Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#63


__ADS_3

..."saat imanmu goyah,agamamu juga akan hancur...seperti itulah hubungan jika kehilangan kepercayaan"...


Rasya tersenyum melihat Mila menidurkan dengan lembut Azen di atas box nya. Memang box itu sengaja diletakkan di ruang tamu karena Wati yang khawatir Azen tidak bisa tidur di kamarnya. Beberapa detik kemudian keduanya diselimuti keheningan. Suara hujan turun mendominasi malam yang dingin itu. Akhirnya Mila menatap Rasya walaupun sebenarnya ia tahu kalau Rasya sudah menatapnya sejak tadi .


"Yang lain kok belum datang ya?"tanya Mila pada angin untuk memecah keheningan di sekitarnya. Baru saja mau menjawab ponsel Rasya tiba2 berbunyi dari dalam sakunya. Mila yang mendengar itu langsung berjalan dan mendekati suaminya.


"Dari mama?"tanya nya sambil melirik ponsel Rasya sekilas. Rasya hanya mengangguk sambil membuka pesan itu diponselnya.


Cling....


~mama


Sya,mama ke apartemen sama papa...papamu udah lelah dan gak kuat perjalanan lagi...kamu baik² ya sama mila~


"Mereka gak jadi kesini"ucap Rasya  membuat mila terkejut,"kenapa?"tanya nya terdiam saat melihat pesan dari ponselnya.


~rafka


Adik ipar tolong redahin dulu kerinduan suami mu, aku pinjam bibi Wati nya dulu~


Mila tersenyum saat Rafka menyangka Rasya sedang cemburu padanya. Dirinya sangat mengapresiasi keluarga nya yang sangat perhatian dengan perasaan suaminya.


"Ada apa?"tanya Rasya datar yang penasaran dengan tawa keras istrinya. Mila yang ditanya hanya menutup mulut untuk menahan tawanya," dasar suami pencemburu "lirih Mila terdengar samar di telinga Rasya.


"Kamu bilang apa?"


"Bukan apa-apa,kamu belum makan kan?aku masakin nasi goreng sebentar "Mila hendak beranjak dari tempatnya,namun Rasya buru² menarik tubuh Mila untuk tetap duduk didekat nya.


"Jangan jauh² dariku,hatiku sakit entah kenapa "lirih Rasya memeluk Mila erat sambil menciumi pundaknya.


"Hei..hei kamu kenapa?kita baru pisah 3 Minggu dan itu sering terjadi kan?"heran Mila sambil mengelus kepala suaminya," kamu terlalu merindukan ku ya sampai tidak bisa berkata kata lagi?"


Rasya mengangguk sambil membelai pipi Mila lembut," aku merindukanmu "


"Aku juga"


"Mil"


"Hmm?"


"Aku lapar"


Mendengar itu Mila tergelak,"tuh kan bener"ucap Mila sambil menarik hidung suaminya" bentar aku masakin"


"Oke"

__ADS_1


Mila berjalan ke arah dapur, melipat ujung lengan kemejanya. Kemudian menyalakan kompor dan memasak nasi goreng andalannya. Ia ingat kalau Rasya sangat menyukai nasi goreng sebelum ia benar² tahu kalau ia adalah sosok istrinya.


Rasya berjalan mendekat dan kembali memeluk Mila. Ia melingkarkan tangannya di pinggang nya lalu menenggelamkan wajahnya di pundak Mila. Refleks Mila yang merasakan itu langsung menghentikan aktivitas nya dan memutar tubuhnya di hadapan Rasya.


"Kenapa ?banyak pikiran ya?kita makan terus istirahat ya"


"Aku menginginkanmu "


"Kamu gak lelah?"


"Aku lelah"ucap Rasya membuat Mila tersenyum dan memberi kecupan kecil di bibir suaminya "besok saja kalau lelah, jangan terlalu dipaksa oke"


Rasya hanya mengangguk angguk di pelukan Mila. Mila yang melihat sikap Rasya mendadak bingung melihatnya. Tidak biasanya Rasya semanja ini padanya. Ah, mungkin suaminya sedang sangat lelah dan merindukan nya sekarang.


"Udah sana tunggu di meja makan"ucap Mila yang mulai melanjutkan aktivitas nya. Rasya langsung duduk di meja makan lalu melahap habis masakan Mila yang sudah ada di hadapannya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Pagi ini Mila berangkat bersama Rasya ke rumah sakit. Semua pandangan mengarah ke arah mereka atas nama kecemburuan,iri,dan sebagainya. Belum sampai keluar dari mobil Rasya sudah mendapat panggilan dari unit kegawatdaruratan.


"Mau kemana?"tanya Mila khawatir melihat raut wajah suaminya.


"Rumah sakit bumi Brawijaya"putus Rasya cepat karena akhir² ini rumah sakit banyak mendapat rujukan dari sana. Rasya hanya ingin memastikan kalau semua dokter bekerja selayaknya disana. Ia tidak ingin rumah sakitnya menjadi sasaran atas kematian dadakan karena penanganan terlambat dari pasien rujukannya.


