Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#37


__ADS_3

..."Seharusnya kita sadar kalau ternyata takdir terlalu asyik mempermainkan hubungan diantara kita"...


...-...


...-...


...-...


...~Muhammad Rasya Ibnu Ar Razi,diantara bimbang dan pengorbanan....


...🌿🌿🌿🌿🌿...


...


...


Hening.


Satu detik.


Dua detik.


Kemudian Mila mengambil tangan Rafka yang berdiri di sampingnya. Rafka yang merasa di pegang merasa terkejut begitu juga dengan reaksi semua keluarganya.


"Maafkan aku kalau selama ini aku bersikap dingin padamu,aku baru tahu kalau kamu sebenarnya adalah suamiku"ucap Mila membuat Rasya yang hendak masuk menghentikan langkahnya.


Rafka terdiam dan terkejut," Ba... bagaimana ka..kamu bisa tahu?"tanya Rafka memecah suasana hening di sekitar nya.


"Emm..aku tidak tahu,mungkin ini petunjuk dari Tuhan agar aku bisa memulai menjadi istrimu yang baik"ucap Mila menambah erat cekalannya." Sebelum pernikahan aku sudah mengetahuinya lewat undangan milik Audy"


"Aa....Apa yang kamu tahu?"


"Yah kalau namamu adalah nama suamiku,kita menikah tanggal 22 Juni di rumahku,kamu lupa?"


"Enggak,hanya memastikan kalau kamu masih bisa mengingat nya dengan baik"bohong Rafka melihat semua keluarga nya menunduk di tempat.


"Aku masih ingat lah,aku gak amnesia"ucap Mila sambil tersenyum. "Audy saat itu tidak bisa datang karena sibuk jadi nya undangan nya masih bisa aku temukan di mobil"


Hening.


"Kenapa kalian diam?"tanya Mila bingung.


"Emm sudah² mil kamu ini Baru keluar dari ruang operasi kenapa masih banyak bicara?"ucap Vina memecah keheningan.


"Kenapa Bu?Mila gak ngantuk"ucap Mila kesal lalu menangkap bayangan Rasya didepan ruangannya. "Rasya masuklah,kenapa kamu berdiri di luar?"


Rasya menghela nafasnya besar lalu masuk ke dalam kamar Mila. Mila tersenyum melihat wajah canggung Rasya saat tahu dia adalah kakak iparnya.


"Sya,kamu tau nggak kalau takdir itu sangat aneh,buktinya kita yang awalnya sahabatan ternyata bisa mempunyai hubungan yang tidak bias"


"Hmm"


"Ternyata kamu adik ipar ku"ucap Mila senang tapi malah membuat suasana di dalam menjadi sangat canggung.


Rizal yang berdiri di pojok ruangan hanya bis menggelengkan kepalanya sambil menepuk -nepuk dadanya.


"Kenapa dokter menepuk dada?"


"Saya sakit hati saat denger kata adik ipar keluar dari mulut nona nur untuk Rasya"


"Saya juga sakit hati"ucap Nabila membuat Rizal menatap nya.


"Kamu juga?"tanya nya," perasaan hubungan mu dengan Rasya tidak sedekat itu"


"Bukan karena itu"


"Lalu?"

__ADS_1


"Saya sakit hati karena nunggu dokter yang belum balas perasaan saya"lirih Nabila membuat Rizal tercengang.


"Kamu bilang apa?"bohong Rizal padahal dia sedang mengendalikan detak jantung nya.


Nabila menggeleng,"Bukan apa²"ucapnya lalu pergi dari ruangan.


Tok.


"Dokter,ada dokumen penting yang harus segera di tanda tangani"ucap seorang gadis perawat dengan seragam putihnya.


Rasya terdiam sambil menatap Mila dalam. Mila yang mendengar itu langsung tersenyum di depannya. "Pergilah Sya,aku baik² saja"


"Aku pergi"lirih Rasya lalu pergi dan diikuti oleh Rizal di belakangnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Rizal ikut masuk ke ruangan Rasya dan kesal dengan dirinya. Ia tidak mengerti kenapa sahabatnya bisa setenang ini saat istrinya pergi di ambil orang. Rasya yang merasakan kecemasan Rizal hanya terdiam dengan dokumen penting di tangan nya.


Braakkk.....


Gebrakan tangan Rizal membuat Rasya meletakkan penanya. Garis wajah Rizal sudah menunjukkan semuanya kalau kali ini dia akan menuntut banyak hal untuk di jelaskan.


"Apa ini?apa ada sesuatu yang harus kamu jelaskan padaku?"


"Tidak ada yang perlu dijelaskan,keluarlah",


"Sya,apa aku ini masih sahabatmu,?"ucap Rizal kesal. "Kamu menikah dan aku tidak dapat undangan nya? jelaskan!!!"


"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi!aku suaminya dan kita pernah menikah"


"Bagaimana kalian bisa menikah?tidak² kapan kalian mulai menikah?"


Rasya terdiam. Tiba tiba dia teringat kalau hari dimana dia menikah adalah hari yang sama saat dia mengungkapkan perasaan nya.


"Satu tahun?kenapa hari itu bisa begitu kebetulan?hari dimana gue ungkapin perasaan gimana bisa jadi hari anniversary gue?"


Rasya menggeleng,"gue gak bisa"


"Tapi kenapa?apa Lo bisa kuat liat Mila berdua sama si Rafka?"kesal Rizal.


"Gue gak bisa karena bagi gue, kesehatan nya jauh lebih penting dari apapun di dunia ini termasuk perasaan Gue"


"Oke gue terima tapi kalau dia sudah sehat dan Lo belum bertindak,mulai dari hari itu jangan pernah anggap gue sebagai sahabat Lo"ucap Rizal.


