Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#58


__ADS_3

Satu detik.


Dua detik.


Tiitt......


Sambungan telefon terputus membuat Mila semakin merasa khawatir. Mila menelfon Rasya kembali namun terus tak mendapat jawaban. Pikirannya ia coba untuk berpositive thingking sampai muncul pesan di ponselnya.


~nanti aku hubungi lagi,Jangan khawatir


Mila memasukkan ponselnya kedalam saku jas lalu menjerit saat telinganya di jewer keras Laila dari belakang. Ternyata sedari tadi Laila menguping pembicaraan Mila yang pergi tanpa izin dari suaminya.


"Kak sakit"


"Bagus ya kalau kamu pergi kesini tanpa izin dari dokter Rasya"kesalnya karena takut kalau Rasya tidak akan lagi mengizinkan Mila untuk pergi bersamanya.


"Khilaf kak, dia yang pms sampai buat aku kesal dan kabur dari rumah"ucap Mila sedikit takut melihat wajah garang Laila ,"aku dan dia sudah baikan kok kak,jangan khawatir...Rasya bukan orang yang mudah marah seperti itu"


"Sungguh?"


Mila mengangguk," iya kak, masih di zona cinta dan kepulan rindu"gurau Mila membuat Laila tertawa karena bahagia.


"Kamu bisa aja mil, terus sekarang gimana kabar bola nasimu itu?"


Mila terdiam. Ia lupa menanyakan itu pada Rasya tentang putra kecilnya. Ia tidak tahu momen apa saja yang sudah ia habiskan bersama Azen saat jadwal rumah sakit terus saja menyibukkannya. Laila mengerti jika menjadi ibu di usia Mila belum terlalu matanya untuk mengatur baik waktu sibuknya. Laila hanya menggeleng sambil meneguk gelas kopinya.


"Emang susah ya jadi anak dari orang tua yang sibuk"ucap Laila membuat Mila menoleh ke arahnya.


"Pesanku cuma satu mil,jangan sampai anakmu lebih nyaman dari orang lain daripada orang tuanya sendiri mil..... menganggap ruang rehabilitasi lebih nyaman dari rumah sendiri itu mengerikan mil, jangan sampai anakmu berakhir seperti itu"


"Iya kak, aku akan lebih mengatur waktuku untuk bisa bermain bersamanya"ucap Mila yang mengerti keadaan Laila karena Evan yang menceritakan itu padanya.


"Sudah² nanti malam telfon suamimu lagi lebih lama agar aku senang"ucap Laila lalu datang 8 orang pemuda yang baru istirahat di tempatnya.


Mila tahu kalau salah atau di antara mereka sudah berhasil memikat hati seorang Laila. Badan kekar bak atlet juga rambut basahnya sungguh berhasil membuat Laila terus meneguk saliva nya.


"Saya langsung kesana dulu bersama mereka"ucap seorang pria bernama Rudolf Abraham Arsy. Laila memanggil nya Rudy agar terdengar simpel dan lebih mudah. Pria bermata elang itu mengangguk lalu memilih kembali pada teman² nya.


~Di Aceh ada seseorang pria bernama Rudolf,dia tampan sampai bikin kak Laila jatuh cinta, aku terus tertawa melihatnya ~

__ADS_1


Pesan Mila yang iseng pada Rasya dan tak menyangka kalau dirinya mendapat balasan cepat dari suaminya.


~bilang padanya kalau suamimu yang lebih tampan dari siapapun termasuk pria itu~


^^^~hhh, kak Laila ketawa ...dia ada di samping ku~^^^


Read. 09.00 wib.


^^^Oh iya kamu sudah selesai disana?^^^


~belum,tapi tidak terlalu serius~


Mila membulatkan matanya besar saat melihat Rasya mengirim beberapa pdf dan video 10 menitnya. Mila langsung membukanya setelah Rasya memberi aba² untuk membukanya.


