Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#71


__ADS_3

(gempa bumi tujuh belas tahun yang lalu)


Agas ikhsan Ahmad, seorang ketua sukarelawan yang sangat berjasa dan disegani banyak orang. Semua orang menyebut mereka sebagai 'keluarga penyelamat tuhan untuk bumi dan seisinya ' . Vina Sekar Maharani, seseorang yang membantu agas untuk menindaklanjuti korban yang berhasil di selamatkan. Begitu juga Muhammad Akmal Arsy,anak pertamanya yang membantu untuk menyiapkan kebutuhan orang tuanya. Lalu untuk menghibur korban, menyemangati keluarga,dan mengambil gulungan kasa adalah tugas dari sosok sayyidah nur kamila waktu itu.


"Kakak kenapa gak ada orang sakit hari ini?"


Akmal tertawa sambil mengacak-acak rambut adik nya gemas" itu bagus,kenapa kamu kesal?"


"Kalau gak ada yang sakit bagaimana aku bisa bantu ayah?aku ingin jadi seperti ayah kak,bibi² itu bilang kalau gempa kemarin bukan hal yang biasa dan banyak memakan korban,tapi sekarang kenapa aku tidak melihat seorangpun yang berdarah?mereka sudah terbungkus dengan kapas putih di atas kepala mereka"


"Itu berarti ayah sudah menyelesaikan semuanya,kamu jangan khawatir "ucap Akmal tersenyum saat melihat adiknya yang cemberut menantikan korban di depannya,"kamu suka bantu orang kan?cepat naik dan beri kakak sedikit pijatan"serunya dan tertawa saat merasa tangan kecil itu terus meraba bahunya.


"Enak,kak?"


Akmal mengangguk walaupun pijatan itu tidak terasa sama sekali di bahunya," adikku memang hebat,sini beri kakak ciuman"


Cup.


Belum sampai beberapa menit puluhan orang datang dengan tubuh penuh luka. Akmal langsung bergegas saat melihat ayahnya sudah nampak sangat kelelahan. Untungnya di detik² terakhir pasukan dokter datang untuk membantu agas dan semua timnya.


"Gawat,lukanya parah,nafas nya tidak beraturan"ucap agas khawatir melihat korban yang seumuran dengannya. Agas langsung mendongakkan kepalanya saat sebuah tangan tiba² datang untuk membantu nya.


"Kita akan menyelamatkan nya bersama"ucap Adi mendapat anggukan.


Hening.


Satu jam.


Dua jam.


"Setidaknya dia sudah baik baik saja, ada masalah sedikit yang membuat oksigen sulit masuk dan lukanya di tangani lebih cepat"


"Lalu bagaimana keadaan nya sekarang?"


"Sudah baik, tindakanmu cukup bagus untuk menghentikan pendarahan nya"


"Hmm,aku pergi dulu"pamit agas lalu pergi kembali ke pengungsian. Kemudian agas tersenyum saat melihat berlari manis  ke arahnya.


"Putri ayah yang cantik"teriak agas menangkap tubuh kecil Mila dan menggendongnya.


"Ayah berapa orang yang ayah selamatkan hari ini?"tanya Mila antusias yang masih berumur lima tahun. Agas menggeleng membuat Mila langsung mengerucutkan bibirnya.


"Tidak ada?"tanya Mila melihat agas terus menggeleng sambil menahan senyumnya.


"Yah..ayah kenapa tidak ada?aku hari ini menyelamatkan banyak orang bersama kakak,bibi² disana juga bisa tersenyum karena aku ayah,mereka semua bilang anak ayah sangat hebat"


"Benarkah?"


Mila mengangguk polos," iya ayah kalau gak percaya tanya saja sama ibu dan orang² disana...pasti mereka akan bilang kalau putri ayah yang cantik yang sudah membantu mereka"


Agas tertawa dan mencium kedua pipi putrinya," baik² putri ayah memang hebat "puji agas membuat Mila tersenyum bangga lalu mencium sayang pipi ayahnya. Adi yang melihat keharmonisan itu dari kejauhan ikut terhibur dan tersenyum bahagia.


"Siapa mereka?"tanya Adi pada asistennya.

__ADS_1


"Tuan Agas dan putrinya"


"Agas?"