Rasya terdiam.


"Jangan jadi laki² pengecut,Sya gue mohon " Ucap Rizal lalu pergi meninggalkan Rasya di ruangannya.


🌿🌿🌿🌿


Mila merapikan bajunya karena satu bulan terlalu lama baginya untuk tinggal di rumah sakit. Rasya yang hendak pergi untuk membantunya terpaksa harus mundur saat melihat Rafka langsung menghentikan nya.


"Walaupun kamu adalah suaminya,kamu tetap pengganti dari pernikahan kakakmu...dan aku sudah datang untuk mengambilnya kembali"ucap Rafka dengan tangan yang menghentikan tubuh Rasya untuk melangkah.


"Apa yang kakak inginkan?"


"Biar aku saja yang membantu dan menjaganya"ucap Rafka lalu pergi. Namun, disaat yang sama Rasya langsung mencekal tangannya.


"Untuk hari ini biar aku saja yang membantunya, walaupun aku hanya pengganti,akad yang aku ucapkan sudah pasti terbukti......kak,Mila masih istriku di dalam pernikahan yang sah" ucap Rasya membuat Rafka terdiam.


"Tenang saja,setelah hari ini kakak akan punya banyak waktu untuk menghabiskan nya bersama Mila"ucap Rasya datar.


"Apa kamu sama sekali tidak keberatan?"ucap Rafka lagi lagi menghentikan langkah Rasya.


Rasya hanya terdiam,lalu masuk ke dalam ruangan Mila.


Ceklekk...

__ADS_1


Mila tersenyum senang melihat Rasya yang datang menemuinya," apa kamu datang untuk membantuku?"


Rasya mengangguk,"Apa kamu lelah?'tanya nya yang mulai membantu mila mengemasi kopernya.


"Lelah"guraunya dengan wajah lesu yang di buat buat.


"Kalau begitu istirahat lah,biar aku yang membantumu"ucap Rasya membuat Mila tertawa Karena nya.


"Aku bercanda Sya"


"Tapi aku serius,ayo patuhilah dan istirahat dengan baik"


Mila menghembus nafasnya besar dan menyembul anak rambutnya. "Huff baiklah,aku akan menunggumu"Ucap nya lalu duduk di sofa panjang yang tak jauh dari Rasya.


Setengah jam menatap keindahan yang ada di wajah Rasya berhasil membuat Mila tertidur pulas di Sofanya. Jika boleh jujur Rasya adalah pria tertampan Setelah ayah di hidup nya.


"Selesai"ucap Rasya dan tersenyum bsaat melihat Mila tertidur manis di atas Sofanya. Rasya berjalan menghampirinya lalu mengangkat tubuh Mila sempurna di atas Sofanya.


"Istirahat yang baik"lirih Rassya sambil mengecup singkat kening istrinya. Rafka yang tak sengaja melihatnya langsung kesal dan beranjak pergi dari sana.


Tok.tok.


"Dokter...."ucap Alfin lalu terdiam saat Rasya meletakkan telunjuk di bibirnya. "Sssstttt". Alfin mengangguk sambil menunggu Rasya menghampirinya.


"Ada apa?"tanya Rasya setelah menyelimuti Mila dengan selimut nya.


"Dr Reza membutuhkan bantuan anda"


Rasya mengangguk," baik saya akan kesana" ucap Rasya lalu pergi.


Kemudian Mila terbangun dan menangkap Rafka ada di depannya . Hatinya sedikit tersentuh saat melihat selimut ada di tubuhnya. Ia merasa kalau Rafka ini benar-benar suami yang sangat perhatian untuk nya.


"Suamiku,kamu ada disini?"


Rafka mengangguk,"mobil sudah siap,ayo kita pergi"


"Tapi...Rasya ada dimana?"tanya Mila mencari keberadaan Rasya di sekelilingnya. "Dia tadi membantuku,aku tidak bisa meninggalkan nya"


"JANGAN CARI DIA!"ucap Rafka mengatur nafasnya. " Dia ada di ruang operasi"


Mila mencekal erat tangan Rafka sambil menatap nya dalam," kita tunggu dia sebentar lagi ya?"


Rafka terdiam sambil menghembuskan nafasnya perlahan," kita pulang aja ya nanti Rasya marah kalau tahu kamu tidak beristirahat dengan baik"ucap Rafka yang akhirnya mendapat anggukan dari Mila.


"Baiklah,nanti aku akan kirim pesan padanya"ucap Mila mendapat senyuman manis dari suaminya.


"Oke, begitu saja"jawab Rafka yang mula membawa semua barang barang Mila.


Keduanya pergi ke kediaman Rasya. Sebelumnya Rasya sudah mengirimkan pesan pada bibi Wati untuk menyembunyikan identitas nya. Wati memang belum mengenal baik sosok Rafka. Akan tetapi melihat perilaku ramah dari Rafka membuat wati sedikit bisa menerima untuk menjadi tuannnya. Wati menangis saat menyadari pengorbanan yang besar Rasya demi kesehatan nonanya.


🌿🌿🌿


Enam jam di ruang operasi tak berhasil membuat Rasya lelah dan memilih  bergegas untuk menemui Mila di kamarnya.  Rasya terkejut saat tak mendapatkan sosok Mila melainkan seorang suster yang sedang merapikan ranjangnya.


"Dimana dia?"


"Dia sudah pergi bersama suaminya"ucap suster itu langsung pergi.


Clingg.....


Rasya memejamkan matanya saat melihat notif WA datang dari istrinya.


~Sya,aku sudah pulang bersama suamiku~


Rasya menyimpan ponselnya lalu terdiam dan menatap semua benda di sekelilingnya.


"Mungkin,memang ini saat yang tepat"ucap Rasya lalu pergi dengan keputusannya.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2