
..."kerinduan ini terlalu keterlaluan untuk membuat semuanya menjadi serba salah paham"...
Rasa takut masih terasa saat gempa tiba² menggoyang kota Aceh saat pukul 4 tadi. Delapan belas anak kecil langsung memeluk Mila yang ada di dekatnya dan menangis. Semua menjadi takut dan gugup saat berfikir kalau tsunami akan datang di kedua kalinya. Semuanya mencoba tenang sambil mencari tempat yang teraman untuk pengungsian.
^^^~ku hubungi nanti pukul 1 Siang.^^^
Itu pesan terakhir Rasya sebelum hp Mila jatuh karena gempa dan hancur. Mila bingung dan kecewa saat menyadari gempa dua menit yang lalu juga mengambil banyak korban jiwa. Mila mengacak-acak rambutnya kesal lalu duduk jongkok dan menangis di tempat nya. Entah kenapa dia merasa gagal untuk menggapai cita-cita seperti ayahnya.
"Tidak ada gunanya kamu nangis,sudahlah"ucap datar seorang gadis kecil dengan satu kakinya. Gadis kecil itu akhirnya tahu saat melihat Mila sibuk menyelematkan orang lain daripada dirinya sendiri. Gadis itu mencoba menerima nasibnya dengan memaafkan Mila sebagai penyelamat nya.
"Kamu??...."
"Keysha"jawabnya datar tanpa ekspresi.
"Aku marah denganmu tapi lebih marah pada tuhan"ucap Keysha," dia sangat suka sekali membuat ku menangis dari kecil sampai sekarang"
Mila terdiam.
"Karena itulah aku katakan padamu kalau menangis itu tidak ada gunanya"ucap Keysha, "tuhan tidak akan berganti lembut hanya karena kamu menangis"
"Pengertian mu tentang tuhan itu tidak benar....tuhan tidak pernah memberi ujian diluar batas kemampuan hambanya"
"Jangan berbicara kalau kamu pernah berfikir seperti yang aku ucapkan"bentak Keysha membuat Mila terdiam. Ia tahu dia pernah berfikir begitu. Saat ayahnya meninggal Mila terus merasa tuhan sedang tidak adil padanya. Keysha benar. Ia tidak salah. Kadang² menjadi orang sok bijak membuat dirinya lupa tentang jati dirinya sendiri.
"Orang dewasa juga butuh proses untuk berfikir kalau Tuhan itu tidak pernah salah"ucap Keysha lalu pergi. Mila sungguh tidak menyangka kalau gadis 8 tahun itu bisa berbicara sedewasa ini padanya. Ia merasa tertampar dan hanya bisa berharap kalau Keysha akan mendapatkan kebahagiaan secepatnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
RS.breenhurg Singapura
Sudah tujuh hari ini Nabila berada di new Zealand namun tak kunjung bertemu dengan Rizal, suaminya. Nabila menghapus namanya dari daftar dokter² yang dikirim sebagai bantuan. Ia ingin menemui suaminya sendiri untuk menjelaskan semuanya agar tidak sampai salah paham. Nabila terkejut saat tubuhnya tertabrak oleh pria berbadan besar di depannya. Nabila yang terjatuh membuat seorang dokter refleks menolongnya.
"Kamu tidak papa?"ucap Rizal terkejut saat melihat Nabila ada di depannya. "Kamu kenapa ada disini?"
Nabil terdiam sambil menundukkan kepalanya. Rizal yang melihat itu langsung membulatkan mata sambil berkacak pinggang.
"Kamu ikut orang² bantuan itu?"
"Iya,gini aja minta bantuan rumah sakit,dasar lemah"ucap Nabila tak bersalah membuat Rizal menjewer telinga nya. Sontak Nabila yang tak terima langsung menatapnya kesal.
"Berani kamu sama istri!"
__ADS_1
"Emang sejak kapan aku takut sama istri?"
"Whoy kalian jangan bertengkar disana!!buat diri kalian berguna disini!"teriak dokter tua yang paham dengan kelakuan Rizal dan Nabila.
"Aku pergi"pamit Nabila membuat Rizal menggeleng tak percaya. Bisa² nya suami milenial seperti nya diabaikan tidak hormat seperti ini. Rizal kesal dengan sikap nabila yang masih dingin padanya. Akan tetapi dibalik itu presentasi cintanya jauh lebih besar dari apapun juga. Rizal cinta Nabila, seperti itulah yang dunia tahu selama ini.
