
Azen berlari dan memeluk ayahnya yang sedang tidur di atas sofa. Ia ikut sedih sambil meletakkan punggung tangan nya di atas dahi ayahnya. Ternyata benar, kalau ayahnya itu sedang sakit sekarang.
"Ayah sakit ya?"
"Ayah gak papa, kamu masih marah sama ayah?"
"Kalau aku jujur,ayah marah nggak?"
"Katakan saja"
"Ayah...aku tadi makan lolipop dari paman jadi marahku sudah hilang,ayah gak marah kan karena aku makan lolipop?"ucap Azen terus terang membuat Rafka menepuk jidatnya. Bisa² nya anak itu membuatnya susah saat tahu ayah nya sudah melarang nya .
"Ayah tidak marah padamu tapi akan langsung memarahi pamanmu"ucap Rasya membuat Azen tertawa. Baginya pertengkaran ayah dan pamannya itu terdengar sangat menggemaskan di telinga nya.
"Mau apa kamu hah?aku cuma mau bilang sama Azen kalau dunia itu juga ada manis²nya"
"Kak,uang baby sitter bulan ini gak aku berikan!"ucap Rasya datar membuat rafka langsung membulatkan matanya besar lalu menarik telinga adiknya.
"Kamu ini sungguh menganggap aku sebagai baby sitter adikmu ya?"geram Rafka kesal.
"Kak, sakit"
"Paman kasihan ayah"
"Biarin biar dia punya malu sama paman"
Semuanya tertawa bahagia setelah mengatasi kebahagiaan yang hampir di rusak oleh kesalahpahaman. Rasya terdiam saat hapenya mendapat pesan untuk menghadiri satu undangan. Ternyata itu Laila yang ingin mengundang nya ke pernikahan Evan,sahabat markasnya. Kebetulan saat itu calon pengantin nya adalah adik kandung Laila yang bekerja sebagai penyiar radio religi di studionya.
"Ada apa?"
"Evan menikah"
"Sama adiknya Laila,anak markas waktu itu kan?"refleks Rafka yang dulunya juga anak markas sukarelawan bersama Mila. Ia tersenyum sendiri saat mengingat kebersamaan nya bersama Mila waktu itu yang sering sekali melakukan segala jenis kebobrokan nya.
"Laila juga undang gue,Lo hadir gak?"
Rafka menggeleng saat melihat Rasya hanya terdiam. Lagi² profesi nya mulai menghalangi nya untuk bersenang senang.
"Lo ikut aja buat ganti kemarahan Azen, lagian Laila pasti seneng liat Lo sama Azen Dateng"
"Lo gak ikut kak?"
__ADS_1
"Gue juga punya undangan penting sya, Lo pikir gue nganggur?gak punya followers?"gurau Rafka 'asrama gue Adain acara buat kehamilan pertama labibah setelah satu tahun menikah"
"Yakin Lo sanggup?"tanya Rasya yang tahu kalau labibah adalah kenangan terindah Rafka yang dinikahi oleh sahabatnya sendiri. Dia yang tidak cepat memenuhi persyaratan Abah labibah membuat dia menyesali seumur hidup nya. Akibatnya Rafka tidak ingin mencintai gadis lagi dan memusingkan mamanya yang selalu mencarikan calon istri untuknya.
"Udah hamil gue bisa apa?hanya bisa melepas dan mengikhlaskan "ucap Rafka lalu pergi dengan setelannya yang sudah rapi. " Jangan lupa 22 Juni buat Hadir ke kondangan sama Azen, mampus Lo pakai batik"ejek Rafka puas. Dalam hidup nya ia sangat membenci pakaian batik dan sejenisnya. Karena hal itulah yang membuat dia selalu menghindar untuk hadir di acara pernikahan selain pernikahan labibah. Rasya tersenyum saat mengingat hari itu adalah hari anniversary nya bersama Mila.
Tiin ....
Rafka terkejut saat melihat Scoopy merah menabrak kasar mobil mahalnya. Andai orang itu tahu kalau mobil itu ia beli dari uang hasil dari kerja baby sitter nya. Betapa berharganya itu karena dia yang mengorbankan harga diri dan pekerjaan ceo-nya.
"Maaf bang gue buru²" ucap Salfa yang menunduk ketakutan karena takut di suruh ganti rugi oleh pemilik mobil yang lebih mahal dari harga jantung nya.
"Lihat gue!"
"Ampun bang, gue masih SMA!masih polos buat apal aturan lalu lintas"ucap Salfa ber gemetar hebat. Saat ini dia hanya bisa berfikir, gak papa harga diri ilang yang penting yang tidak sampai melayang.
"Lihat gue!biar Lo tahu kalau di dunia ini masih ada orang paling tampan kek gue!"ucap Rafka yang sebenarnya ingin marah tapi ia urungkan saat melihat gadis manis itu didepannya. "Tatap gue!bandel banget jadi anak SMA!"
