
Sudah dua Minggu keluarga agas dan Adi berkerja sama di pengungsian. Mereka berfikir keadaan sudah baik baik saja sekarang. Namun,keadaan berubah saat gempa kedua datang dan menghancurkan semuanya. Agas berlari saat melihat Rasya sedang dalam bahaya.
"Paman...."ucap Rasya shock saat melihat punggung belakang agas yang terluka karena melindungi dirinya. agas mencoba tersenyum menghilangkan kecemasan anak kecil itu walaupun punggungnya merasa sangat sakit. Hatinya merasa sedih saat melihat Rasya yang terus menatap lukanya serius dengan mata yang berkaca-kaca ingin menangis.
"Aku tidak papa jangan khawatir"ucap agas yang membawa Rasya menjauh dari reruntuhan bangunan. Rasya terdiam lalu mengambil salep untuk mengobati agas di ruangannya. Saat itu tidak ada orang yang tahu selain agas, Rasya dan tuhan mereka.
"Kamu anak baik"ucap agas terhibur saat melihat Rasya yang telaten mengobati lukanya. Ia semakin tersenyum saat melihat Rasya yang terus menunduk di hadapannya. "Ayo tersenyum lah ....aku tidak akan mengadukannya pada ayahmu"
"Aku tidak takut kamu adukan"
"Lalu?"
"Aku takut jika lukan tambah parah beberapa bulan ke depan"ucap Rasya membuat agas tertawa. Ia benar-benar melihat ada jiwa dokter dalam dirinya.
"Bagaimana kalau aku minta sesuatu padamu agar kita impas?"ucap agas mencoba membuat Rasya agar tidak terus merasa bersalah. Rasya mengangguk dan masih tidak berani untuk mengangkat wajahnya " apa?"
"Jaga putri ayah aja bagaimana?"
"Hanya itu?"
Agas mengangguk "lukaku akan sembuh kalau kamu menjawab iya'
"Emm baiklah aku akan menjaga nya,lain kali kalau aku ingin mengotopsi hewan lagi aku berjanji tidak akan melakukan itu di depannya "
Agas mengelus rambut Rasya lalu bangkit dari duduknya " anak baik, ayo pergi" ajak agas mendapat anggukan.
Tidak ada yang tahu kalau hari itu menjadi awal dari agas yang menjadi sakit² an. Adi dan keluarganya sudah kembali ke jakarta setelah menyelesaikan tugasnya. Lalu agas dilarikan ke rumah sakit karena kondisi tulang yang mengapit fungsi jantung nya. Beberapa bulan kemudian keadaan agas sedikit membaik dan langsung mengalami drop saat tuduhan warga yang mengatakan Akmal sedang bermain zina di luar desanya. Ya, waktu itu Akmal izin pergi ke rumah temannya untuk mengerjakan tugas kelompok dari gurunya. Akan tetapi, kepulangannya yang membawa gadis berpenampilan acak-acakan membuat semua tuduhan itu bisa dibenarkan.
"Siapa dia?"tanya agas dingin. Ia merasa tidak tahan saat istri dan putrinya terus saja menjadi bahan olok-olok an.
"DIA GADIS YANG INGIN AKU NIKAHI!"
"KAMU TAHU APA SOAL NIKAH?teriak agas kesal karena tuduhan tetangga yang terus saja memojokkan nya. "JAUHI DIA ATAU PERGI DARI KELUARGA INI"
"YAH..ini tidak adil!"
"PERGI!!!AKU TIDAK BUTUH ANAK TIDAK BERBAKTI SEPERTI MU!"Bentak agas membuat Akmal tersentak. Ia tersenyum sinis sambil menggenggam erat tangan gadis di samping nya.
"BAIK...AKU PERGI "ucap Akmal tersulut emosi membuat Vina menangis mendengar nya . Jujur saat itu putranya masih berumur 17 tahun untuk mengerti soal nikah.
"Akmal pikirkan baik² nak,jangan buat ayahmu marah"ucap Vina mendapat gelengan kepala dari putranya.
"Nggak Bu Akmal gak salah, keputusanku sudah bulat, ada satu alasan yang gak bisa Akmal jelaskan"
"Biarkan dia pergi,kalau dia sudah keluar rumah dia bukan anggota keluarga kita lagi"ucap agas melihat Akmal yang memilih untuk melanjutkan langkah nya lalu pergi.
"Kakak ..kakak jangan pergi....kakak gak boleh pergi ninggalin aku...ayah juga gak boleh nyuruh kakak pergi "rengek Mila merangkul kedua kaki kakaknya.
Akmal menunduk dan mengecup kening adiknya " kakak gak pergi kakak hanya keluar sebentar sama kakak ini, kamu dirumah aja, tunggu kakak dan jaga ibu sama ayah"
"Kakak janji akan kembali?"
