Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#43


__ADS_3

..." Mengenalmu membuatku tahu kalau menjadi dokter itu bukan hanya menghilangkan rasa sakitnya tapi juga harus bertindak sampai akarnya "...


...-...


...Sayyidah Nur Kamila...


...🌿🌿🌿🌿🌿...


Sesampai di rumah Mila yang tak sabar dengan hadiah pemberian Rafka langsung berlari ke dalam kamar untuk membuka hadiahnya. Mila bahagia saat mendapat satu set baju dokter dengan selembar surat di atasnya. Saat itu ia sungguh berfikir kalau surat itu berisi gombalan manis dan narasi cinta romantis yang di buat Rafka untuknya.  Kemudian ia mulai membuka surat dan membacanya perlahan.


...~Li Hubba Kamila, sosok sempurna yang aku cintai....


...Melalui surat ini aku ingin mengatakan satu hal yang sulit aku utarakan secara langsung padamu....


...Mil.......


...Di baris pertama surat ini aku ingin bilang kalau aku sangat mencintaimu....


...Tapi.......


...Di baris  yang lain aku juga ingin bilang kalau kita berdua sama sekali tidak ditakdirkan....


...Kita pernah terikat di dalam perjodohan namun kita tidak pernah sampai ke jenjang pernikahan....


...Di tanggal 22 Juni hari dimana kamu mengingat nya sebagai hari pernikahan kita, sebenarnya adalah hari dimana aku terbang untuk beasiswa ke Yaman....


...Kita tidak pernah menikah dan aku tidak pernah mengucapkan akad untukmu. Itu adalah kenyataan sebenarnya yang membuat ku tidak bisa mendekati mu.......


...Mil...maaf.....


...Di jarak dua ratus mil aku ingin bilang kalau sebenarnya Rasya adalah Suamimu......


...Rafka....


Mila meneteskan air matanya. Kebohongan yang besar telah membuat hatinya sesak hingga tak bisa bernafas. Ia segera berlari mencari Rafka yang tak terlihat di manapun. Ia terdiam saat mengingat kata 200 mil yang tak lain adalah danau kecil yang pernah ia kunjungi bersama Rafka.


Tap.


Tap.


"MUHAMMAD RAFKA IBNU AR RAZI!! APA MAKSUD SEMUA INI!!!!!"teriak Mila marah membuat Rafka menoleh. Ternyata benar kalau Rafka ada di tempat itu.


"APA MENURUTMU SURAT INI CUKUP UNTUK MENJELASKAN SEMUANYA PADAKU????? JELASKAN SEMUANYA PADAKU SEKARANG!!!!!KAMU PENGECUT,RAF" teriak Mila menghampiri Rafka yang berdiri di atas dermaga kayu.


"KAMU PENGECUT RAF,KALIAN BERDUA PENGECUT!!!"


"AKU MEMANG PENGECUT MIL....AKU TIDAK BISA MENJELASKAN SEMUANYA PADAMU"ucap Rafka kesal pada dirinya sendiri. " Aku tidak ada pilihan lain , aku hanya ingin bebas dari beban ini, sebuah kenyataan tentang kalian berdua yang saling mencintai itu adalah hal yang benar dan aku....tidak akan bisa melawan takdir itu"


"Takdir? Aku tidak tahu apa itu takdir, yang aku tahu cuma satu kalau kalian berdua sudah berhasil membuat aku terlihat bodoh dengan semua ini, raf...apa menurutmu tinta biru ini bisa menyelesaikan semuanya?"


"Mil...maaf"ucap Rafka melihat Mila terus menggeleng kepalanya lalu pergi dari hadapan nya.


Mila pergi ke rumah sakit untuk meminta penjelasan dari Rasya. Akan tetapi , waktu yang berjalan lebih cepat membuat ia hanya bisa mendapat kabar Rasya yang sudah pergi ke Singapura.


Kemudian ia berjalan tanpa tujuan, menerobos hujan angin malam dengan heels nya yang sudah patah. Ia tidak tahu harus bagaimana sekarang? Langkahnya yang pasrah membuat dia tanpa sadar pergi ke asramanya. Dara dan hujan yang melihat nya tidak baik² saja langsung berlari menghampirinya.


"Lo kenapa?"ucap Dara meraih handuk dan mengeringkan rambut Mila.


Mila terdiam dengan hati nya yang sesak menyakiti dada nya. Rasanya seperti penyakit jantung kronis yang sedang habis  masa sembuhnya. Ia yang tidak kuat dengan sakit di hatinya memilih bercerita pada semua sahabatnya.


"Mil, sebenarnya gak ada yang salah dari kalian, kalian bertiga sama² terjebak sampai tak bisa melepaskan diri" ucap Hujan.