"Nab,tunggu aku"teriak Rizal lalu pergi mengejar Nabila. Kemudian mereka pergi bersama sama untuk mengatasi presentasi wabah saat ini.
🌿🌿🌿🌿
TIDAK BISA DIHUBUNGI. itulah yang menjadi pertanyaan nya saat ini. Ponsel Mila yang hilang bahkan hancur sudah membuat ketegangan hampir ada di dalam hubungan mereka. Akhirnya Rasya menelfon Laila walaupun saat ini dirinya masih telanjang dada di dalam kamarnya. Laila yang mendapat telepon dari Rasya langsung berteriak keras memanggil Mila yang tak jauh darinya.
"Nur!!!"teriaknya membuat Mila yang lagi memeriksa pasien langsung menoleh.
"Ada apa kak?"
"Rasya telepon"
"Jawab aja dulu barangkali ada keperluan sama kakak"jawab Mila membuat Laila yang masih loading refleks mengangguk kan kepala nya. "Mau kemana kamu?"
"Ada orang lahiran,sudah ditangani kak Bella tapi aku mau melihatnya"
Hening.
"Eh, kenapa dr Rasya menelfon ku?emang ada keperluan apa yang berkaitan denganku selain nur?"lirih Laila bingung lalu mengangkat telfon dari Rasya. Ternyata dugaannya benar,kalau Rasya menelfon hanya karena Mila istrinya.
"Mila nya ada?"
"Dia sedang membantu orang lahiran"
"Tapi istriku bukan bidan"
"Iya tahu tapi sekarang dia adalah sukarelawan yang serba bisa"jawab Laila.
Rasya terdiam.
"Dr Rasya kamu masih ada disana?"
"Iya?"
"Info ramah,hp nur hilang...kemarin ada sedikit gempa yang membuat semuanya jadi kacau"
__ADS_1
"Lalu bagaimana sekarang?"
"Sudah baik ditangan nur"
"Baiklah,perlu bantuan?"
Laila langsung menggeleng di tempat," tidak perlu,semua sudah lebih baik sekarang tapi...."
"Kenapa?"
"Nona nur rindu jadi kurang semangat disini"ucap Laila membuat Rasya terdiam lama.
Hening.
"Dokter masih ada disana?"
"Emm bilang sama Mila aku juga sangat rindu padanya"lirihnya terdengar ragu membuat Laila tertawa mendengarnya.
"Baik dokter, saya siap memberi kabar tentang nur sama anda"
"Hmm terima kasih"
Tiiit.....
Sambungan telefon terputus membuat Laila langsung bingung sambil menata ponselnya. Mila yang menatap Laila kebingungan langsung berjalan cepat ke arahnya.
"Ada apa kak?"
"Suami mu rindu "ucap Laila mendadak heran saat melihat ekspresi Mila yang aneh dimatanya," ada apa dengan ekspresi mu itu"
"Dia menjijikan,bisa² nya bilang hal seperti itu pada orang lain"
"Katakan sekali lagi"ucap Laila dengan ekspresi pura² marahnya.
"Hmm andai saja aku tahu sifatnya dari awal mungkin aku akan lebih memilih ketua Basarnas "gurau Mila mendapat senggolan keras dari Laila.
"Ngawur aja kamu, dr Rasya itu sudah sebaik-baiknya suami idaman di dunia"
Mila terdiam mengiyakan. Ia tidak tahu kenapa petugas PMR yang lewat mengingatkan nya akan sosok reygan. Sifat bar bar dan mata birunya membuat ia teringat dengan penolakan dara yang sangat menyakiti hatinya "kalau dipikir-pikir mahasiswa lebih menyenangkan daripada punya gelar yang membuat kita lelah"
"Kamu bilang apa?"tanya Laila bingung melihat raut wajah Mila yang sulit di artikan.
__ADS_1
Mila menggeleng dengan senyumnya yang dipaksakan "bukan apa-apa,hanya mengingat di teman lama" jawab nya menatap bulan yang bersinar cerah dan bintang bintang yang mulai bertaburan.
🌿🌿🌿🌿