Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#89(end)


__ADS_3

Kepergian Vina membuat Salfa dekat dengan Rafka yang terus menemani dan menghiburnya. Rafka senang kalau Salfa senang. Baginya gadis seperti Salfa tidak cocok dengan ekspresi sedih di wajahnya.


"Oke....oke biar lo gak kayak mayat hidup dibumi, gimana kalau kita jalan² ke taman?"ajak Rafka melihat Salfa habis di marahin oleh bos nya. Setelah kepergian Vina Salfa tidak merasakan hal baik lagi untuk tertawa. Akhirnya Salfa mengangguk karena dia yang merasa butuh untuk refreshing sesaat dari pekerjaan nya.


Beberapa jam kemudian Salfa keluar dengan sweater putih dan sepatu boot putihnya. Tak lupa dengan training putih juga untuk acara car free day nya bersama Rafka.


"Gimana udah Segeran gak?lihat taman indah sekaligus di temani cowok tampan kek gue?"tanya Rafka mendapat senyuman. Ia lega melihat Salfa akhirnya senang lagi. Entah kenapa saat ini dia sungguh merasa nyaman dan senang saat lagi berjalan dengan gadis di depannya.


"Gue beli minum dulu"ucap Rafka mendapat anggukan lalu pergi.


Rafka tersenyum sambil membawa dua botol jus mangga di tangannya. Kemudian langkahnya terhenti saat melihat labibah yang tiba tiba ada di depannya.


"Labibah kamu disini?"


Labibah tersenyum tipis " akhirnya kita ketemu bang"


"Kamu mencarikan?"


Lagi lagi labibah tersenyum" kalau aku tidak datang mencari mu lalu bagaimana aku bisa mendengar kabarmu?"


Hening.


"Bang, kenapa pergi?kenapa meninggalkan ku?aku pikir karena Abang melamar aku di depan Abah ,Abang bakal seriusin aku ..lalu bang?kenapa Abang berhenti berjuang?kalau Abang bilang mencintai ku aku bisa meninggalkan bang ardhan saat ini juga"ucap labibah sedih karena ardhan lah yang menikahinya bukan Rafka yang ia cintai.


"Apa Abang tidak pernah mencintaiku?jawab bang aku mohon"


"Lab,aku mencintaimu....,"ucap Rafka membuat Salfa yang tak sengaja mendengar langsung pergi dari tempat nya "tapi itu dulu...ardhan jauh lebih baik daripada pria pengecut sepertiku..kamu benar benar tidak pantas mencarikan dan meninggalkan ardhan yang jelas jelas bisa membahagiakan mu...lab jangan sia siakan pria baik seperti ardhan"


"Baiklah kalau itu yang Abang inginkan..labibah janji bakal berusaha mencintai bang ardhan tapi bang bisa tidak kalau aku mau hubungan kita tidak akan renggang seperti dulu lagi setidaknya seperti kakak dan adik bang"


"Baiklah ,kamu sekarang sudah resmi jadi adikku setelah Rasya"ucap Rafka tersenyum melihat ardhan yang berterima kasih padanya dari kejauhan. Labibah ikut tersenyum lebar sambil mengeluarkan buku novel dari dalam tas nya.


"Terima kasih bang telah menulis kan diriku menjadi sesempurna ini"ucap labibah mengeluarkan novel berjudul 'labibah perindu surga ' yang ditulis oleh Rafka sendiri saat berada di Yaman. Rafka mengangguk senang sambil melihat bukunya yang ketahuan oleh sang tokoh utamanya.


"Cepat pergi bang, sepertinya orang yang Abang cintai sudah salah paham dengan kita" ucap labibah yang sempat melihat Salfa pergi dari tempatnya. Rafka mengangguk lalu menyusul salfa yang pergi meninggalkan nya.


Rafka terkejut dan langsung menghentikan langkahnya saat dirinya yang tidak sengaja lewat di depan Mila . Rafka berusaha tidak mengeluarkan suara sama sekali agar Mila tidak menyadari kehadiran nya.


"Gausah pergi lagi kak, aku sudah ingat semuanya"ucap Mila tanpa menoleh ke arah Rafka. Rafka yang mendengar itu hanya bisa menghembus nafasnya besar lalu duduk di samping Mila dan melupakan kepergian Salfa.