~Buka itu barangkali kamu mengetahui sesuatu ~


Mila pikir itu adalah masalah serius tentang obat dan hal2 yang berhubungan dengannya. Mila tidak menyangka jika pdf itu adalah puisi² buatan Rasya untuknya. Mila tersenyum saat memutar video yang berisi foto ² nya bersama Azen,maira, Adi, dan suaminya. Ia dibuat kagum sampai menangis saat melihat foto masa kecilnya yang sedang menggandeng tangan ayahnya.


^^^~apa yang kamu lakukan ?kenapa senang sekali membuatku menangis?~^^^


~aku pikir kamu sangat merindukan mereka jadi aku membuatnya, bagaimana?aku juga berbakat dalam hal itu kan?"


~saat hatimu mengatakan kamu rindu


^^^~hhh di 0,001 menit yang lalu?"^^^


~mungkin


^^^~terima kasih,^^^


^^^aku merindukanmu dan Azen~^^^


~ Azen baik² saja mil...


bibi Wati yang bilang~


^^^~habis darimana^^^


^^^lima belas menit yang lalu?^^^

__ADS_1


~menelfon bibi Wati


^^^"Kenapa?^^^


~info terpercaya,aku ingin memastikan Azen baik² saja padamu ~


Mila tersenyum sambil memeluk erat ponselnya. Ia tidak menyangka Rasya bisa semanis itu padanya. Jarak yang jauh membuat hubungan mereka semakin manis dan dekat. Laila ikut tersenyum melihat sikap Mila yang sudah salah tingkah karena suaminya.


"Suamimu manis sekali, gak tahu apa kalau bola nasi sedang menangis karena merindukan kalian"gurau Laila yang hanya mendapat senyuman dari Mila.


Kemudian semua nya langsung bergerak saat melihat.elihat korban²  yang masih hidup di masjid terpencil disana. Mungkin sebelum tsunami mereka memilih berlari dan berdoa penuh pasrah di dalamnya. Mereka berteriak ketakutan saat Mila dan Laila datang bersama rombongan nya.


"Mereka panik"putus Mila saat melihat aksi berontak mereka.


"Kenapa tidak langsung diberi obat penenang saja?"tanya Laila saat melihat 18 orang anak kecil ketakutan sambil menenggelamkan kepala di lututnya.


Mila menggeleng,"mereka panik,jika memberinya jarum suntik mereka akan mematahkan nya....dan itu malah membahayakan untuk mereka kak"


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?mereka juga punya luka, jika dibiarkan lebih lama mereka bisa infeksi"


"Cari celah, buat mereka tenang dan percaya sama kita"ucap Mila mendapat anggukan dari semua teman temannya.


Mereka berhasil. Ada vio,Jessie,dimas,mawar,bunga,Alex, Candra,GEO, dan lainnya yang akhirnya bisa mereka selamatkan. Cara Mila merawat luka mereka membuat semuanya sayang dan percaya penuh padanya. Mila ikut bahagia saat melihat senyum manis yang terukir indah di wajah mereka.


"Nona cantik aku mau main"


"Peri baik aku suka apel ini"


"Kakak, kamu adalah wanita hebat".


Seru mereka dengan wajah imut membuat Mila semakin gemas menatapnya. Mila terus tertawa melihat aksi kocak mereka. Hanya satu. Satu anak yang pendiam karena masih sedih atas kehilangan satu kakinya. Mila berniat menghampiri anak itu untuk menghibur nya.  Namun respon tidak baik dari anak itu membuat Mila semakin bersalah atas perbuatannya.


"Namamu siapa?"tanya Mila ramah tapi anak itu malah menatap nya kesal.


"Kamu marah padaku tapi kenapa?kalau kamu diam saja bagaimana aku bisa membujuk tuhan untuk memaafkan ku?"


"Kamu jahat!kamu jahat karena mengambil kakiku pergi"ucap nya menangis lalu pergi dengan satu kakinya. Ia langsung mengelak saat tangan Mila mencoba ingin membantu nya.


"Jangan sentuh aku!!karena kamu aku tidak bisa berlari lagi untuk mencari ibuku!!"bentaknya kesal. Mila merasa bersalah dan ingin sekali untuk memeluk suami dan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2