"Bukan bandel bang tapi ini namanya sopan santun karena gue denger suara Abang yang udah mirip kek orang tua "
"Makanya liat gue dulu biar tau setua apa gue sampai bikin cewek² pada meleleh "uca9 Rafka yang mengangkat dagu Salfa agar bisa menatapnya. Betapa kesalnya Salfa saat melihat Rafka ada didepannya. Jujur Salfa masih canggung karena perasaan nya yang belum dibalas Rafka waktu itu. Hatinya masih sakit saat tahu Rafka yang malah mencintai sepupunya sendiri yaitu istri Rasya.
"Anjir kalau itu Lo gue lebih milih nabrak Lo aja sampai mati" kesal Salfa lalu pergi.
"Timbang Lo om² yang gak laku², gak malu apa sama keponakannya sendiri yang udah mulai tumbuh kek pohon pisang "cetus Salfa kesal jika mengingat Rafka yang tela pergi demi mengejar cintanya pada labibah. Salfa tidak tahu kalau pria di depannya itu masih lajang sama seperti nya.
"Gue baru sakit hati Lo sensi Mulu ke gue!"ucap Rafka asal membuat Salfa melirik nya khawatir. Memang benar kalau dilihat-lihat Rafka badan Rafka agak kurusan daripada yang dulu.
"Sakit hati kenapa?"tanya Salfa khawatir tapi merasa gengsi untuk menatapnya.
Rafka tertawa" kenapa?khawatir?"tanyanya yang terhibur melihat Salfa yang bertanya sambil menunduk.
"Emang aneh ya takdir...dulu gue jatuh cinta sama ibunya gak tahunya sekarang malah jadi baby sitter anaknya"
"Mila maksud Lo ?terus labibah?"
"Dia udah bahagia kok sama jodohnya,nih gue mau Dateng ke acara selamatan nya"
"Oouh udah kayak main sinetron aja Lo, daripada Lo merenung di jalanan mending Lo bantu gue deh buat jadi model baju batik Nusantara,entar biar gue liput buat jadi berita mingguan"
"Anjir gue benci batik guys"
__ADS_1
"Please bantu gue dan temen gue yang hampir di ambang kebangkrutan"
"Terus urusan mobil gue gimana?"
"Gue ganti rugi"
"Cih, gaji Lo sampai mati terus di tambah asuransi masih belum cukup ganti bayar mobil gue"cetus Rafka lalu menatap Salfa dari atas ke bawah "termasuk badan Lo yang garing ini, di kilo paling juga gak berharga apa²"
"Lo butuh berapa sih gue bayar?gini² gue reporter yang bayarannya lumayan"
"Janji gak di cancel?"
"Iya² gue tipe cewek yang teguh pendirian sama janji²nya"
"Tapi gue gak mau uang
"Terus Lo mau apa?cepetan Dugong, gue ini orang sibuk"
"Gue mau satu malam yang puas sama Lo"ucap Rafka membuat Salfa tertawa ngeri menatapnya. Rafka pun ikut tertawa garing hingga akhirnya mereka tertawa bersama. Memang, keinginan om² jauh lebih menantang dari berondong² menawan di kampusnya.
"Kenapa?Lo takut?"ucap Rafka membubarkan lamunan Salfa di depannya.
"Dih siapa yang bilang gue penakut?"
"Terus jawaban Lo?"
"Oke kapan?"ucap Salfa ngotot yang sikap gengsi nya lebih besar dari apapun.
"Dasar Rafka bego!!gue anggep positif² aja tapi kalau udah genting jangan salahin gue kalau gak sengaja bunuh Lo"batin Salfa kesal
"Kumpulin nyali Lo dulu, masalah waktu tunggu gue gak sibuk"jawab Rafka dengan senyum miring nya.
"Terus Lo?jadi mau bantuin gue kan?"
"Oke ayo,gue bakal lawan rasa takut itu lagi"ucap Rafka membuat Salfa senang. Sebenarnya bukan Salfa yang murahan tapi itu semua hanya agar Rafka bisa melawan kelemahannya pada motif batik di dunia ini. Rafka sedikit parno dengan batik karena kain yang terbiasa menjadi penutup badan orang yang sudah meninggal di asramanya. Apalagi saat itu rafka langsung pingsan saat melihat mayat itu tiba² bangkit menggunakan kain batiknya.
Salfa menghela nafas panjang. Biarlah,Masalah satu malam yang udah mirip kek film shehrazat, Salfa yang punya pengalaman sabuk hitam sudah pasti bisa menghentikan nya. Untuk hari ini salahkan Rafka yang menganggap Salfa sebagai gadis biasa. Kemudian Salfa tertawa puas saat melihat Rafka yang ketakutan untuk mengenakan baju batik nya.
"Gue takut mati sal....."
"Dasar bodoh"
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