Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#85


__ADS_3

..."kalau jatuh jangan lupa bangkit ,kamu masih punya dua kaki yang sempurna untuk mencari kebahagiaan mu selanjutnya"...


...#Ayesha Gabriela...


Gara marah. Ia tak terima jika ayahnya itu terus mengatakan adiknya sudah meninggal. Ia pergi dari rumah saat Bayu terus bertekad dengan menunjukkan bukti bukti adiknya yang sudah meninggal. Ia duduk di tepi sungai sambil melempar bebatuan untuk meluapkan amarahnya.


"Tuhan gak adil...apa gue salah kalau gue sayang sama adek gue sendiri"teriak gara di sungai tempat mila di temukan.


"Lo gak salah!"ucap seorang gadis yang sepertinya sudah tiduran di sana lebih dulu. Gadis itu melepas topi yang menutupi wajah nya lalu menatap gara di depan nya. " Yang salah, kasih sayang Lo yang gak normal sama hamba tuhan yang umurnya terbatas "ucap Yesa dengan pakaian serba hitam nya.


"Kenapa Lo bisa ada disini?"


"Gue lebih dulu disini dari Lo kali, Lo aja yang gak tahu masalah gue tapi gue tahu masalah Lo "ucap Ayesha membuat gara bingung " lepasin gadis itu, dia juga punya keluarga sedangkan masalah adik Lo??dia gak suka lihat Lo yang hampir gila kek gini"


"Siapa Lo sebenarnya?kenapa Lo bisa tahu?"


Ayesha tersenyum miring lalu menyodorkan tangannya, "perkenalkan, gue adalah anggota badan kepolisian...gue pernah berteman baik sama adik Lo di sosial media bahkan pernah ketemu juga....karena itulah gue mau berusaha mencari kebenaran tentang adik lo yang meninggal karena ledakan mobil mila" jelas Ayesha. Sudah banyak kasus yang membuatnya hebat untuk menyimpulkan semua kejadian ini.


"Jangan salahkan Mila...adikmu meninggal karena akar pohon yang menjerat di kakinya di samping ledakan itu....Mila juga tidak bisa di salahkan atas hal ini"


"Lalu apa hanya karena itu yang buat Lo bertahan bertahun-tahun sebagai penyiar radio?"


Ayesha menggeleng"sebenarnya gue datang untuk menyelidiki sebuah kasus penyelundupan, pembunuhan berantai,dan penjualan ilegal....tapi karena gue teman Arum jadi nya sekalian"


Gara tersenyum getir , "ternyata dunia ini terlalu senang berbohong sama gue "


"Gar...Lo salah paham... sebenarnya alasan gue bertahan karena Lo...intinya gue mau ngomong kalau Lo itu orang baik yang gak bakal biarin derita Lo di rasain sama orang lain juga ... Hear me please..ada gue yang sayang sama Lo"


"Sorry yes, gue butuh waktu "


"It's okay no problem...gue tunggu"


🌿🌿🌿🌿🌿


Selama perjalanan pulang gara penasaran melihat Rasya yang tergopoh gopoh pergi dari rumahnya. Gara mengikuti Rasya yang langsung berlari ke rumah sakit. Ternyata gara tahu kalau Rasya panik karena putra kecil nya yang tiba tiba kritis dan terus mengigau ibunya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaannya?"


"Sedikit lebih baik, hanya saja jantungnya sangat lemah ...mungkin saat ini putra anda benar-benar sangat merindukan ibunya"ucap dokter itu karena mendengar igauan Azen yang tidak ingin Mila pergi " dok, apa Azen tidak bisa lagi bertemu dengan dokter Mila?"


Rasya hanya terdiam membuat dokter itu mengangguk paham lalu pergi. Rasya menoleh saat pria dewasa tiba tiba datang sambil menepuk bahunya.


"Bisa kita bicara sebentar?"ajak gara mendapat anggukan dari Rasya dan menitipkan Azen pada kakak nya.


Hening


Mereka pergi ketaman belakang dan berdiri bersama di atas jembatan.


