Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#60


__ADS_3

Badan terasa panas walaupun curah hujan semakin tinggi. Rafka bingung akan keputusan nya saat menyadari dirinya yang masih awam belum berani menyanggupi syaratnya. Yai Huda terlalu keterlaluan untuk syarat menantu seperti Rafka. Hampir semua teman temannya dibuat kesal dan tak percaya dengan syarat tinggi yang diajukan yai Huda untuk kualitas menantunya.


Rafka terdiam lalu berubah serius saat melihat papa dan adiknya yang tiba-tiba muncul di televisi. Kecemasan nya semakin bertambah saat melihat sosok Mila yang juga muncul di berita tsunami bersama rekan-rekan nya. Rafka tahu, walaupun dia tidak bersanding bersamanya Mila masih satu² nya gadis yang pernah di cintai nya. Rafka harus bergegas ke jakarta untuk berkumpul kembali dan membantu kesulitan keluarga nya.


"Gue mau pulang"putus Rafka sambil mengemasi semua baju² nya


"Lalu yai Huda?"tanya ardhan bingung menatap Rafka yang tiba² pergi dari asramanya"Lo rela ninggalin labibah lagi?'


Rafka terdiam.


Kedua bibirnya mengatup lekat. Suara deru nafas seolah tak terdengar lagi dari mulutnya. Tatapan nya kosong dengan sejuta pikiran yang sulit sekali untuk ia putuskan.


"Gue gak bakal biarin Lo mainin gadis lugu lagi, ghosting itu sakit raf, bisa bikin orang trauma buat jatuh cinta lagi"ucap ardhan membuat Rafka kesal.


"Beri gue ruang Dhan, gue gak bisa...kalau emang labibah takdir gue...tuhan bakal bawa gue kembali"ucap Rafka lalu pergi dengan mobil hitam nya.


Tidak seperti dulu saat buku² memenuhi jok mobilnya. Sekarang hanya ada hawa AC dan pewangi mobil di dalamnya. Tiba² Rafka terkejut saat melihat labibah yang tiba-tiba menghadang mendadak didepan mobil nya. Rafka segera turun saat melihat labibah menangis melihatnya.


"Abang mau pergi?"


"Iya"


"Kenapa?apa karena Abi?"tebaknya membuat Rafka langsung menunduk," aku tahu semuanya bang"


"Nggak"


"Abang mau pergi seperti ini meninggalkanku?"


"Iya"


"Abang boleh pergi kalau udah kasih tau alasannya "


"Bibah minggir ,aku mau pergi "


Labibah menggeleng," gak boleh pergi,sumpah demi apapun Abang gak boleh pergi lagi"rengek nya sambil menangis lalu terdiam saat Rafka mengusap lembut kepalanya.


"Bukan karena Abi, percaya padaku kalau aku akan kembali setelah kebingungan ini hilang"


Labibah terdiam dan berusaha untuk memahami situasi Rafka.


"Aku tidak mau memutuskan hal yang nantinya malah membawa semuanya hancur dan tidak bahagia"


"Kembali bang"


"Jaga dirimu"pamit Rafka lalu pergi setelah mengusap pucuk kepala labibah.


🌿🌿🌿🌿


Tingg....

__ADS_1


"Pcc?"


Pesan Mila setelah melihat story Instagram Salfa di ponsel Laila. Di foto nya Salfa terlihat sedang berpose ria bersama semua teman temannya. Sayyidah Salfa Zakiyah, Mila ingat betul dengan nama lengkap sepupu kandung nya. Kaos putih,jaket jeans, dan sepatu cets putihnya yang sekarang ini menjadi fashion andalannya. Ia tidak tahu sudah berapa lama ia tidak berkomunikasi dengan sepupunya. Yang Mila harapkan saat ini adalah Salfa ada di bandung agar bisa menitipkan anaknya.


"ITB Bandung"


^^^"Ngapain?"^^^


"Kerja paksa"


^^^"Sal,serius atau gue spam sampai ngehang"^^^


"Jangan!!!"teriaknya lewat pesan Suara "sebenarnya gue kesini cuma pengen jadi hacker"


^^^"Udah bosen jadi jurnalis?"^^^


"Lo percaya sama ucapan gue?"


^^^"Enggak banget,paling juga ada wawancara penting"^^^


"Hmm kenapa Lo DM gue?ada maunya ya?"


^^^"Minta tolong jagain Azen"^^^


"Suami Lo kaya kenapa nyuruh gue?"


^^^"Karena gue percaya dan sayang sama Lo doang Salfa"^^^


^^^"Bisa gak?kalau gak bisa Lo harus paksa buat bisa"^^^


"Sel telur Lo terlalu express buat ngerespon sel ****** Kakak ipar!!jangan buat anak kalau nyusahin gue Mulu!!"


