Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#88


__ADS_3

Hati yang tiba tiba merasa sesak, perasaan sedih Mila hingga tetesan air mata yang Mila sendiri tidak tahu apa sebabnya. Duduk diluar yang jauh dari acara pemakaman membuat Mila merasa tidak tenang di hatinya. Rasya keluar melihat Mila yang termenung dengan sesuatu yang belum jelas di pikiran nya.


"Apa kamu tidak mengingat sesuatu sekarang?"tanya Rasya membuat Mila menatapnya heran.


"Mengingat apa?kenapa kamu selalu bertanya seperti itu? sebenarnya apa yang sudah aku lupakan?apa itu juga ada hubungan nya denganmu?"


"Tidak, mungkin aku yang salah bicara"ucap Rasya lagi lagi mengalihkan pembicaraan. Mila merasa kesal dan langsung pergi  meninggalkan nya.


Kemudian Mila semakin bingung saat melihat gara yang berjalan menuju ke pemakaman seseorang dengan seikat bunga Lily di tangannya. Mila memberanikan diri untuk melangkahanu dan tersentak saat mendengar semua curhatan gara mengenai dirinya. Ia menggeleng tak percaya saat membaca namanya tertulis jelas di sebuah batu nisan berwarna biru muda.


Di saat itu juga Mila merasa seperti ada batu besar yang menghantam kepalanya. Beberapa ingatan Mila langsung datang dalam keadaan memaksa yang sangat dikhawatirkan Rasya sebelum nya. Rasya langsung beranjak cepat ke pemakaman saat mendapat pesan dari gara yang ingin mengunjungi makam adiknya.


"Kakak!"lirih Mila dengan wajah nya yang sudah memucat. Tangannya bergetar hebat membuat gara yang melihatnya terkejut dan merasa khawatir dengan keadaan Mila.


"Arum"panggil gara sedih saat melihat Mila yang langsung menjauhkan langkah darinya. Mila langsung menangis saat melihat Rasya yang sudah datang dan berdiri di samping gara.


"Kak sebenarnya siapa aku?"tanya Mila sambil memegang kepalanya. Walaupun ingatan itu sangat buram tapi sudah cukup menyakiti hati dan kepalanya. "...dan siapa kamu?"tanyanya lagi menatap Rasya penuh pertanyaan.


Keduanya terdiam.


"CEPAT JAWAB ATAU AKU AKAN SANGAT MARAH!!"teriak Mila dengan ekspresi yang sangat mengkhawatirkan.


"Mila tenanglah aku akan jelaskan semuanya"


Hening


".... sebenarnya dia adalah suamimu dan Azen adalah putramu"ucap gara saat melihat Mila ingin mencekik lehernya sendiri.


Hening.


"Hah bagaimana bisa?kalau aku istrimu lalu mayat yang didalam?"


"Dia adalah ibumu"ucap Rasya membuat Mila dan gara terkejut. Pasalnya gara sendiri baru tahu kalau ibu Mila baru saja meninggal.


Rasya langsung memeluk Mila erat saat wanitanya itu menangis hebat. Ia tidak peduli walaupun Mila terus memberontak dari pelukannya. Ia hanya tidak ingin Mila mencoba mencekik lehernya sendiri dan meninggalkan nya. Mila langsung tak sadarkan diri membuat Rasya membopong nya ke rumah sakit. Seperti yang ia duga kalau keadaan Mila akan kritis setelah mengatakan semua kebenaran nya


Beberapa jam kemudian, semua orang terkejut saat tidak melihat Mila ada dikamar nya. Semuanya langsung mencari Mila ke semua tempa dan tidak berhasil menemukan nya. Untung saja Rasya langsung terpikirkan pada makan mertuanya. Ternyata benar kalau Mila berada di sana sambil menangis menatap makam ibunya. Mila mendongakkan kepalanya saat jaket tebal tiba tiba membalut tubuhnya.


"Sya, aku masih tidak bisa ingat apapun"ucap Mila sedih dengan matanya yang sudah sembap.


Rasya berjongkok mengimbangi posisi istrinya lalu memegang pipi wanita itu dengan dua tangannya. "Jangan di ingat lagi,kita bisa memulainya dari awal... percayalah padaku kalau ibuku juga pasti bahagia kalau melihat mu bahagia"ucap Rasya membuat Mila menenggelamkan wajahnya di dada Rasya .

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak mengatakan nya dari awal, aku sepeti orang bodoh karena tidak mengenal anak kandung dan ibuku sendiri"


"Aku tidak ingin kamu terluka"


Hening


"Sya terima kasih, apa kamu mau bersabar untuk menunggu ku"


"Lebih dari itu aku jauh lebih ingin kamu tidak terluka sedikitpun karena mengingat nya ...ayo pulang udara disini tidak baik untuk kesehatan mu"ucap Rasya membuat Mila mengangguk setelah mengusap nisan ibunya. Rasya menggendong Mila ala bridal style dengan jas putih untuk melindungi istrinya. Demam nya masih tinggi untuk bisa keluar dari rumah sakit. Rasya khawatir saat mendengar Mila yang sudah merintih sambil memejamkan matanya erat.


🌿🌿🌿🌿


Seminggu kemudian.....


"PENGUMUMAN!!!"teriak Ayesha membuat semua orang mengerumuni nya. Ayesha menarik tangan Mila sambil menyuruhnya untuk berdiri di samping nya.


"Mulai hari ini namanya adalah Mila,sebagai anggota baru kita....dia adalah istri dari dokter Rasya yang sudah mempunyai putra tampan bernama Azen"


"Anak laki² waktu itu?aku pernah bertemu dengan nya di depan...benar benar sangat tampan"ucap Reni bahagia.


