Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#47


__ADS_3

"Tada!!!!!"teriak Rizal setelah di rasa Mila sudah terlepas dari kain yang menutup matanya.


"Huff, Akhirnya kalian datang" seru Rizal yang berdiri dibawah pohon bersama Nabila.


"Kalian berdua yang hias ini semua?" Seru Mila melihat satu pohon beringin yang dihias sangat indah dengan karpet merah di bawahnya.


Rizal menggeleng," Rasya yang siapin idenya kita cuma gerak"jawab Rizal ," suamimu ini memang berlagak ingin romantis dengan istrinya"ejek nya sambil menepuk bahu Rasya.


"Kalian bersama"bisik Mila pada Nabila di sampingnya.


"Enggak, gue sibuk buat dekat sama dia" ucap Nabila dingin lalu pergi membuat Rizal menatapnya.


"Tugas gue udah selesai, sekarang gue mau pergi"ucap Rizal berlari mengejar Nabila.


Mila tersenyum," kira² mereka bakal jadian?"


"Enggak"


"Lah kenapa? mereka berdua cocok"


"Gak jadian tapi langsung menikah"ucap Rasya lalu mengeluarkan kotak merah dari dalam sakunya. Mila mendadak gugup saat Rasya tiba2 menunduk didepannya sambil membuka kotak berisi cincin itu dengan tangannya.


"Untukku?"


Rasya menganggukk," waktu itu aku belum sempat untuk menyiapkan nya untukmu ....jadi bisakah aku mengganti hari ini untuk memasangkan nya di jarimu?"


Mila mengangguk sambil menyerahkan jari mulusnya untuk dipegang suaminya.


"Terima kasih"lirih nya membuat keduanya langsung berpelukan.


🌿🌿🌿


"Nab!nab! Tunggu gue!"teriak Rizal yang sudah ngos²an," Lo kenapa sih tinggalin gue Mulu?"


"Kenapa?gue suster juga punya kesibukan"kesal Nabila melirik Mila dan Rasya yang sudah saling berpelukan.


"Lo kenapa sih?Lo marah?"tanya Rizal yang tak paham dengan suasana hati Nabila.


Hening.


"Terserah Lo mau marah atau enggak,intinya gue mau bilang sesuatu sama Lo"


Nabila terdiam. Entah dirinya yang mungkin saja kepedean. Jujur,jantung Nabila berdetak sangat cepat kali ini.


"Mau bilang apa?"tanya Nabila berusaha mengalihkan perasaan gugup nya.


"Nab gue mau bilang.....Lo mau gkk punya anak sama gue?"ucap Rizal membuat Nabila terdiam


Hening.


Rizal langsung menekuk satu kakinya saat melihat Nabila yang tak segera memberinya jawaban, " gue gak bakal berdiri sebelum Lo jawab"


"Bisa berdiri gak?"ketus Nabila. Bertahun-tahun jatuh cinta tidak akan membiarkan Rizal semudah itu untuk memperjuangkannya.


"Gak akan sebelum Lo jawab"


"Yaudah kalau gitu gue jawab"ucap Nabila," jawaban gue...GAK AKAN!"ucap Nabila memberu penekanan membuat Rizal langsung bangkit dari posisinya.


"Kenapa?bukannya Lo yang bilang cinta duluan?cinta Lo gak serius ya sama gue?"


"Lo gila ya,kita belum menikah,gimana gue bisa mau punya anak sama Lo"

__ADS_1


Rizal tertawa sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, "hehehe lamaran gue kali ya yang kecepetan"ucap Rizal ,"ulangi sekali lagi tapi saat ini juga Lo gak boleh nolak gue"ucap Rizal lalu tersenyum sambil mundur beberapa langkah untuk mengundang alam bersaksi padanya.


"NABILA ADIRA AZKADINA!"teriak Rizal dengan kebahagiaan membuat Nabila meneteskan air matanya" Lo adalah seseorang yang di ciptakan tuhan khusus buat gue....Lo yang gak ada duanya dan yang selalu tulus mencintai gue.....hari ini, di suasana ini pria brengsek ini mau bilang kalau gue cinta sama Lo dan mau nikahi Lo buat gue jaga selamanya "


Hening.


"Nab, gue mau nikah sama Lo karena bagi gue hanya pernikahan sajaya g bisa tunjukin keseriusan gue sama Lo"


Nabila mengangguk membuat Rizal mengernyitkan dahinya," kenapa ngangguk"


"Gue nerima Lo"


"Kenapa Lo mau Nerima gue?"


"Emang gue bisa nolak Lo?"


Rizal menggeleng lalu tersenyum,"Lo gak bisa nolak gue nab"


"Yaudah ayo kita nikah"ucap Nabila membuat Rizal langsung memasang cincin di jemari manis nabila


🌿🌿🌿🌿🌿


Malam pukul 20.15, kediaman Rasya sudah penuh dengan keluarganya. Mama,papa,Rafka datang untuk merayakan keberhasilan istrinya. Suasana semakin ramai ditambah dengan hidangan hangat diatas meja makan nya.


"Raf,adikmu udah punya istri kamu nikahnya kapan?"