Akmal mengangguk, "janji akan kembali kalau kamu jaga ibu sama ayah dengan baik, Mila sayang ....kakak harus bantu kakak ini...kakak harus pergi untuk membantu banyak orang lagi agar mendapat keadilan"
__ADS_1
"Kakak...jangan pergi "ucap Mila melihat kakaknya yang tersenyum sambil memeluk badan kecilnya "kakak sayang kamu,jaga ibu ya...kakak janji akan kembali"
"Vina bawa Mila ke kamar!!!"perintah tugas Adi yang sudah merasakan sesak di dadanya. Vina hanya bisa menurut dan membawa Mila masuk ke dalam kamarnya.
"Mulai sekarang jangan pernah sebut kami lagi keluarga!"ucap agas membuat Akmal bangkit lalu pergi dari rumahnya.
Selepas nya,semua menangis dan terkejut saat melihat agas yang tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri dilantai. Vina berteriak meminta tolong tapi tak mendapat balasan apapun dari orang² sekitar. Semuanya sungguh sudah menganggap kalau keluarga agas perusak nama baik desanya. Dengan usahanya sendiri, akhirnya Vina berhasil membawa suaminya ke rumah sakit. Setelah beberapa menit, Vina langsung berlari ke arah dokter dan mencari tahu tentang keadaan suaminya.
"Dok,bagaimana suami saya?"
" Suami anda harus segera di operasi"
"Lakukan saja dok agar suami saya bisa selamat"
"Sebelum operasi anda harus menyelesaikan dulu administrasi nya nyonya"
"Tapi ...saya gak punya uang sekarang dok"ucap Vina bingung, "lakukan saja dok, saya janji akan mencarikan uangnya"
"Tidak bisa nyonya ini sudah peraturan rumah sakit, maaf"ucap dokter itu lalu pergi. Seketika itu Vina langsung melemaskan kedua kaki nya saat dirinya tak sanggup menerima ujian seberat ini. Ia semakin panik saat melihat Mila menangis di depannya. Ia langsung berlari dan menghapus air mata putrinya untuk menenangkannya
"Sayang kenapa menangis nak?"
"Ibu kenapa dia berkata seperti itu?bukankah ayah selalu membantu orang tanpa meminta uang?kenapa orang itu meminta uang ibu untuk membantu ayah? Ibu, apa ayah akan baik baik saja?"tanya Mila membuat Vina semakin menangis dan memeluknya. Mereka tidak sadar kalau di dalam ruangan agas sudah sadar dan ikut sedih karena mendengar nya. Dalam hatinya ,ia merasa gagal untuk membahagiakan keluarganya.
Kemudian siang itu saat Mila dan Vina tak ada di rumah sakit,agas melihat maira yang mengantarkan Adi dengan tubuh penuh darah. Ternyata Adi kecelakaan karena mengejar Rafka yang kabur dari rumah. Rafka kabur karena dirinya yang tidak terima adiknya akan dikirim ke luar negeri dan meninggalkan nya. Agas berniat mendonorkan jantungnya saat nyawa Adi tinggal 0,01 detik untuk mengambil keputusan. Di detik² terakhir agas tersenyum saat melihat istri nya yang sangat cantik sedang mengurusi semua kebutuhannya.
"Bagaimana keadaanmu?"tanya Vina setelah melakukan banyak hal untuk operasi suaminya.
"Kamu selalu mengatakan itu untuk membuatku senang, intinya kamu harus sembuh demi aku dan Mila..."ucap Vina membuat agas tersenyum sambil membelai rambutnya. Sejauh ini Vina akan terus berusaha demi pengobatan suaminya.
Pintu kamar terbuka,menampakkan gadis kecil dengan baju pink dan rok birunya. Sudah berhari hari gadis kecil itu sangat merindukan ayahnya.
"Ayah...."
"Putri ayah yang cantik"
"Aku kangen ayah,kapan ayah pulang?aku gak suka disini ayah, mereka semua jahat!mereka meminta banyak uang ibu dan membuatnya menangis"ucap Mila polos membuat suasana langsung hening seketika. "Ibu selalu sedih dan menangis karena mereka, pokoknya ayah harus sembuh dan memukulnya"
"Mila jangan bicara lagi,ayahmu masih sakit jangan menganggu nya"
"Kenapa ibu, apa aku salah?"
Agas tersenyum, "kamu gak salah, putri ayah gak pernah salah, mereka semua memang jahat karena membuat kita semua sedih"ucap agas mendapat anggukan mantap dari putrinya.
"Emm begini saja, kamu berjanji saja sama ayah bagaimana?"
"Janji apa ayah?"