"Bagaimana tidak salah?mereka berdua menipuku dan sekarang Rasya meninggalkan ku"


"Apa yang Lo pikirin?"tanya Dara.


Mila menggeleng, " Aku tidak tahu, yang pasti sekarang adalah suamiku tidak menginginkan ku lagi"


"Jangan simpulkan sesuatu yang tidak pasti, sebenarnya orang yang paling sakit setelah kamu adalah Rasya" jelas Dara


"Dia tidak salah, dia hanya pengganti yang tidak tahu apa² .....Rasya selalu memperhatikan dan menjagamu ....dia tidak ada pilihan lain saat melihat kondisi Lo yang masih sakit memanggil Rafka sebagai suami Lo sendiri"

__ADS_1


Mila terdiam.


"Mil, apa Lo sungguh berfikir Rasya pergi meninggalkan mu?" Tanya Salfa. " Kalau itu iya berarti Lo salah , hari ini di tempat gue magang semua orang langsung pergi ke Singapura untuk meliput wabah yang terjadi sekarang.....mungkin Rasya juga pergi kesana untuk membantu mengatasi nya ".


Mila terdiam.


"Mil, cinta itu butuh kepercayaan, kalau sudah gak ada kepercayaan jangan sebut lagi itu cinta , lebih tepatnya Lo bisa anggap kalau itu mungkin hanya sekedar obsesi dan salah paham"ucap Hujan . " Itu cuitan Twitter yang baru gue baca tadi pagi"


"Percaya sama hati Lo mil kalau pilihan Lo itu gak pernah salah" ucap Salfa menyemangati sepupu nya.


Mila terdiam cukup lama lalu beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana?"Tanya semuanya bingung.


"Singapura". Ucap Mila lalu pergi.


Ketiganya tersenyum senang ," semangat mil kita semua bakal selalu dukung  Lo !!!"


🌿🌿🌿🌿


Mila pergi ke Singapura dengan tiket bisnis yang seharga delapan kali lipat dari tiket biasanya. Langkahnya terhenti dengan matanya yang sudah berkaca-kaca saat melihat Rasya berdiri di depan rumah sakitnya.


"RASYA!!!"teriak Mila membuat Rasya yang sedang menelfon langsung memutar badannya"


"Mila?kenapa dia ada disini?apa karena aku yang terlalu merindukan nya sampai harus berimajinasi seperti ini" ucap Rasya yang bingung dengan penglihatan nya .


"Sya..."panggil Mila sekali lagi membuat Rasya yakin dengan penglihatannya.


"Apa benar ini kamu,mil?"


"Sya ini aku"


Rasya tersenyum sambil meraba kedua pipi Mila dengan tangannya, "kenapa kamu kemari ? "


Mila menggeleng sambil menangis, " Sya, bisakah kamu katakan sekarang kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu adalah suamiku?" Ucap Mila menangis . " Apa aku sudah gagal menjadi istrimu?"


Deg.


Rasya membalas pelukan Mila lebih erat dan mengecup rambutnya, " Aku salah maaf.....aku hanya tidak ingin menganggu kesehatan mu"


"Kamu jahat Sya"ucap Mila membuat Rasya menariknya langsung dalam pelukannya. Ia mengecup kening Mila lama lalu melepaskan nya perlahan.


" Maaf,jika selama ini aku tidak pernah memikirkan perasaan mu"


"Apa aku terlalu lama melukai mu"


"Tidak pernah sedikitpun"


"Kamu bohong! Aku sangat ingat kalau aku sangat memperhatikan Rafka di depanmu"


"Aku cemburu, tapi itu sudah berlalu ....aku akan menganggap kalau saat itu kamu sedang bersikap baik dengan Kakak ipar mu" ucap Rasya membuat Mila memeluknya lagi.


"Apa kamu masih sangat kesal padaku?"


"Iya, tapi jangan lakukan ini lagi ya? Aku tidak ingin kamu membohongi ku lalu meninggalkan ku"


"Tidak akan"ucap Rasya sambil mengelus Rambut Mila.


Tap.


Tap.


"Dokter" ucap seorang pria membuat Mila melepas pelukannya.


"Ada apa?"


"Pasien yang baru datang bertambah 856 orang"ucap Orang itu. " Sekarang para dokter sudah banyak yang kewalahan, apa dokter punya solusinya?"


"Baiklah kamu pergi dulu, aku akan menyusul" ucap Rasya mendapat anggukan dari pria itu yang langsung pergi.


