
Di depan studio radio 19,Rasya sudah sangat berharap untuk bisa bertemu dengan Arum yang memiliki suara seperti istrinya. Rasya bisa berfikir seperti itu karena dirinya yang mendapat pesan dari Ayesha. Hitung² jika itu ia lakukan untuk membalas sikap gara yang keterlaluan padanya
~lo kemari nanti siang,idola Lo ada di studio sekarang ~
Pesan Ayesha membuat Rasya menyunggingkan senyumnya. Betapa bagusnya jika ia mempunyai banyak ruang pertemanan untuk mencari keberadaan istrinya.
Braaak....
"Maaf"ucap gara yang tak sengaja menyenggol Rasya yang hendak masuk kedalam. Gara yang mendapat anggukan memilih mengabaikan nya karena dia yang sudah sangat terlambat. Rasya melanjutkan langkah nya dan.......
...Hay,selamat pagi kawan,saudara,mantan,atau mungkin calon masa depan... bagaimana kabar kalian semua yang masih hidup dalam lapisan ozon yang sudah parah²nya berlubang?pasti panas banget,kan buat kalian yang pecinta dingin dan nyegerin? Radio FM 19ndayang lagi nih untuk menjadi estetika siang...unik kan seperti gadis yang menemani kalian siang ini?....untuk siang ini tetap semangat ya,jangan pernah menyerah buat prasangka kalian yang belum dicoba...tuhan ada dimana-mana buat bagikan kebahagian untuk kalian semua....love your self and always keep your spirit to looking for your love.,....
Rasya tersenyum. Keinginan nya untuk menemui sosok penyiar estetika semakin menggebu. Cantik, berbakat,dan pantang menyerah dalam hidup membuat Rasya penasaran dengan sosok yang mempunyai kata² manis dan bijaksananya. Andai penyiar itu sungguh Mila mungkin saat itu juga Rasya akan menekuk lutut di hadapan nya. Ia sungguh menyesal dengan semua tuduhan Tentang perselingkuhan istrinya.
"Mila?"panggil Rasya membuat gadis itu menoleh. Tahi lalat besar di pipi dan badan gemuknya membuat Rasya tahu kalau gadis itu bukan Mila.
"Maaf anda bilang apa?"tanya nya bingung yang sedang duduk di kursi penyiar seorang diri.
"Emm apa kau tadi yang mengisi suaranya?"
Gadis itu mengangguk "iya kenapa?"jawabnya yang bingung melihat ekspresi Rasya yang berubah masam. "Tuan kamu siapa? Dan bagaimana bisa masuk kesini?" Tanya gadis itu bingung melihat Rasya langsung memberi vote hebat untuk kolom siaran nya. Gadis itu hanya tersenyum saat melihat Rasya yang sudah berjalan pergi dari studio nya.
"Mungkin penggemar kaya"lirih gadis itu" tampan juga buat aktor utama"
Tap
Tap
"Kenapa senyum² begitu?"tanya Arum yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Eh rum....tadi ada orang yang tanyain Lo gue jawab itu gue...Lo gak marah kan?..gue mau numpang pamit sedikit gitu"
"Banyak yah gak papa...bukannya itu alasan Lo buat ngundang siang² gini ke gue?lagian kalau ada orang yang kesini nanyain siaran kita..itu berarti kita berhasil buat balikin nama baik Lo yang udah kehilangan viewer"ucap Arum yang sebenarnya jam kerjanya adalah malam.namun, karena sahabatnya yang kurang bisa menarik pendengar membuat ia datang untuk membantunya. Kebet5 tahun ini adalah mas boomingnya sebagai penyiar radio menggemaskan.
"Eh rum...mawar nikah katanya sih sama ketua sukarelawan ....Lo mau Dateng gak?"tawar nya membuat Arum melirik gara yang duduk tak jauh darinya.
"Kak...bolehin ya"
"Kamu udah teriak² kek gitu apa kakak bisa nolak?"jawab gara yang masih sibuk dengan alat di depannya.
__ADS_1
"Kakak udah izinin,kapan kita pergi?"
"Tanggal 22 Juni"jawabnya membuat Arum terdiam.
"Lo kenapa?"
Arum menggeleng " gak papa,gue cuma merasa aja kalau tanggal ini adalah tanggal yang baik"
"Ouh oke² gue tunggu Lo di studio besok"ajak Reni bersemangat "kita langsung berangkat setelah siaran besok"tambahnya lagi mendapat anggukan.
🌿🌿🌿🌿
Rasya sedikit kecewa kalau Suara itu bukan milik sosok istrinya. Kerinduan nya sudah sangat menumpuk untuk menyesakkan hatinya. Sudah satu tahun lamanya ia menunggu tapi masih belum mendapat kabar apa² tentang istrinya . Mungkin sekarang adalah waktunya untuk berhenti berharap demi masa depannya.
Kemudian Rasya meminum 2 pil obat untuk sakit kepalanya. Badannya limbung membuat qiana yang lewat langsung menangkap dan memeluknya.
"Sya kamu kenapa?"tanya qiana khawatir yang sudah meraih Rasya untuk masuk dalam dekapannya.