Ayesha mengangguk lalu menatap kembali semuanya dengan serius " geys teman kita Arumi sudah meninggal....tapi tenang saja kalau dia masih tetap hidup di hati kita ...kalian jangan lupa kalau Arumi juga sangat berjasa untuk studio radio kita.....mari kita luangkan waktu sejenak untuk mendoakan Arum bersama sama"


Semuanya mengangguk lalu menundukkan kepalanya.


"Gue adalah salah satu fans dari ratusan ribuan orang yang sangat mencintai Arum sebagai penyiar terhebat di dunia ini"seru Ayesha membuat semua nya tersenyum dan mengangguk.


Hening.


"Geys ada yang aneh dengan hari ini"


"Apa?"


"Ada yang melingkar tapi bukan ular 🐍"ucap Reni melihat cincin yang melingkar di jari manis Ayesha.


"Benar, ada satu pengumuman lagi untuk kalian kalau kita akan segera menikah"ucap gara yang tiba tiba datang sambil memeluk calon istri nya.


Yesha menutup wajah ya sambil memukul perut gara dengan sikutnya " gue malu"


"Ciye!!!!!"seru semua orang bahagia.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 10 siang. Setalah penyiaran Mila pergi ke suatu tempat bersama teman studio nya. Mila dan temannya pergi dan meminjam mobil milik Ayesha. Mawar panik dan bingung saat bimbingan nya diunduk selama tiga jam kedepan. Sekalian hari itu ia meminta tolong Mila untuk menemani nya bertemu dosen dan mengantarkan bahan skripsi nya.


"Mil, Lo bisa bawa mobil kan?gue pulang sore dan sekarang yesha lagi butuh mobil nya buat nanti siang,Lo bisa setir sendiri kan?biar gue pulang naik gojek aja"


Mila mengangguk "okelah Lo jangan khawatir...Lo masuk aja sekarang "


"Thanks mil"serunya lalu masuk kedalam ruangan.


Kemudian Mila pergi dengan mobilnya walaupun rasa gugup itu sebenarnya ada di hatinya.


Disisi lain Rasya yang datang menjemput Mila merasa khawatir saat tahu Mila pergi lagi menggunakan mobil. Rasya langsung pergi menyusul karena tahu kemampuan Mila yang tidak seberapa dalam mengendarai mobil.


Tiiiin....


Mila langsung menginjak rem saat hampir menabrak anak kecil di depan nya. Sudah ia duga kalau mobil adalah kelemahan terbesarnya.


"Maaf"lirihnya lalu terdiam sambil memegang dadanya. Pertemuan, perselisihan kecil,cinta dan pertengkaran nya bersama Rasya langsung teringat di otaknya. Berbeda seperti biasanya kalau ini Mila tidak merasa sakit apapun di kepalanya. Yang sekarang dipikirannya apakah dia bisa memaafkan suaminya yang menindihnya untuk terlibat dalam perselingkuhan.


Air matanya menetes,dadanya sesak,setahun ini apakah putra nya Azen  bertumbuh dengan baik tanpa nya. Mila mendapatkan ingatan nya kembali tapi tidak melupakan sedikitpun ingatan tiga tahun nya. Rasya mengetuk jendela mobil Mila saat melihat mobil itu menepi di jalan dengan ekspektasi shock di wajah Mila.


"Mil, apa kamu baik baik saja?mil keluarlah aku mohon "teriak Rasya khawatir. Mila keluar dengan tatapan kosong menatap Rasya. Rasya yang melihat itu malah merangkulnya dengan sangat erat karena takut kehilangan lagi untuk yang ke sekian kalinya.


"Apa kamu tidak bertanya pertanyaan itu lagi?"tanya Mila datar membuat Rasya  merasa bingung. Kebingungan itu semakin bertambah saat Mila melepaskan diri dari pelukannya dan mulai mundur langkah demi langkah.


"Bertanyalah padaku sya,apa yang aku ingat sekarang?"ucap Mila mulai kesal membuat Rasya menatapnya tak percaya. Ekspresi dan suara tinggi ini tidak pernah ia dengar selain pada saat pertengkaran hebatnya waktu itu.


"A.....aapa yang kamu ingat sekarang mil?"


Mila tersenyum sinis" aku mengingat semuanya termasuk tuduhan mu waktu itu "


Rasya menarik tangan Mila merasa gugup ,"maaf"ucapnya tak mendapat jawaban dari Mila yang menghempaskan tangannya.


"Pergi sya, bagiku cinta tanpa kepercayaan itu tidak bisa di maafkan"


"Mil.."


"Sya pergilah "


"Oke, kamu boleh marah padaku sepuasnya....salahku karena tidak memercayai mu, kamu berhak mil ....berhak untuk marah atau memukul ku saat ini...aku minta maaf ..karena ku Azen tidak mendapatkan kasih sayang ibunya...karenaku juga kamu kecelakaan dan kehilangan ingatan mu...kamu berhak marah mil tapi satu, biar aku yang menyetir mobil dan mengantarmu pulang dengan selamat"ucap Rasya tak mendapat jawaban.


Mila langsung masuk mobil dan mengizinkan rasya untuk mengantarkan nya.

__ADS_1


Bukan karena Rasya atau siapapun tapi ini hanya karena azen yang masih sangat membutuhkannya. Rasya tahu, bagaimanapun kemarahan nya ,istrinya masih tidak mempunyai kemampuan untuk mengendarai mobilnya sendirian. Hanya ada keheningan di dalam mobil itu karena mila yang terus menatap arah jendela.


🌿🌿🌿🌿


__ADS_2