"Kenapa?masih marah dengan Rasya?mil, Rasya memang salah tapi bukankah tiga tahun ini dia sudah mendapat hukumannya?dia merawat Azen sendirian, dipecat dari profesi nya karena tidak konsentrasi saat beroperasi...apa itu semua belum cukup untuk menebus kesalahannya?"


Mila terdiam. Dia menyadari kalau melakukan itu sudah cukup melelahkan bagi seorang Rasya. Apalagi saat ia tahu kalau itu juga kesalahan nya karena tidak memberitahu Rasya tentang kakaknya. Tunggu,kakak?Mila bahkan tidak tahu bagaimana kabar kakaknya sekarang.

__ADS_1


"Mil, cinta memang butuh kepercayaan tapi bukankah masalah kalian hanya sekedar salah paham yang masih bisa diluruskan?adikku itu sudah sangat menyesali nya...Karena masalah ini Rasya sudah mulai kecanduan dengan obat sejak tiga tahun yang lalu,aku benar benar sangat mengkhawatirkan keadaan "


"Maksud kakak?"


"Jantung Azen lemah sejak kepergian mu....hal itu membuat Rasya banyak berfikir dan sakit kepala...apalagi saat bertemu kakakmu waktu itu... kecanduannya dengan obat semakin menjadi jadi..aku tidak bisa menghentikan nya "jelas Rafka membuat Mila merasa khawatir.


"Mil kalau bukan karena permohonan ku setidaknya lakukanlah demi Azen, Rasya sudah mendapatkan hukumannya...tolong beri dia kesempatan lagi"ucap Rafka lalu melangkah pergi.


"Kakak mau kemana?"


"Mencari calo istriku"


Kemudian Mila pergi mencari Rasya di kamarnya. Seperti yang Rafka katakan kalau saat ini mila melihat sendiri Rasya sudah menggenggam beberapa pil di tangannya. Mila berlari lalu membuang pil pil itu dari tangan Rasya. Rasya sendiri hanya terdiam saat melihat Mila juga membuang semua obat obatan nya yang ada di dalam laci kecilnya.


"Apa yang kamu lakukan?kenapa meminum obat² an sepeti ini?kamu itu dokter!apa aku akan diam saja saat melihatmu menyiksa dirimu seperti ini?"teriak Mila menunjukkan kekhawatiran nya.


"Maaf...aku selalu membuatmu menangis.....aku sudah gagal memenuhi janjiku pada ibumu"


"Jangan lakukan itu lagi...aku tidak mau kehilangan mu sya, aku masih sangat mencintaimu"ucap Mila tulus sambil menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Rasya. "Itu bukan salahmu,itu hanya salah paham karena aku yang tidak memberitahumu sebelumnya ....maaf sya maaf kamu pasti lelah kan karena merawat Azen sendirian"


"Dia putra kita  kenapa aku lelah?aku akan selalu mencintai kalian berdua mil"


"Ayo sya kita mulai dari awal lagi....demi cinta kita dan Azen"ucap Mila mendapat kecupan lama dari Rasya.


🌿🌿🌿🌿


"Apa kamu mencintai Salfa?"


"Nggak pak"ucap Rafka membuat jantung orang tuanya rasanya ingin mengendur.


"Lalu kenapa kamu datang melamar?"


"Awalnya putri bapak duluan yang mencintai saya lalu lama kelamaan saya juga ikut jatuh cinta sama dia ...jadi kalau di tanya kenapa saya datang melamar...saya bakal jawab jujur agar terhindar dari fitnah om"jawab Rafka mantan dari mahasiswa sastra bahasa.


"Ucapanmu manis sekali tapi sayang kalau saya tidak suka sama laki laki bermulut manis"ucap ayah Salfa menatap Rafka meremehkan. Jujur melihat penampilan Rafka yang sederhana, kaos putih oblong dan celana panjang membuat ayah Salfa sedikit meragukan kekayaan nya.


"Kalau boleh tau apa pekerjaanmu sekarang?"


Rafka menggeleng " saya belum punya pekerjaan om, hari hari saya hanya saya habisin untuk merawat keponakan saya...tapi tenang aja om kalau dari itu saya masih punya penghasilan "


"Nggak punya pekerjaan? Berani beraninya kamu melamar anak saya, maaf ya anak saya butuh nasi dan gak makan cinta"teriak ayah Salfa lalu terdiam saat asistennya menunjukan foto foto Rafka yang menjadi CEO perusahaan design dan terkenal di seluruh dunia.