Asisten itu mengangguk," ketua sukarelawan yang terkenal sampai ibu kita, keluarga nya selalu ada untuk membantunya sejauh ini"


Adi tersenyum melihatnya," ternyata mereka bukan orang biasa"lirihnya lalu kembali pada tugasnya.


Disisi lain seorang ibu hamil merepotkan keadaan maira kali ini. Kaki yang busuk karena jepitan besi berkarat, ****** yang belum terbuka juga usia kehamilan yang bisa dibilang masih sangat muda. Memang menjadi dokter yang bergerak untuk merawat ibu dan janin terlalu sulit untuk maira saat bidangnya fokus pada spesialis ortopedi dan pembuatan obat. Maira tidak ada pilihan selain membantunya dengan operasi Caesar yang pernah ia lakukan sebelumnya. Ia menghentikan niatnya saat melihat Vina yang tiba tiba datang untuk membantunya.


"Ibu dan janinnya sehat, dia masih bisa melahirkan secara alami tanpa operasi itu lagi"


"Kamu bisa melakukannya?'


Vina mengangguk " kita bisa lakukan bersama"ucap Vina mendapat anggukan.


Setelah berjam-jam akhirnya mereka berhasil membawa anak itu datang ke dunia. Mereka tersenyum saat melihat bayi cantik itu yang lahir dengan sehat dan selamat.


"Sekarang giliran mu"ucap Vina memberi aba² pada maira untuk menyembuhkan laki ibunya.  Vina merasa sedih saat kaki itu harus segera di amputasi. Mereka ragu untuk mengambilnya karena wanita itu yang hidup tanpa suami lagi. Kemudian maira mengangguk saat mendapat persetujuan dari pasien yang ingin tetap hidup untuk merawat putri kecilnya.


"Asal aku hidup,satu kaki saja tidak masalah....aku akan berusaha melindungi putriku sampai besar dengan satu kaki ini"ucap ibu itu membuat Vina dan maira terharu mendengarnya. Ibu itu langsung tertidur saat obat bius mulai bereaksi pada tubuhnya. Selamat!Vina dan maira berhasil melakukan tugas dengan sebaik-baiknya. Sejak saat itu, agas,Adi,maira ,dan Vina mulai menjalin persahabatan yang baik dan bekerja sama untuk menjalankan tugas mulianya.


"Apa disana adalah putra mu?"tanya Vina melihat anak laki-laki yang sedang sibuk mengobrol dengan putra pertama nya.


Maira mengangguk "mereka disini karena tidak ada orang di rumah yang bisa menjaganya"


"Dia sangat menggemaskan,putraku Akmal selalu menginginkan adik laki-laki,mereka mungkin akan berteman baik"


Teriak Mila sambil menangis membuat semua orang khawatir dan berlari ke arahnya. Mila sangat kesal saat melihat pria kecil berwajah datar sedang membunuh katak kecil dan mengambil organnya.


"Ada apa nak?"tanya agas khawatir melihat Mila menangis.


"Dia memukulku"jawab Mila membuat maira dan Adi langsung mengernyitkan dahinya.


"Sya,kenapa memukulnya?"


Rasya menggeleng,"aku tidak memukulnya tapi dia mengigit ku"


"Apa yang kamu lakukan sampai dia menangis seperti itu?"tanya Adi mendapat gelengan kepala dari putra bungsunya.


"Aku juga tidak tahu"ucap Rasya datar dan terus terang. Mendengar itu agas langsung menatap putrinya lembut untuk mencari jawabannya.


"Mila putri ayah yang baik,cepat katakan pada ayah,kenapa kamu menangis nak?"


"Ayah....dia sangat jahat, dia membunuh katak itu ayah, aku sangat kesal dan mengigit nya"jelas Mila membuat semua orang tertawa. Mila sangat lucu dengan dua kuncir di rambut nya yang terus bergoyang goyang "ayah apa aku melakukan kesalahan dan membuat ayah marah?"


"Rasya kamu sedang apa?"


"Aku hanya ingin menelitinya, itu jantung,tulang rusuk,dan itu ginjalnya, ayah apa katak memang punya tiga jantung?"tanya Rasya membuat Adi jongkok di hadapan nya.


