Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#69


__ADS_3

Flashback


"Sya,Azen butuh ibunya lagi...Mila sudah lama pergi, anak kecil seumuran Azen bukankah sangat membutuhkan seorang ibu untuk pertumbuhannya, kamu gak boleh egois sya"


"Apa maksudmu?tiga tahun ini aku tidak pernah berhenti mencari keberadaan Mila setelah kecelakaan itu"


"Mila sudah meninggal sya...jangan egois dan bersikap seolah cintamu itu adalah cinta sejati dan tidak pernah tergantikan....Azen butuh ibu dan aku bakal berusaha untuk memberinya"


"Dengan menikahimu? Gadis itu bukan Mila, kamu harus percaya itu"ucap Rasya yang yakin kalau gadis yang ia temukan di dalam mobil itu bukan jasad istrinya.


"Sampai kapan kamu gini sya?kasian Azen kasian keluarga kamu....jika kamu bisa aku akan berusaha mengisi kekosongan itu"


"PERGI!!"usir Rasya sebelum qiana benar² menyelesaikan semua rencananya.


"Keluarga kita sudah saling memberi restu, apa yang kamu khawatir kan?aku gadis berbakat dan bisa di andalkan, kenapa kamu merasa tidak diuntungkan kalau saja kamu menikahiku?sya hanya satu langkah, aku lebih cantik dari Mila,,  kamu hanya belum merasakan nya karena kita tidak punya banyak waktu bersama"ucap qiana sedikit kesal. Sejak mahasiswi,ia sudah terlalu lama menahan perasaannya. Mila sudah pergi. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu ini lagi.


"Apa yang kurang dariku?cantik?kaya?nama baik?kedudukan?nasab?genius?aku merasa aku tidak lebih kurang dari Mila....kalau kamu mau memikirkannya kita bisa berkencan dan saling memahami satu sama lain,bukankah itu baik?"


"Kekuranganmu satu yaitu tidak tahu malu,qiana....pergilah"


Qiana menghela nafasnya,memegang tangan Rasya dengan mata yang berkaca-kaca," sebenarnya aku datang hanya Ingin mengatakan sesuatu padamu sya "ucap qiana lembut membuat rasya risih dan menghempas tangannya "jika hatimu kosong.....jika kamu sudah memikirkan kebaikan Azen...bisakah aku menjadi pengganti Mila dan merawat Azen sampai dewasa seperti putraku sendiri?"ucapnya lagi membuat Rasya menatap sinis ke arahnya


"Qiana...."panggil nya membuat qiana tersenyum hangat. Setelah bertahun-tahun  akhirnya rasya bisa memanggil lembut namanya.

__ADS_1


"Iya...sya"jawabnya yang berfikir Rasya mulai sadar untuk menerima nya.


Rasya tersenyum sinis sambil menjauhkan tangan nya dari cekalan qiana, "KALAU KAMU MEMANG BAIK DAN MENYAYANGI AZEN,KAMU AKAN MERAWAT NYA TANPA BERHARAP AYAHNYA AKAN MENIKAHI MU" ucapnya penuh penekanan membuat senyum qiana luntur seketika.


"Sekali lagi terima kasih karena kamu sudah menyelamatkan Azen tadi....tapi untuk menikahi mu?maaf hatiku sepenuhnya masih milik Mila istriku"ucap Rasya lalu pergi


End flashback


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Malam terasa mencekam. Penyesalan,kerinduan, kebimbangan membuat rasya semakin merasakan sakit di kepalanya . Hampir setiap malam pria itu selalu di hantui dengan rasa bersalahnya. Kekosongan hati yang membuat ia hampir mengibarkan bendera kekalahannya. 8a mengambil beberapa obat di lacinya lalu meminumnya dengan segelas air di atasnya. Rafka mengernyitkan dahinya saat melihat Rasya yang masih belum lepas dengan ketergantungannya.


"Ada apa sya?lo minum obat² itu lagi?Lo gak sehat sya, Lo dokter kenapa Lo gak tahu efek mengonsumsi obat itu secara berlebihan?Lo mau mati?kalau Lo mau mati kenapa gak sekalian minta bantuan gue? Biar gue tenggelemin semalaman di dalam bath up"protesnya yang melihat Rasya bersandar lemah di atas kasurnya. Dalam hatinya,Ia sungguh tidak ingin melihat Rasya terus bergantung pada obat sakit kepalanya.