"Kamu CEO besar kenapa bilang nggak punya pekerjaan?"tanya ayah Salfa penasaran. Dia sedikit malu dengan perilakunya yang gila akan harta.

__ADS_1


Rafka tersenyum tulus dengan dua lesung di pipinya. "Saya ingin lamaran saya diterima karena ketulusan saya mencintai Puti bapak bukan karena profesi dan harta saya yang bisa merendahkan harga diri Salfa sebagai calon istri saya,bagi saya harta atau profesi itu tidak penting melainkan kesungguhan saya untuk membahagiakan putri anda"ucap Rafka membuat Adi dan maira merasa lega. Dari awal memang mereka sudah tahu kalau putranya adalah orang yang pandai berkata manis dan bersikap di luar batas manusia biasa.


Ayah Salfa tersenyum "kamu memang menantu baik untuk keluarga saya, baiklah saya terima lamaran kamu melihat putri saya juga sangat mencintaimu"ucapnya membuat Rafka tersenyum sambil menatap ayah ibunya seolah berkata, yes aku punya istri.


"Baiklah begitu saja, tanggal 22 Agustus adalah hari baik untuk kalian menikah "ucap maira mendapat anggukan dari semuanya.


🌿🌿🌿🌿


Beberapa tahun kemudian.....


Di hari aniversary Adi dan maira,mereka mengundang banyak pasangan dengan kisah cintanya yang manis. Ada Rafka dan Salfa, Rizal dan Nabila, gara dan Ayesha,labibah dan ardhan, juga Husain dan  Laura. Semua tersenyum saat melihat pasangan Rasya dan Mila berjalan bersama Azen dan bayi perempuan nya. Ya, bayi perempuan mereka itu baru saja di lahiran Minggu lalu dan di beri nama ' stefanny Dhira almaheera'


Semuanya bahagia dan merasa gemas melihat fhanny dengan wajah merah dan pipi bulatnya.


"Happ aniv pa ma"ucap Rasya dengan Mila yang berdiri di samping nya.


Kebahagiaan mereka beradu dengan suara musik dan beberapa hidangan makanan mewah. Semuanya sangat menikmati acar itu yang serasa seperti reuni kebersamaan mereka. Rizal dan Rasya tertawa diikuti semua orang saat melihat Azen dan Naira bertengkar manis bak pasangan yang bdi takdirnya dimasa depan.


"Ibu, dia menyebalkan!"cetus Naira pada ibunya, Nabila.


Rasya menggandeng tangan Mila untuk menjauh sedikit dari kerumunan. Ia hanya ingin menghabiskan waktu berdua bersama sebelum Azen datang mengganggunya.


"Aku mencintaimu mil ....seorang gadis cantik yang ditakdirkan untuk selalu bersamaku"


"Lalu anak kita?kamu cinta gak sama mereka!"


"Aku cinta kamu, Azen,dan putri kecil kita....terima kasih ya telah memberiku pangeran tampan dan bidadari kecil yang cantik sepertimu"ucap nya lagi sambil menatap dalam istrinya.


Mual tersenyum sambil mencolek hidung suaminya "aku akan mengadukanmu pada ayah dan ibu karena kamu sudah membuatku salah tingkah dengan kata katamu"


"Aku mencintaimu"


"Aku juga sya"jawab Mila memeluk hangat tubuh suaminya. Mereka terkejut dan langsung melepas pelukannya saat melihat Rafka dan Azen yang datang dengan selembaran undangan di tangannya.


"Sya, dokter qiana nikah sama Alfin"ucap Rafka


"Alfin?"tanya Mila memastikan. Ia ingat kalau Alfin adalah suster pribadi rasya di rumah sakitnya.


Rafka mengangguk "hmm"


"Baiklah kita bisa pergi bersama Minggu depan"


Azen mengerucutkan bibirnya kesal " ayah gak boleh pergi biar bibi qiana gak ambil ayah dari  ibu"

__ADS_1


Rasya tersenyum" ayah hanya milik ibumu selamanya Azen ,jangan khawatir "ucap Rasya membuat semua yang disana ikut tertawa.


__ADS_2