"Entar aja ma sambil nunggu bulan punya cahaya nya sendiri....kasian numpang Mulu sama matahari"


"Rafka jangan bercanda"


"Rafka serius ma, kalau kalian tanya nikah lagi Rafka bakal kabur sekalian"ucap Rafka membuat Maira terdiam. Sudah cukup 23 tahun ini ia kehilangan putra sulungnya.


Kriiiig....


"Aaaaaaaduh pa sakit...Rafka salah apa?"


"Bagus ya kamu"


"Emang kenapa pa?"tanya maira penasaran.


"Anakmu ini ternyata kabur dan membuat semua orang sibuk mencari nya!nggak tau kapan anak ini bisa bertingkah sedikit dewasa"


"Rafka kamu nakal sekali, Abah sudah tua buat nyariiin kamu"


"Aku gak kabur cuma rindu kalian"


"Rindu? Apa kamu pikir papa mama percaya?"


"Iya iya pa Rafka salah,lepasin dulu telinganya "


"Iya pa lepasin kakak dulu"ucap Rasya membuat Adi melepas tangan nya.


"Cepat kamu kembali dan jelaskan semuanya pada Abah baru setelah itu kamu boleh pulang"


Rafka mengangguk, " iya, besok aku kembali"pasrah Rafka sambil mengelus-elus telinganya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Mila masuk ke kamarnya setelah membantu bibi Wati membersihkan meja makan. Mila membuka pintu kamarnya dan terkejut saat melihat Rasya sudah siap dengan takbiratul ihramnya. Seketika itu Mila langsung berlari mencekal tangan suaminya.


"Rasya tunggu dulu, aku juga belum shalat"

__ADS_1


"Yaudah sana buruan,aku tunggu"ucap Rasya membuat Mila berlari lalu mengenakan mukenanya.


Lima menit.


Sepuluh menit.


Mila mencium punggung tangan Rasya dan mulai mengamini semua doa²nya. Rasya tersenyum merasakan Mila yang sedang bahagia di belakang nya.


Mila langsung memeluk pinggang Rasya yang sudah mulai melipat sajadahnya.


"Terima kasih telah menjadi imamku mulai sekarang" ucap Mila," untuk selanjutnya atau di masa depan izinkan aku menjadi makmum mu dan mengamini semua doa²mu"


Rasya tersenyum lalu mengecup kening istrinya," aku izinkan"ucap Rasya lalu melepas mukenah Mila dan menggerai rambut panjangnya.


"Boleh aku minta sesuatu?"


"Apa?"


"Aku ingin pangeran kecil keluar dari rahimmu"ucap Rasya membuat Mila terdiam membeku," bisakah?"


Satu detik.


Dua detik.


"Aku mau.....gosok gigi dulu"ucap Mila yang sangat gugup dengan permintaan Rasya padanya. Ia langsung berlari ke kamar mandi membuat Rasya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya aku terlalu mengejutkan nya"batin Rasya lalu menggantu baju Koko dengan kaos putih biasa.


Kegugupan Mila di hatinya terus membuat ia ingin membasuh mukanya berulang kali. Hati mila gugup dengan pikirannya yang terus mengatakan kalau dirinya masih tidak siap untuk melakukannya.


Ia hanya bisa mondar mandir saat otak kirinya sadar kalau permintaan Rasya adalah salah satu kewajiban yang harus segera ia penuhi.


"Tidak bisa ...aku tidak boleh menolaknya"gugupnya sambil menggigit bibir bawahnya".....tapi aku takut"


"Tidak² itu adalah haknya...aku gk boleh seperti ini...Mila kamu pasti berani melakukan nya"ucap nya menyemangati diri sendiri lalu keluar dari kamar mandi nya .


Mila menghembuskan nafasnya besar saat melihat Rasya sudah tertidur nyenyak dia tas kasurnya. Agak lega tapi kegugupan itu masih saja belum hilang dari hatinya. Kemudian ia berjalan dan tidur di samping Rasya saat pikiran nya berkata " mungkin ia lelah, ternyata aku terlalu berfikir banyak"lirih Mila lalu terkejut saat melihat tangan Rasya tiba² mulai melepas kancing bajunya.


"Kenapa pura² tidur"


"Aku akan berhenti jika kamu tidak mengizinkannya "


"Lakukan saja, aku akan mene....rimanya"ucap Mila setengah gugup membuat Rasya yang bisa mencium aroma gugupnya itu tertawa.


"Apa kamu gugup?"tanya Rasya melihat Mila yang menutup erat matanya setelah merasakan tubuh itu sudah polos tanpa sehelai pakaian. Refleks ia langsung menarik selimut tebal saat bagian dada itu sudah terekspos dihadapan suaminya.


"Saya, aku malu"


"Kita sudah sah tenanglah"ucap Rasya mulai Menarik Mila untuk mendekat dengannya.


"Aku.....juga harus melepas punya mu agar kita adil" entah apa yang Mila katakan membuat Rasya terdiam. Ternyata istrinya sedikit agresif dengan nya.


"Silahkan kamu bisa melakukannya "


Satu kancing.


Dua kancing.


Mila terdiam membuat Rasya yang sudah memejamkan mata langsung membukanya," kenapa berhenti"


Mila menggeleng,"aku hanya merasa ini agak kurang pantas untuk kulakukan"

__ADS_1


Rasya tersenyum," tenanglah biar aku saja, malam ini kamu hanya perlu tenang saja"lirih Rasya lalu mematikan lampunya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2