"Rumah sakit itu.....tanyakan tentang dr Susi padanya"tanya Mila mendapat anggukan dari Rasya.


Dua menit.


~maaf dok, tidak ada dokter bernama Susi disini, hanya ada satu suster tapi dia sudah dikeluarkan karena penyakit jiwanya tahun lalu~


Jawaban dari gadis resepsionis rumah sakit bumi Brawijaya membuat Mila terkejut hebat saat Rasya mengaktifkan loud speaker ponselnya. Rasya memegang tangan Mila saat gadis itu menceritakan semua yang dialaminya. Mila menangis dan menyesal saat menitipkan pasien nya ke tangan orang yang salah.


"Itu bukan salahmu, 0,001 detiknya tidak ditakdirkan selamat di tanganmu"ucap Rasya melihat Mila yang menangis sesenggukan di pelukannya.


"Andai aku mendiagnosis nya kembali waktu itu mungkin kejadian ini tidak akan terjadi ....mungkin cinta gak akan sendirian lagi"


"Cinta?"


"Gadis yang menyelamatkan ku di Aceh,dia gadis baik yang merawat ibu itu sepenuh hati"jawab Mila sambil menunjukan fotonya bersama cinta pada Rasya.


"Ternyata dia"


"Kamu kenal?"


Rasya mengangguk," semua bilang dia idolamu, aktif dalam kegiatan PMR, sukarelawan dan banyak membantu rumah sakit...aku sudah tahu sejak dulu tapi belum memastikan dengan jelas...jadi aku tidak memberitahu mu"

__ADS_1


"Idolaku?dia pernah mengatakan itu tapi tidak mau mengatakan namanya...aku memanggil nya cinta karena dia gadis yang penuh kasih sayang"ucap Mila sambil membiarkan Rasya yang terus mengelus elus rambutnya.


"Dia pasti punya alasannya sendiri"jawab Rasya," tenanglah,aku akan pergi ke rumah sakit itu untuk memastikan semuanya"ucapnya mendapat anggukan dari Mila.


Hening.


"Tunggu aku kita pulang bersama nanti"


Mila menggeleng,"tidak perlu sya kamu duluan aja, nanti sore aku mau ke asrama cahaya sama Salfa"


"Oke,aku pergi dulu"ucap Rasya melakukan mobilnya menuju rumah sakit bumi Brawijaya. Ternyata benar kalau rumah sakit itu masih membutuhkan banyak pengarahan dari para dokter profesional. Lingkungan nya yang terpencil membuat rumah sakit itu terlihat sedikit kumuh dan sesak. Rasya datang disambut hangat oleh para dokter muda disana. Apalagi jika itu dokter tampan seperti Rasya yang paling mujarab untuk meningkatkan semangat belajarnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Jam pukul dua lima belas menit. Mila keluar dari rumah sakit sambil menunggu Salfa yang hendak menjemputnya. Sekitar 1 km jarak antara rumah sakit dengan asramanya. Mila berdiri didepan rumah sakit sambil meletakkan jas putih dilengan tangannya. Sudah satuh jam lebih Mila menunggu membuat gadis itu tak henti² nya menekan nomer diponselnya.


Tiiinnn....


Motor Scoopy merah datang membuat Mila bernafas lega. Salfa akhirnya datang dengan setelan biru Dongker nya. Jalanan yang macet membuat Salfa benar² terlambat menjemput sepupunya. Mila merasa sedikit kesal lalu duduk setelah Salfa terus berusaha untuk membujuknya.


"Hampir jamuran gue nunggu Lo sal"


"Iya² maaf"


Dua jam kemudian,Mila datang di asramanya dan disambut meriah oleh semua sahabat² nya.


"Wah pipimu tembam sekali setelah menikah"seru Adara sambil mencubit keras pipi Mila.


"Itu tandanya aku bahagia lah"


"Ayo masuk, biar gak disangka anak jalanan"ajak hujan yang mulai memasuki asramanya. Mereka sangat bahagia setelah sekian lama tidak bertemu. Suasana asrama masih sama seperti dulu. Hanya saja cat kamar mereka yang dirubah menjadi warna gelap biru Dongker dengan abu² tua di dalamnya.


"Ada apa cat nya?bagusan juga warna biru muda yang pernah kita cat sama²"


"Iya nih mil,dara lagi patah hati jadiin cat kamar sebagai pelampiasan"ucap Salfa sambil memakan hidangan ringan di mejanya.


"Apaan sih loh resek tau nggak ikut² urusan gue"ucap dara yang sebenarnya moodnya sedang dalam mode on off....


"Emang bener kan kalau Lo lagi patah hati lihat reygan udah menikah"ucap Salfa membuat Mila membulatkan matanya besar.


"Reygan udah nikah?"


Salfa mengangguk," sama sergina, ya gini nih mil definisi sok gak cinta tapi aslinya cinta, ditinggal nikah baru tahu rasa Kan? Makanya jadi orang Gausah terlalu keterlaluan...kena karma kan akhirnya"ucap Salfa yang tidak sadar kalau ucapannya membuat dara semakin tersulut emosi.


"DIEM LO!!"

__ADS_1


Braaakkkk.....


__ADS_2