Hening.


"Jangan khawatir kak, Azen gimana?"


"Di sudah tidur"jawab Rafka yang masih mengkhawatirkan kondisi adiknya. Sudah tiga tahun ini ia melihat adiknya tidak sehat. Namun apa boleh buat?nasi sudah menjadi bubur dan Rafka tidak bisa mengubahnya.


"Makasih kak, kalau bukan karena kakak waktu itu...mungkin aku tidak bisa hidup lagi dengan Azen"


Ya, memang maira Ar Razi masih sangat marah dengan putra bungsu nya. Ia masih ingat bagaimana ibunya itu berjuang mati² an untuk mendapat hak asuh Azen darinya. Namun di detik detik terakhir Rafka datang dan berhasil membuat ia memenangkan hak asuh dari ibunya. Mungkin saat itu maira hanya berfikir Azen tidak akan bahagia dengan Rasya tanpa seorang Mila di sisinya.  Akan tetapi semuanya berakhir saat Rafka berusaha untuk menyakinkan ibunya.

__ADS_1


Rafka hanya diam sambil menepuk bahu Rasya sebelum keluar dari kamarnya, "jaga kesehatan mu,jangan seperti ini lagi....Azen masih butuh Lo!apapun yang terjadi Lo adalah ayah nya.....Lo gak boleh pesimis karena Mila, karena gue tetap satu pemikiran sama Lo kalau sebenarnya Mila itu masih hidup dan gak bakalan tega buat tinggalin Azen sendirian"


"Makasih kak,setidaknya gue masih punya Lo dan bibi Wati buat jaga Azen bersama "


Rafka mengangguk. Walaupun ia masih marah,tetapi cintanya jauh lebih besar dari apapun. Ia percaya kalau hubungan Rasya dan Mila hancur hanya karena sedikit kesalahpahaman saja. "Gue bawain susu hangat dan setelahnya Lo harus istirahat "ucap Rafka mendapat anggukan " ingat dokter juga manusia yang bisa sakit, gue gak mau peduli kalau Lo sakit nanti"tambahnya membuat Rasya sedikit menyunggingkan senyumnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Keesokan harinya, satu berkas merah hilang dari mejanya membuat Rasya terpaksa mengobrak-abrik seisi ruangannya. Alfin juga ikut  membantu  sampai langkahnya terhenti saat melihat Rasya yang sudah terdiam dengan satu lembar foto di tangannya.


"Tuan"ucap Alfin yang sudah menemukan berkas merah tapi tidak berguna apapun di hadapan Rasya yang masih melamun. Rasya hanya mengangguk sambil mengisyaratkan Alfin untuk meletakkan map itu di atas meja. Posisi nya sekarang sudah berdiri hampa di depan jendela.


"Tuan apa anda baik² saja"tanya nya sedih. Dalam hati ia sungguh berharap pahlawan itu segera bangkit dari masa keterpurukan nya sekalipun.


"Tolong hitung tekanan darah dan gula darah pasien ruang 15"perintah Rasya langsung mendapat anggukan.


"Baik dok"ucap Alfin lalu pergi. Rasya hanya menunduk dan tak sadar air matanya itu lolos lagi dari kelopak matanya. Ia tidak bisa berbohong lagi kalau kepergian Mila benar² sangat menganggu hatinya. Apalagi saat konsentrasinya membuat Hamka marah dan tidak mengizinkannya lagi untuk bertugas besar di rumah sakit. Sekarang, Rasya hanyalah dokter umum biasa yang sedikit tidak diakui oleh kebanyakan orang disekitarnya.


"Maaf....maafkan aku"


"Cepat kembali....aku janji tidak akan menyalahkan mu...kenapa kamu tidak bilang yang sebenarnya kalau pria itu. ..."


"Tuhan, kenapa bisa menjadi seperti ini? Aku merindukan nya,tolong kembalikan padaku"lirih Rasya sambil meremas beberapa fotonya bersama Mila "......Azen butuh ibunya tuhan tolong bawa dia kembali...."

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2