"Janji kalau putri ayah gak bakal buat ibu menangis lagi"
Mila mengangguk membuat agas dan Vina tersenyum bahagia " baik ayah, aku akan menjadi anak baik untuk kalian"
"Vin, aku mau jalan² keluar"
__ADS_1
"Tapi keadaan mu masih seperti ini"
"Aku baik² saja Vin, aku mohon"ucap agas menyakinkan istrinya. Akhirnya Vina mengangguk sambil menyiapkan kursi roda untuk nya. Untuk sejenak, agas merasa bahagia dengan keluarga sederhana nya tanpa memedulikan Akmal lagi sebagai putranya.
"Ayah, aku mau petik bunga untuk ayah"
"Jangan lari²"teriak agas yang langsung terkejut saat melihat anak berperawakan besar menyenggol badan kecil Mila hingga tercebur ke kolam.
"Mila!!!!"sontak agas terkejut dan langsung berdiri untuk menyelamatkan putrinya.
Byur.....
Agas menceburkan diri dan menangkap Mila yang sudah tidak sadarkan diri. Ia khawatir sambil terus memompa dada Mila hingga gadis itu berhasil memuntahkan airnya dan menangis.
"Ayah aku takut"ucap Mila menangis membuat agas langsung memeluknya.
"Tidak papa sayang, ada ayah tidak akan ada yang terjadi padamu"ucap agas yang khawatir kehilangan outri satu² nya
"Ayah bunganya....."
"Tidak perlu lagi...bagi ayah kamu adalah bunga tercantik untuk ayah"
"Sungguh?"
"Ayah tidak pernah berbohong"ucap agas terus mengecup rambut putrinya. "Kamu jangan lari lari lagi nanti ayah akan sedih"
"Baik ayah"
"Gas,apa kamu baik baik saja?"tanya Vina khawatir mendengar ritme pernafasan agas yang tidak beraturan.
Agas menggeleng lalu melemaskan pelukannya pada Mila perlahan demi perlahan " dadaku sakit Vin" rintih agas langsung tak sadarkan diri. Vina berteriak membuat para dokter segera bergegas untuk menyelamatkan nya. Para dokter itu langsung terdiam saat agas memegang tangan mereka di tengah tengah kondisi kritis nya.
"Berikan jantungku untuk pasien bernama Adi Ar razi"
"Apa maksudmu?"
"Aku tidak kuat lagi, bantu aku untuk membuat jantungku berguna bagi orang lain....aku mohon "mohon agas dengan wajah pucat nya." Lakukanlah dan jangan bilang siapapun tentang ini "
"Tapi..."
"Aku mohon "
Dokter itu akhirnya mengamgguk dan mengambil sidik jari agas di surat pernyataan donor jantung mereka. Operasi Adi berhasil dan agas telah dinyatakan meninggal dunia. Vina dan Mila menangis melihat pahlawan nya yang sudah gugur di dalam peperangan hidupnya.
"Kenapa kamu menutup ayahku seperti itu?"teriak Mila kesal dan memukul mukul dokter didepannya.
"Ayahmu sudah mati nak"ucap dokter itu membuat Mila menangis histeris sampai tidak sadarkan diri. Vina khawatir melihat keadaan Mila yang tidak bisa menerima kepergian ayahnya. Akhirnya Vina memutuskan untuk pindah ke jakarta setelah upacara pemakaman agas selesai di bandung.
Disisi lain adi juga terpukul saat mendengar agas rela mendonorkan jantung untuknya. Awalnya, dokter itu tidak mau mengatakan pendonornya. Akan tetapi, karena paksaan Adi yang ingin membalas Budi membuat dokter itu terpaksa memilih untuk mengatakannya. Apalagi saat dokter itu tahu kalau agas mempunyai putri yang masih kecil untuk ia biayai hidupnya. Hal itulah yang membuat Adi tidak pernah menyerah untuk mencari Vina dan keluarganya.
Setelahnya, Akmal merasa terpukul saat mendengar kematian ayahnya. Apalagi saat itu bersamaan dengan kematian istri dan calon anaknya. Akmal mengorbankan dirinya untuk menjadi badan intelijen yang identitas nya harus di hapus seluruhnya. Ia ingin menguak kematian istri dan anaknya yang tidak wajar. Musuh demi musuh membaut kondisi akmala selalu dalam bahaya. Akmal tidak pernah menyerah untuk membasmi kejahatan berantai di negaranya. Karena itulah yang membuat Akmal selalu menyembunyikan identitasnya. Ayah dari bayi istri nya yang sebenarnya terlalu bahaya untuk keselamatan orang ² terdekatnya. Saat itu Akmal hanya merasa kasihan dengan gadis lugu yang sudah putus asa dengan bayi haram dalam kandungannya.
Kematian orang² terdekatnya membuat Akmal hanya bisa bersembunyi dan tidak ingin membongkar identitas nya.
__ADS_1