Rasya menoleh ke arah Mila sambil memegang kedua tangan istrinya, "pulanglah ke rumahku, nanti aku akan menemuimu"

__ADS_1


Mila menggeleng, " Aku ingin membantumu"


"Aku tidak izinkan, ini terlalu berbahaya"


"Aku mohon, rumah sakit sedang kekurangan orang, walaupun aku belum wisuda tapi para dokter besar sudah menganggap ku pantas untuk melakukan nya"


Hening .


"Sya apa kamu meragukan kemampuan ku?"


"Baiklah, tapi kamu harus janji padaku...kalau kamu merasakan sesuatu tidak enak di tubuhmu kamu harus segera bilang padaku"ucap Rasya sambil memegang kedua pipi Mila. Baginya saat ini mencegah Mila tidak ada solusinya. Rasya tahu kalau gadis itu akan terus memaksa nya sampai ia bisa mengizinkan nya.


Mila mengangguk, " Aku janji".


"Baiklah, aku pergi dulu" ucap Rasya lalu pergi.


"Rasya!!!"teriak Mila membuat Rasya menghentikan langkahnya dan menoleh. "??"


Mila tersenyum," semangat sayang"


Rasya mengangguk dan tak sengaja menabrak brankar di depannya. Mila tertawa karena baru ini ia bisa melihat ekspresi imut dari suaminya.


"Kamu juga" ucap Rasya lalu pergi untuk perjuangan nya.


🌿🌿🌿🌿


Rumah sakit Ar-razi


Aula khusus.


"Sya, akhirnya kamu datang"


"Kenapa, pa?apa papa masih belum punya formula untuk menghentikan nya?"


"Sebelumnya memang ada wabah seperti ini, tapi hanya mama mu yang berhasil membuat nya"


"Lalu apa yang kita tunggu, segera hubungi mama sekarang juga"


Braaak.


"KONYOL!!!Nyonya Maira sudah diberhentikan dari profesi nya, jika kita menyuruh nya itu akan menjadi pelanggaran yang serius" ucap Professor Erick, teman Adi .


"AKU BISA MEMBUKTIKAN MAMA KU TIDAK BERSALAH DAN SUDAH MENDAPAT IZIN  UNTUK KEMBALI BERTUGAS" ucap Rafka yang datang bersama para bodyguard nya. Ia menunjukkan beberapa bukti yang ia temukan setelah menangkap Hans dan semua komplotannya.


Semuanya mengangguk lalu mengizinkan Maira berjuang membuat Formula bersama mereka. Tiga kali gagal melakukan uji coba membuat semua dokter tidak berhenti menyerah. Akhirnya, mereka berhasil mencetak kemenangan yang besar saat rantai wabah sudah berhasil mereka patahkan.


"Selamat"ucap para dokter sambil berjabat tangan pada sesamanya.


"Kita berhasil, Sya"lirih Mila sambil memeluk Rasya yang berdiri di sampingnya.


"Aku tahu"ucap Rasya tersenyum senang. Dan memeluk papa, istri,dan mamanya. Lalu Rafka? Dia sudah pergi setelah memberikan semua bukti²  tidak bersalah nya maira.


🌿🌿🌿


Pagi harinya, keluarga Ar-razi dibahagiakan dengan surat kabar yang menyebar ke seluruh negara.


..." KELUARGA AR RAZI TELAH BERJASA PADA NEGARA!!!!!( MULAI DARI  PAPA,MAMA,ANAK,HINGGA MENANTU NYA YANG MENCIPTAKAN KEMENANGAN SANGAT BESAR!!!!"...


Kemudian semuanya tersenyum saat melihat Adi menerima penghargaan dari pemerintah hingga presiden Singapura. Semua bergemuruh tepuk tangan menyoraki kehebatan keluarga nya.


"Kewajiban ku sudah selesai....untuk sekarang bisakah aku membawa mu pulang bersamaku  ke rumah sebagai suamimu?". Ucap Rasya


Mila tersenyum, "Ayo,aku juga sudah lelah" ucap Mila yang langsung terkejut saat  melihat Rasya yang langsung menggendong nya seperti pengantin baru.


Maira dan Adi yang melihatnya dari kejauhan langsung tersenyum, " sepertinya masalah mereka sudah selesai" ucap Maira yang menggandeng tangan suaminya, "Ayo kita sewa hotel"Ucap mairaa lalu pergi setelah mendapat anggukan dari Adi.


"Bos lalu kita?"tanya Asisten Rafka yang sedari tadi menatap Semua nya dari kejauhan"


Rafka terdiam lalu menghembuskan nafasnya besar," kita langsung pulang besok" ucap Rafka membuat asisten nya mengerti dan langsung memesan beberapa hotel untuk mereka .


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2