"Kepalaku sakit"lirihnya lemah dengan wajah yang sudah berubah pucat. Ya,jika dibilang Rasya itu pria lemah sebenarnya tidak. Ia mendapat kan sakit kepala nya lagi saat mobil ugal-ugalan tak sengaja menabrak nya. Alhasil keningnya sedikit berdarah karena benturan yang tiba-tiba ia dapatkan.
"Lepasin qiana"
"A...ayah"lirih Azen yang shock melihat Rasya dan qiana saling berpelukan. Jujur saja kalau di dalam hati kecilnya Azen masih terlalu mencintai ibunya. Rasya yang melihat putranya langsung melepas diri dari pelukan qiana walaupun badannya terus limbung untuk bisa tegak sendirian.
"Aku benci ayah!!!aku benci bibi qiana!!intinya aku benci kalian berdua!!"teriak Azen kesal lalu pergi dari hadapan nya. Azen menangis dan bersembunyi di balik pohon dengan wajah yang ia sembunyikan dibalik lututnya.
Disisi lain yang melihat adiknya tidak sehat langsung berlari untuk memapahnya dan memberi tatapan tajam pada qiana.
"Gausah caper karena gue gak bakalan kasih restu gue sama Lo"ucap Rafka kesal lalu membawa Rasya pergi bersamanya.
"Dasar, anak sama paman...sama² nyebelin nya"gumam qiana lalu pergi dengan kepalan tangannya.
Sesampainya di ruangan Rafka langsung melempar tubuh Rasya hingga jatuh ke atas sofa.
"Gak sehat Lo!"
"Kak Lo bukan Azen!gue pusing!gue gak sengaja"lirih rasya lemah membuat Rafka merasa kasihan.
"Gue obati luka Lo"ucap Rafka yang sudah membawa salep di tangannya
__ADS_1
Rasya menggeleng" Lo susul Azen saja, gue bisa sendiri"
"Gue bakal bujuk Azen buat kembali tapi masalah dia marah ke Lo atau enggak gue gak tahu"ucap Rafka lalu pergi ke taman belakang rumah sakit. Hatinya sangat sedih saat melihat anak itu kecil itu menangis sambil memanggil ibunya. Ia berjalan ke arah Azen sambil membawa lolipop ukuran besar yang ia beli di tongkrongan kesukaannya.
"Permen?'
Azen menggeleng, "gak mau nanti ayah marah" ucap Azen membuat Rafka tertawa. Anak kecil itu tidak suka permen karena tidak baik untuk kesehatan. Itulah yang selalu di katakan Rasya padanya.
"Kamu ini terlalu sayang dan penurut sama ayahmu ya?"ucap Rafka mulai membuka lolipop nya sendiri.
Hening
"Paman aku rindu ibu ..."ucap Azen membuat Rafka terdiam membeku " apa dia tidak akan kembali lagi?kenapa teman²ku bilang ibuku sudah tidak menginginkan ku lagi?paman,apa ibu marah sama ayah?aku benci ibu ..kenapa dia pergi?apa dia tidak menyayangi ku lagi dan ayah?"rengek Azen sambil menghapus air matanya sendiri,tapi nihil air mata itu terus saja lolos dari kelopak matanya.
Rasya tersenyum sambil memegang kedua pundak keponakannya "jangan katakan itu...ibumu terlalu cantik untuk kamu benci....kamu dan ayahmu itu sangat tampan dan manis ..ibumu tidak akan tega untuk meninggalkan mu pergi "
"Lalu kenapa ibu pergi?"teriak Azen kesal dan semakin menangis.
"Azen, apa kamu percaya sama hatimu?"
Azen mengangguk" aku percaya kalau ibuku akan kembali..."
Rafka akhirnya tersenyum sambil mengacak rambut Azen dan menarik pipinya gemas " anak baik, tetap pikirkan hal positif seperti itu...tak lama lagi ibumu pasti akan datang untuk kamu peluk, bagaimana?"ucap Rafka yang berhasil menghibur Azen. Untuk sejenak ia tersenyum kemudia kembali menekuk wajahnya saat mengingat Rasya dan qiana saling berpelukan.
"Lalu ayah?apa dia sudah tidak menginginkan ibuku lagi?kenapa dia bersama dengan bibi qiana paman?bahkan saling berpelukan?"
"Ayahmu tidak sengaja, dua sedang sakit sekarang.....kamu anak baik kan?, seharusnya kamu menemani ayahmu dan mengobati lukanya...kamu lihat darah di kening ayahmu? Itu yang buat ayah jatuh ke pelukan bibi qiana sayang"
"Jadi ayah gak suka bibi qiana kan paman?"tanya Azen langsung tersenyum bsaat melihat dua hari peace dari Rafka.
"Demi calon istri paman yang lebih cantik dari Dewi, paman gak pernah bohong kalau ayahmu itu hanya bisa mencintai ibumu!"gurau Rafka membuat tawa Azen tergelak pecah" apa sudah percaya hmm?"
Azen mengangguk membuat Rafka tersenyum lega.
"Permen nya yakin gak mau?"
"Aku mau tapi takut ayah marah"
"Gak papa makan aja,nanti kalau ayahmu marah biar paman yang jadi tamengnya"
__ADS_1
Azen menerimanya lalu menjilat nya dengan senang. Lolipop itu sangat manis untuk membuat Azen sangat bahagia.