Adi mengangguk,"benar tiga"


"Kenapa?apa semua amfibi juga punya tiga jantung?"

__ADS_1


"Benar ,semua amfibi termasuk katak punya tiga jantung yang  terdiri dari tiga ruang yaitu dua atrium dan satu ventrikel tunggal dan tidak memiliki pembuluh darah koroner sistem, dengan demikian pertukaran metabolit dan gas dari darah untuk jaringan otot jantung dicapai dengan difusi. Intinya ruang ini adalah tempat untuk menampung darah yang kaya akan karbon dioksida , dan darah yang kaya dengan karbon dioksida itu berasal dari seluruh tubuh"


"Ayah,aku sungguh tidak melakukan apapun padanya"


"Em... seperti nya putra kalian akan menjadi seperti kalian"ucap agas mencairkan suasana. Memang,putrinya itu terlalu sensitif dengan semua hal tentang nyawa. Semua tersenyum melihat Mila yang masih menatap kesal Rasya di depannya. Sejak saat itu Adi tahu kalau putranya Rasya sangat berbakat untuk menjadi dokter sepertinya. Ia bertindak cerdas dan berani. Pemilahan organ katak terlalu rapi untuk anak seusianya. Putranya itu memang sudah dilahirkan untuk menjadi dokter masa depan dengan kecerdasan yang luar biasa.


"Kalau begitu kenapa kamu melakukan nya di depan anak gadis kecil yang manis ini"ucap maira melihat agas yang menghapus air mata putrinya . Rasya yang di ajak berbicara hanya mengedikan bahunya karena berfikir dirinya tidak bersalah dan Mila lah sendiri yang menghampirinya.


"Hmm peri cantik jangan pedulikan dia, ayo kita main"ajak Rafka yang masih berumur delapan tahun.


"Siapa kamu?"


"Temenmu"


"Sungguh?"


"Iyalah,masak iya aku mau temenan sama anak jahat seperti dia,mending sama gadis manis seperti mu "ucap Rafka sambil melirik kesal ke arah adiknya.


"Kak, apa yang kamu bilang?"


"Tuh kan dia nyeremin dan membosankan...ayo pergi, aku bisa melukis wajahmu di atas kertas "ajak Rafka menggandeng tangan Mila pergi dari semua orang.


"Rafka ini jahil sekali"ucap maira tertawa melihat kelakuan putra sulung nya,sedangkan Rasya?dia lebih memilih diam sambil menatap serius semua organnya.


"Coba jelaskan sama papa, apa yang kamu dapatkan?"tanya Adi membuat Rasya tersenyum dan mulai menjelaskan. Adi bahagia saat melihat ekspresi itu ada di wajah putranya " hebat sekali,ingat itu papa akan kembali nanti"pamit Adi mendapat anggukan.


Setelahnya,Rasya langsung menoleh saat mendengar suara decakan dari belakang nya.


"Kenapa kamu berdecak?"


"Apa yang hebat dari itu?kamu hanya anak kecil yang membuat adikku menangis"


"Berhenti bilang aku anak kecil!orang dewasa sepertimu juga belum tentu bisa untuk melakukan nya kan?"


"Dih songong lu bocah, gimi² nilai sains ku berada paling tinggi satu kelas "


"Hanya 50 dengan pena merah, ibu mu tidak tahu kalau kamu mendapat remidi kan?"ucap Rasya membuat Akmal menertawai nya.


"Bagaimana kamu bisa tahu Hah kalau aku mendapat 50"


"Kamu membuang kertas ujianmu di sembarang tempat "ucap Rasya lalu pergi.


"Dasar bocah tengil"


Disisi lain Vina ikut tertawa saat melihat Mila yang dijadikan objek lukisan Rafka di bawah pohon besar. Gadis kecil itu terlihat sangat lucu bahkan saat memarahi Rafka yang terus menyuruh nya.


"Putrimu itu sangat berani"


"Hahaha putramu juga...dia pandai sekali mengambil hati orang dengan kata² nya"


Maira mengangguk,"betapa bagusnya kalau mereka bersama saat dewasa nanti"gumam maira yang hanya mendapat senyuman kecil dari Vina.


Wallahu alam

__ADS_1


__ADS_2