^^^"Hist Lo belum cukup umur buat bahas kek gitu!!"^^^


"


Anjir gak asyik Lo!!!gue bisa tapi cuma seminggu dan gak lebih"


^^^"Gpp, thanks"^^^


Percakapan itu berakhir saat Mila melihat seorang ibu menyiram lukanya dengan air raksa. Padahal 20 menit yang lalu ia sudah menyuruhnya untuk menghindari lukanya dari basahnya air. Mila langsung berlari saat melihat air raksa hendak disiram ke daerah lukanya. Ibu itu terkejut saat melihat Mila datang dan merampas obat nya.


"Apa yang anda lakukan??"


"Memberinya sedikit alkohol agar lekas sembuh"


"Ini air raksa apa anda tidak bisa membaca?"


"Membaca apa aku tidak tahu, dasar aneh"kesalnya lalu pergi. Hati Mila sungguh tersentak saat melihat mayoritas warga disana belum bisa menulis dan membaca. Mereka buta huruf dan tidak mengerti dengan kemajuan teknologi. Mila tidak mengerti kalau korban yang ia selamatkan belum ada yang tahu tentang pentingnya pendidikan dan belajar sejak usia dini.

__ADS_1


Dua hari lalu ia sudah mengabari Rasya untuk pulang Minggu ini. Rasya menyetujui itu karena dirinya yang juga pulang Minggu ini. Mereka berniat kalau sesudah pulang ia akan membawa Azen pergi ke rumah neneknya dan berwisata ke kebun binatang. Tak disangka jika hal seperti ini membuat Mila tak tega untuk meninggalkan mereka terjerumus lebih ke dalam jurang kebodohan.


🌿🌿🌿🌿


Seminggu kemudian....


Semua rombongan sudah siap untuk kembali ke markas mereka. Kota Aceh juga sudah lebih baik dari dua Minggu yang lalu. Pembangunan kecil²an juga mulai mereka lakukan. Mereka kembali bahagia saat situasi sudah dipastikan akan baik² saja. Laila kesal sampai marah saat mendengar Mila yang memutuskan untuk tetap tinggal lebih lama disana.


Mila berfikir dirinya akan lebih tenang jika anak²,remaja dan orang² tua yang selamat bisa lebih mengenal pengetahuan. Mila ingin menyumbangkan tenaganya untuk mengajar warga Aceh menjadi generasi bangsa milenial yang berguna. Ia tahu itu butuh waktu lama. Akan tetapi Mila yakin kalau satu Minggu lagi sudah cukup baginya untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Sudah bilang dr Rasya?"


Mila menggeleng membuat Laila kesal meladeninya," terus?"kesalnya," bekerja boleh mil...tapi jangan sampai mengabaikan keluarga mu seperti ini...banyak orang² disana yang masih berfikir kalau wanita karir itu sangat merusak hubungan keluarga....aku tahu niatmu... perhatian suamimu...tapi jika seperti ini terus kamu juga bisa salah paham dan menghancurkan keluargamu ...ingat!bola nasi mu masih kecil..suami mu juga sibuk dan membutuhkan perhatian"


"Iya² kak jangan marah ,nanti akan ku hubungi langsung...aku percaya kalau Rasya bisa memahami ku"


🌿🌿🌿🌿🌿


Bandara.


Kesal dengan Mila yang tak kunjung menjawab ponselnya, Rasya melihat Rafka yang tiba² menelfon dirinya. Rasya tidak heran dengan Rafka yang tiba-tiba menelfon nya. Ia tahu kalau kakaknya itu akan pulang setelah melihat beritanya di surat kabar.


"Sya ada apa?"


"Tidak apa kak, semuanya sudah baik...jangan khawatir "


"Lalu?"


"Mila juga baik"ucap Rasya yang sudah paham dengan kecemasan Rafka sebenarnya.


"Syukurlah semuanya baik"


"Hmm kakak ada dimana?"


"Perjalanan pulang"


Hening


"Apa ada sesuatu yang kamu butuhkan?"


"Kak....Azen sendirian dirumah, aku dan papa mau langsung ke Singapura untuk mengecek keadaan disana....semua dokter sudah dilarikan untuk membantu new Zealand, jadi kami memutuskan untuk pergi sebentar"jelas Rasya


"Mila?"


"Dia masih ada di Aceh bersama tim nya"ucap Rasya yang sudah mendapat kabar dari Laila. Memang benar kalau Laila sudah mengirim kabar pada Rasya. Laila takut Mila lupa dan terjadi salah paham antara suaminya.


"Baiklah begitu saja, aku pikir papa dan mama juga akan pergi kesana"


"Terima kasih kak"lirih Rasya membuat Rafka tersenyum mendengar nya. Ia masih tidak menyangka kalau adik kecilnya sudah menjadi pria sukses melebihi dirinya. Rafka bahagia. Melihat Mila dan Rasya bahagia Rafka berusaha untuk melepaskan nya.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2