerima cintanya.
"Mil Lo sibuk?"
"Hmm"
"Ayo makan,Lo pasti belum makan kan?udah kebaca dari muka Lo"ucap Rafka menarik tangan Mila.
"Gue gak laper"
"Kali ini aja,udah tiga hati Lo dinginin gue,kalau Lo mau sekarang gue janji kalau setelah nya gue bakal minta izin dulu sebelum gangguin Lo"
Mila terdiam lalu mengangguk mengikuti ajakan Rafka di depannya. Yah,Rasya yang baru keluar dari ruang operasi hanya bisa menatap kebersamaan mereka dari kejauhan. Rizal yang melihat itu merasa gatal dan ingin mengumpat sahabat nya sekarang juga.
Rasya meraih tangan Mila membuat gadis itu sangat heran dan menatap nya," ada yang mau saya bicarakan sama kamu"ucap Rasya membawa Mila pergi dari hadapan Rafka. Rafka yang melihat itu merasa kesal dan ingin mengatai adiknya.
"Adik durhaka!bawa jatah gue pake alasan pekerjaan"gerutu Rafka kesal lalu pergi.
Rasya menggenggam tangan Mila sampai taman belakang rumah sakit. Mila yang melihat itu merasa bingung dan aneh karena sikap Rasya yang tak terlihat seperti biasanya.
"Saya mau bertanya sama kamu sebagai gantinya kamu boleh bertanya satu hal sama saya"
Mila hanya mengangguk sambil mencerna ucapan Rasya yang merepotkan otaknya.
"Sebenarnya kamu dan kakaku?..."ucap Rasya menggantung karena ragu membuat Mila menertawai nya.
"Maksud bapak saya sama Rafka?"
Rasya mengangguk membuat Mila semakin tertawa. Ia tak habis pikir kalau dokter yang selalu dingin harus mencampuri urusan nya saat ini.
"Saya gak ada apa² sama Rafka,justru saya selalu kesal melihatnya,sejak di Cilacap dia selalu menggangu saya untuk bekerja"jelas Mila." Bapak bertanya seperti ini kenapa?tidak mungkin bapak cemburu kan?" Tanya Mila dengan wajah lugunya.
"Tenang pak,saya lebih suka karakter yang modelan nya kayak bapak"gurau Mila.
Hening.
__ADS_1
"Mil,saya ingin bilang sesuatu sama kamu"
Satu menit.
Dua menit.
Tiga menit.
"Bapak mau bilang apa sama saya?"tanya Mila memberanikan diri dengan semua kecanggungan ini.
"......saya cinta sama kamu"ungkap Rasya membuat Mila terkejut. "Saya cinta sama kamu walaupun saya tahu kamu selalu menjaga perasaanmu untuk suamimu"
"......'
"Saya hanya berfikir kalau saya harus mengatakan itu Agar selamanya perasaan ini tidak menjadi beban di hati saya melainkan sebuah keindahan di kehidupan saya"
"Bagaimana bapak bisa cinta sama saya?lalu istri bapak"tanya Mila yang pernah mendengar Rasya yang menceritakan istrinya pada rizal.
"SAYA AKAN CERAIKAN ISTRI SAYA"Ucap Rasya membuat Mila menarik tangannya.
Mila menggeleng," saya gak bisa pak,saya juga wanita yang tahu perasaan wanita lain jika di ceraikan sama suaminya"ucap Mila sambil memundurkan langkahnya perlahan.
"Kalau bapak mau hubungan kita baik² saja sebaiknya kita jadi sahabat pak"Ucap Mila membuat Rasya meraih ponselnya dan memasukkan nomer nya didalamnya.
"Oke"putus Rasya cepat. "Kita sahabatan" ucapnya karena berfikir kalau itu satu ²nya cara untuk bisa tetap dekat dengan Mila.
Rasya sama sekali tidak ingin memaksa Mila untuk mengingkari prinsipnya. Rasya akan selalu mendukung Mila dengan harga diri Mila tetap menjaga kesetiaan untuk suaminya.
Mila tersenyum sambil memberikan gelang persahabatan yang ia buat sendiri saat kelas kerajinan. Rasya tersenyum sambil menatap Mila yang mengikat gelang di pergelangan tangannya," saya gak tahu itu benar atau tidak,tapi dikampung halaman saya seorang sahabat harus mengikat gelang di tangan sahabatnya Agar keduanya bisa terikat selamanya"jelas Mila yang sibuk mengikat gelang ditangan Rasya
"Apa setelah hari ini hubungan kita tidak akan Canggung seperti sebelumnya"
"Tentu saja"ucap Mila menepuk bahu sahabatnya,"ayo aku traktir makan karena kebetulan aku baru dapat gaji dari profesor Hamka"ucap Mila membuat Rasya tersenyum karena menyadari sikap Mila yang lebih santai padanya.
Keduanya pergi ke restoran terdekat sambil merayakan hari persahabatan baru mereka.
"Emm apa kamu mau bertanya satu hal padaku?"
Mila menggeleng dan tersenyum," Lain kali saja,belum terpikirkan oleh ku saat ini"
"Ouh"ucap Rasya singkat sambil menatap Mila yang tertawa melihatnya.
"Kenapa tertawa?apa ada sesuatu di wajahku?"tanya Rasya sambil memeriksa wajahnya dengan tangan nya.
Mila menggeleng,"Gak papa,aku hanya berfikir kalau aku punya hutang satu pertanyaan untuk mu"jelas Mila. " Dan aku akan memikirkan soal yang tidak mudah dan sangat menyulitkan mu"
"Apa kamu mau menenggelamkan kapal persahabatan yang baru saja di bentuk?"
Keduanya tertawa dan senang dengan hubungan baru mereka.
__ADS_1
"Kalau tenggelam aku akan membuatkannya yang baru"ucap Mila sambil menyantap spaghetti barbeque nya.