"Apa kau menyalahkan mu?"


"Tidak ada yang bisa di salahkan selain diriku, sekarang aku hanya bisa memikirkan kesehatan putraku"


"Studio 336 Medan apa itu masih berguna untukmu? sekalipun mengatakan nya Mila mu juga tidak bisa mengingat apapun"


"Asalkan aku bisa melihat nya baik baik saja dan putraku senang ...tidak ingat pun juga tidak masalah"ucap Rasya membuat gara tersentuh mendengar nya.


"Katakan saja"


"Berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan memaksa Mila untuk mendapatkan kembali ingatan nya... bagaimanapun juga aku masih kakaknya yang tidak ingin dia kenapa Napa"


Rasya mengangguk " aku janji"ucap nya lalu pergi untuk mengurus tiket keberangkatan nya ke Medan.


"Ayah akan dapatkan ibumu kembali ....."lirih Rasya setelah melihat Azen yang masih tidur dengan banyak selang di tubuh nya.


🌿🌿🌿🌿


(Mulai ini Arum di ganti Mila)


Studio 336. Medan


Baru dua hari namun sudah terasa berat bagi mila yang sudah merindukan azen. Mila menutup siaran nya lalu merasa panik saat sedikit gempa mengguncang studio nya. Semua orang berlari keluar saat melihat gunung Sinabung aktif sambil mengeluarkan kabur asap tebalnya. Semua orang berlarian mencari perlindungan sampai menyenggol tubuh Mila kasar dan hampir terjatuh . Untungnya Rasya tepat datang dan menahan tubuh Mila.

__ADS_1


"Kamu baik baik saja?"


Mila mengangguk sambil mencekal tangan besar Rasya yang menahannya lalu berusaha berdiri tegak "sya, mereka yang tidak baik baik saja"ucap Mila yang sudah melihat beberapa orang yang sudah pingsan dan luka².


"Kita bisa lakukan bersama"


"Hah aku?"


Rasya mengangguk " percaya padaku kalau hari ini adalah tentang dirimu sebenarnya"ucap Rasya mendapat anggukan walaupun Mila sendiri masih bingung dengan ucapan Rasya.


Mereka bergegas melakukan penyelamatan saat melihat banyak orang terkapar gagal nafas. Rasya tersenyum tipis bahkan tak terlihat sambil menyelamatkan pasien tua di depannya. Tiba tiba ia menjadi teringat pada judul skripsi yang ia tuliskan untuk ujian Mila tentang gagal nafas.


"Apa kamu tahu apa yang harus dilakukan saat melihat grafik datar lurus dan mendengar tuts panjang pada monitor?"tanya Rasya menguji.


"Resuitasi jantung paru paru, detak jantungnya sudah tidak ada jadi tidak perlu pakai defib untuk mengejutkan nya" jawab Mila enteng sambil membersihkan luka korban


"Ternyata kamu tahu"


"Karena aku tidak bodoh"ucap Mila membuat Rasya tersenyum lebar. Memory boleh hilang tapi gelar sebagai mahasiswi muda terbaik di kampusnya tidak pernah bisa terlepas di benak Mila.


Cling


|Rafka


Azen baik baik saja sekarang tugasmu hanya satu yaitu mencari cara untuk membawa ibunya pulang.


"Kenapa menatap ku seperti itu?"jutek Mila merasa Rasya yang diam diam menatapnya.


"Aku tidak menatap mu"


"Aku mencium bau bau kebohongan di udara,jelas jelas kamu menatap ku tadi masih menyangkal "


Hening.


Rasya meneguk ludahnya sambil menyimpan kembali ponselnya "apa kamu tidak punya perasaan sedikitpun padaku?"ucap Rasya membuat Mila langsung gelagapan mendengar nya. " Sepertinya belum"lirih Rasya lalu pergi membuat Mila sedikit menyesal karena tidak bisa mengendalikan ekspresi nya.

__ADS_1


🌿🌿🌿


__ADS_2